
Aku pernah mendengar tentang reinkarnasi, dan juga beberapa kali menonton film tentang itu, dan aku percaya itu semua hanyalah sebuak fiksi semata. Tapi berhadapan langsung dengan orang orang yang sangat mempercayainya,ini adalah yang pertama kalinya untukku.
Apalagi Oma Wina bicara dengan nada fanatisme yang sangat terlihat dengan jelas, sehinggaaku sangat yakin seratus persen kalau dia sudah tidak waras.
''Ayo kerumah Oma Reina,kau harus bertemu dengannya'' ucapnya tiba tiba membuyarkan lamunanku.
''Ah..ap..apa Oma?'' ucap ku tergagap karena rasa terkejutku belum hilang sempurna.
''Oma bilang, kau harus ikut kerumah Oma dan bertemu dengannya. Dan kau akan lihat bagaimana dia memandang Oma. Tidak ada laki laki yang memandang Oma dengan cara seperti itu, hanya mendiang suami Oma saja'' ucapnya dengan mata yang berbinar binar.
''Aahh..baiklah Oma, aku akan kerumah Oma lain kali'' tolakku halus. Karena aku sungguh tidak percaya dengan semua ucapannya.
Sudah Seminggu lebih, ternyata dizaman yang sudah semakin maju ini, tidak bisa mempercepat penyembuhan penyakit ayahku.
Dan sampai hari ini pun aku belum mendapat kabar apapun dari Anthony, kapan aku bisa menjenguk ayahku.
Aku berusaha untuk tidak kecewa, karena Anthony tetap rutin mengunjungiku dua atau tiga kali seminggu.
Seperti hari ini, Anthony kembali datang mengunjungiku. Dan dia mengajakku pergi ke mall, karena persediaan makanan dikulkas sudah hampir habis.
''Reina, bersiaplah, hari ini aku akan membawamu berbelanja,karena kulihat isi kulkasmu sudah hampir habis'' ucapanya padaku
''Oh..oke, tunggu sebentar,aku ganti baju dulu'' ucapku dan bergegas berjalan kekamarku.
Setelah sepuluh menit,aku segera turun menghampiri Anthony yang sudah menungguku.
''Ayo, aku sudah siap'' Ucapku pada Anthony
Dia hanya mengangguk dan berjalan kearah pintu depan. Aku hanya mengekornya dibelakang.
Lalu aku mengunci pintu depan. Dan menyusul Anthony yang berjalan kearah mobil nya.
Kali ini Anthony tidak membawa mobil klasik nya. Dia menggunakan mobil yang lebih kekinian. Sebuah Maserati 3200 GT berwarna hitam metalik.
Aku segera masuk kedalam mobil keren itu.
Dudik dengan nyaman dikursi sebelah Anthony.
''Apa ada yang ingin kau beli Reina? selain persediaan makanananmu? '' tanya Anthony.
Aku tak langsung menjawab, berpikir sejenak.
__ADS_1
''Ah..iya, aku ingin membeli beberapa helai pakaian, karena aku hanya membawa sedikit, kau ingat?'' ucapku.
''Astaga , aku hampir lupa '' Jawabnya sambil menepuk keningnya, kelihatan sekali dia sangat menyesal karena telah lupa akan satu hal yang paling penting itu.
''Baiklah, nanti setealh belanja,kita akan mencari beberapa pakaian untukmu'' ucap Anthony
''Baiklah, terima kasih Anthony'' ucapku tulus
''Jangan berterima kasih padaku, ini kan uang ayahmu'' ucapnya sambil tersenyum jahil padaku.
''Ha..ha..ha..kau benar'' ucapku membalas kejahilannya.
Lalu tak berapa lama, kami sampai di sebuah mall yang cukup besar, dan tidak terlalu jauh dari rumah ayahku.
Anthony memarkirkan mobilnya dibasement, lalu kami berjalan kedalam mall.
''Sebaiknya kita mencari pakaian untukmu dulu,karena akan sangat repot kalau kita belanja terlebih dulu'' ucap Anthony
''Kau benar, baiklah kalau begitu'' ucapku membenarkan
Akhirnya kami sepakat untuk membeli pakaian untukku lebih dulu. Lalu kami berjalan ke lantai 5, yang merupaka pusat penjualan pakaian.
Sesampainya dilantai 5, aku bergegas memilih beberapa pakaian yang sesuai untukku.
''Kenapa sebentar sekali kau belanjanya Reina?'' tanya Anthony keheranan
''Hehehe...karena sebenarnya aku tak suka berlama lama, maka dari itu aku langsung memilih pakaian yang sudah aku tau ukurannya dan sesuai untukku tanpa harus mencobanya diruang fitting terlebih dulu'' ucapku panjang menjelaskannya.
Anthony mendengatkan seperti tidak percaya.
''Kau bercanda? baru kali ini aku menemukan ada wanita yang tidak suka berbelanja'' ucapnya lagi
''Bukan hanya tak suka berbelanja, aku juga tak suka keramaian'' ucapku
''Maka dari itu, bisa kita agak cepat berbelanjanya? '' ucapku lagi pada Anthony.
Dan dia semakin melihatku dengan tatapan yang aneh sekali.
Aku tak peduli, yang oenting buatku sekarang adalah, belanja dengan cepat dan pulang secepatnya.
Kami turun kelantai Dua, disana pusat makanan.
__ADS_1
Aku segera meraih troli dan berjalan menyusuri rak rak makanan raksasa yang berjejer.
Aku tak menghiraukan Anthony yang berada disebelahku. Aku terlalu sibuk dengan belanjaanku. Aku berjalan dengan cepar, mengambil apapun yang kurasa akan aku butuhkan.
Selesai berbelanja, setelah yakin tidak ada yang lupa, aku berjalan kearah kasir.
Anthony mengikuti dengan sabar. Sesampainya didepan kasir, dia maju kedepanku dan mengeluarkan semua belanjaanku.
Setelah kasir selesai menghitungnya, lalu Anthony segera membayarnya. Dan kami pun berlalu menuju keparkiran dengan tiga kantong besar yang berisi dengan bahan bahan makanan dan cemilan untukku.
''Apa ada lagi yang ingin kau beli atau kunjungi Reina? atau kau ingin pergi ke suatu tempat?'' tanya Anthony padaku.
''Hmm.., kurasa tidak ada. Sebaiknya kita pulang saja sekarang'' ucapku.
Lagi pula, aku akan pergi kemana? Aku tak punya kenalan dikota ini, jangankan dikota ini, dikotaku saja aku tak mempunyai teman.
''Baiklah kalau begitu maumu'' ucap Anthony.
'' Ahh, tapi ku rasa sebaiknya kita mampir untuk makan terlebih dulu, aku sudah lapar, kau juga kan?'' tanya Anthony padaku.
''Iya, baiklah, kalau itu aku setuju'' ucapku, karena aku juga sudah lapar.
Lalu, setelah kami selesai menaruh belanjaan ke mobil, lalu kami kembali kelantai enam yang merupakan foodcourt centre.
Anthony berjalan kesebuah cafe yang cukup mewah disana. Tak lama seorang pelayan menghampiri kami dan memberikan buku menu.
''Selamat siang, apakah anda sudah siap untuk memesan?'' ucapnya ramah
Anthony pun membalas pelayan wanita muda itu dengan tersenyum ramah padanya.
''Aku minta satu steak iga sapi dan satu ratatouille, dan untuk minumnya jus Tomat serta air putih'' ucap Anthony Ramah
''Kau ingin pesan apa Reina''? tanya nya padaku
''Aku pesan Lasagna dan chicken cordon bleu, dan jus sirsak'' jawabku
Pelayan itu mencatat dengan teliti pesanan kami.
''Apa ada yang lainnya tuan,nona?'' tanya nya lagi
''Tidak, itu saja sudah cukup'' jawabku segera.
__ADS_1
''Baiklah, pesanan anda akan segera datang'' ucapnya dan lalu permisi meninggalkan kami.