Sekali Lagi

Sekali Lagi
Tujuh


__ADS_3

Saat aku masih kecil seingatku, tak seorangpun yang mau memelukku. Ketika aku sekolah TK dan SD, tak seorang guru pun yang berani menyentuhku.


Kata mereka aku akan menjerit jerit bila seseorang menyentuh kulitku. Benar atau tidaknya, akupun tidak tau.


Bahkan ketika aku SMP sampai SMA, tidak ada yang mau repot repot memyentuh ataupun memelukku. Yaa karena hampir semuanya, mereka adalah ''teman teman satu SD denganku dulu'' jadi mereka sudah tau aku ini manusia seperti apa. Dan rumor itu menjalar keseluruh sekolah dari mulut ke mulut mereka yang seolah olah terkait dengan satu rantai yang sangat panjang.


Aku sering melihat teman temanku berpelukan bahkan berciuman disudut kelas demgan pacarnya atau bukan dengan pacarnya. Alu tak pernah merasa kepingin. Aku sering membayangkan punya pacar seperti artis artis Hollywood, dan kalau dibandingkan dengan teman laki laki disekolahku,mereka tak lebih seperti seekor kutu busuk dimataku.


Tapi, ternyata dipeluk oleh manusia lain, sungguh mendebarkan. Aku menghela napas, dan menghitung sampai sepuluh. Perlahan degup jantungku mulai normal dan aku tidak gugup lagi.


Menurut Anthony, dia sudah bekerja pada ayahku sejak umur dua puluh delapan tahun. dan sekarang dia sudah lima puluh tahun, tiga tahun lebih tua dari ayahku. Ia sudah lama ingin bertemu langsung denganku, setelah selama ini hanya memdengar dari cerita ayah dan melihat album photo koleksi ayah. Aku jadi sedikit malu, seolah olah selama lebih dari tujuh belas tahun terakhir mereka hanya membicarakan diriku.


''Dimana tas mu?'' Anthony bertanya padaku setelah dia melepaskan pelukannya.


''Aku tidak membawa apa apa selain tas punggung ini'' ucapku sambil menunjukkan tas yang tersangkut dibelakangku dengan sedikit memutar badanku agar dia melihatnya.


''Kenapa?'' tanya nya bingung.


Dia meraih tanganku dan mengajakku berjalan. Sambil berjalan aku memjelaskan padanya, alasan aku hanya membawa sedikit pakaian.


''Karena aku tidak suka berlama lama dengan urusan bagasi,karena itu hanya buang buang waktu saja'' ucapku.


''Ooh..baiklah. tidak masalah, nanti kita bisa membeli pakaian yang baru untukmu'' ucapnya lagi sambil kami terus berjalan kearah kendaraannya yang terparkir.


Kami sampai didepan sebuah mobil Mercy berwarna hitam memgkilat. Aku dulu waktu kecil sering membayangkan kalau diriku adalah seorang putri bangsawan dan setiap hari naik kendaraan mewah, seperti Mercedes berwarna hitam metalik. Dan sekarang lihatlah..aku ber benar menaiki mobil mewah ini.


Setelah meletakkan tas punggungku dijok belakang, aku lalu duduk di sebelah Anthony. Dia sejenak tersenyum padaku, lalu dia memasukkan kepingan CD dalam stereo mobilnya. Seluruh mobil dipenuhi dengan alunan musik yang kutebak musik blues, yaah sesuai umurnya Anthony.

__ADS_1


Used to be so easy


To give my heart away


But I found out a hard way


There's a price you have to pay


Lagu itu mengalun selama beberapa detik, dan entah mengapa aku tiba tiba teringat akan ibuku, sungguh aneh. Tak biasanya aku memikirkan ibu. Aku memejamkan mataku, berusaha mencari alasan memgapa aku harus tiba tiba teringat akan ibu. Apa aku tau lagu ini? apa aku pernah memdengarnya sebelunya? atau apakah aku pernah mendengarkan ibu yang diam diam memutar lagu ini? Tapi aku tak bisa mengingat apapun, aku sungguh patah hati. Aku tak bisa mengakses otakku sendiri, seolah olah otakku menolak untuk membukakan dirinya padaku.


Aahhh..sudahlah, aku merasa semua ini hanya karena aku merasa lelah setelah penerbangan pertamaku yang walaupun kurang dari enam puluh menit, tapi harus membuatku bangun pagi pagi sekali dan jarus sampai di bandara pada jam tujuh pagi, itu artinya aku audah berangkat satu jam sebelumnya.


Aku melirik jam digital didashboard, dan menyadari bahwa sekarang jam sembilan pagi, membuat aku semakin merasa lelah, karena aku sudah terbangun dari jam setengah lima dini hari.


Alu kembali memejamkan mataku. Lalu tiba tiba Anthony bertanya padaku ;


''Apa kau suka lagu ini?'' tanya nya padaku


''Ini judulnya '' Still Got The Blues'', dia memberitahuku.


Aku membuka mataku. Dia melihat kearahku dengan senyuman yang sangat senang.


''aahh..dia pasti mengira aku memejamkan mata karena menikmati lagu ini''


Lalu aku balas tersenyum padanya.


''Penyanyinya bernama Gary Moore, yaa..walaupun dia bukan hanya memyanyikan lagu blues saja, tapi musik blues yang dibawaknnya cukup melegenda''

__ADS_1


'' Bahkan dia juga seorang penyanyi rock, heavy metal dan pernah bergabung disebuah group metal bernama Skid Row'' jelasnya lagi.


Aku hanya mendengarkannya saja,karena aku sungguh tak paham akan musik. Itu bukan suatu hal yang menarik bagiku. Tapi yaa aku akui, musik blues ini sedikit membuatku santai dan rileks.


Aku mengagguk anggukkan kepala ku seolah olah aku mendengarkan, memahami dan tertarik akan penjelasannya.


''Kau tau Reina, musik blues ini, dulunya adalah musik para budak budak berkulit hitam. Makanya liriknya selalu mengandung kesedihan, tentang kedaan tidak punya uang, majikan yang kejam, putus cinta..pokonya keadaan yang mungkin hanya dialami oleh mereka kaum para budak. Sebab itulah ide ide musisi blues yang tergabung dalam Legendary Blues Band, membuat lagu yang menyedihkan, agar orang yang bisa bersedih dengan nikmat ketika mendengarkan musik blues ini'' jelasnya sangat panjang.


''Bersedih dengan nikmat? '' tanyaku.


''Ya..'' jawabnya.


'' Kalau begitu, karena musik ini banyak disukai oleh para penikmat musik, berarti kita ini tidak lain adalah para budak, yaa setidaknya budak bagi diri sendir, bukan begitu Anthony?'' ucapku polos.


Seketika dia tertawa keras keras saat memdengar jawabanku.


''Hahahahahahaaa.... kau bemar sekali Reina.bemar sekali..hahahahaha...''


''Kau sungguh unik Reina, dari caramu berpikir, kau sungguh unik, aku belum permah bertemu dengan orang yang mempunyai pemikiran yang sangat polos seperti dirimu..aku suka itu. hahahaha..'' ucapnya dan masih saja tertawa.


Lalu aku bertanya padanya.


''Apakah semua musisi blues berkulit hitam?'' tanyaku.


''Tidak..tidak semuanya,sekarang ini banyak musisi blues berkulit putih, ya salah satunya Gary Moore ini'' ucapnya.


''Tapi Legendary Blues Band, semuanya adalah musisi berkulit hitam'' ucapnya

__ADS_1


Sudah kuduga, kalau kebanyakan musisi blues adalah orang berlulit hitam, aku jadi berpikir kalau dunia membutuhkan lebih banyak orang berkulit hitam, agar semua orang tau bagaimana caranya bersedih dengan nikmat.


Yah, bersedih dengan nikmat.


__ADS_2