Sekali Lagi

Sekali Lagi
Bab. 28


__ADS_3

''Besok aku tak akan mau kembali dengannya. Lebih baik aku minta antar sama Anhtony saja., ya itu lebih baik'' ucap Reina sungguh sungguh.


Sementara didepan pintu kamar, Jacob dapat mendengar semua kata kata yang diucapkan Reina.


Hatinya sungguh hancur mendengar kebencian yang diucapkan oleh Reina.


Dia menarik nafasnya sangat berat.


Jacob melangkahkan kaki, kembali masuk kedalam kamarnya. Mencoba untuk menepis pikirannya yang berkecamuk. Lelah mendera akhirnya mengantarkannya kealam mimpi.


Begitupun dengan Reina. Lelah menangis akhirnya membuat dia tertidur. Rasa amarah dan benci yang membuncah membuatnya seperti kehilangan banyak tenaga.


Hari pun berlalu dengan cepat. Reina terbangun dari tidurnya karena samar samar terdengar suara suara yang sangat ramai, seperti telah terjadi keributan.


Reina melihat jam di dinding kamar itu, pukul delapan malam, ya ampun...selama itukah dia tertidur?


Reina tersentak dari lamunannya, bergegas kekamar mandi dan mencuci wajahnya, setelah merasa cukup segar, lalu tergesa gesa dia keluar dari kamarnya dan setengah berlari menuruni tangga.


Sampai dibawah, dia tertegun kala melihat dokter dan perawat hilir mudik keluar masuk kamar tuan Andreas, papa Reina.


Dia melihat Merry salah satu ART nya tadi.

__ADS_1


''Kak..kak.Merry..i..ini ada apa ya? Kok rame banget'' tanya Reina seteah kembali gih,lagian sama pengegeluaran..


''mmmm..itu non..iti..'' jawab ! Kak Merry terbata bata.


Aahh..kak.Merry kelamaan nunggu, ucap Reina bangkit , dia ingin kekamar ayahnya, namun tiba tiba langkahnya terhalangi oleh Anthony yang baru saja menenangkan berusaha menangani ayahnya yang sakit.


''Ada apa sih om, kok dari tadi sibuk bgt..'' !! tanya Reina pada Antnohy. buka laginya lagi main sama adiku ga gmah.


''Tidak ada apa apa Reina. Apa masaih alah naryuop. Ucap Jacon hanya ada jafamu


''Tidak ada apa apa tapi lihatlah. Jangan ada yang disembunyikan pada kehilangan pekerjaan yang kalian cinta ini?


''Maaf Reina tapi rasanya om sudah tidak bisa berbohong laginpadamu''


''Haaahhh? APA?'' Ga mungkin.. Ga mungkin.. tadi papa baik baik saja. Bagaimana mungkin sekarang kondisinya memburuk. Jangan mengada ngada!'' ucap Reina penuh amarah.


''Maaf Reina. sebenarnya memgapa tiba tiba papa mu meminta bertemu denganmu hari ini, karena sepertinya dia pasrah dengan sakitnya dan tak memiliki hatapan sama sekali.'' jelas Anthony.


''Tapi..tdi papa sehat, tidak seperti orang yang sakit saja'' ucap Reina lirih.


Air matanya memgucur deras. Dia tak mau kehilangan sang ayah lagi. Ayah yang baru dijumpainya beberapa jam yang lalu.

__ADS_1


''Aku mohon..biarkan aku masuk, aku ingin bersama papa'' mohon Reina dengan wajah yang basah dengan air mata.


Melihat itu, Anthony merasa iba. Dia tau bagaimana hancurnya Reina saat ini.


''Baiklah, tapi om harap kamu bisa menahan dirimu setelah melihat keadaannya didalam sana, betjanjilah Reina'' pinta Anthony.


Reina mengangguk cepat.


''Ya..ya..aku berjanji akan kuat'' ucapnya meyakinkan .


''kalau begitu ayo'' ajak Anthony


Perlahan Anthony membuka kembali pintu kamar besar itu. Disampingnya Reina mengikuti tanpa suara.


Matanya membelalak begitu masuk kedalam kamar itu. Ada 4 orang berpakaian putih disana. Ternyata adalah dokter sang papa dan perawatnya.


''Pergilah..'' ucap Anthony meminta Reina mendekati papanya yang terbaring lemah tak berdaya.


''Pa...papa..'' panggil Reina berusaha sepelan itu. Tapi tak terdengar sagitan disana. Ahanya tubuh kaku dan masih suka menggigau gigau.


''Papa..please pa,buka matanya pa, demi aku'' pinta Reina. Tapi sang papa belum memberikan respon apa apa.

__ADS_1


Menimbulkan rasa kesedihan yang teramat dalam.


__ADS_2