Sekali Lagi

Sekali Lagi
Bab. 17


__ADS_3

Aku berbaring ditempat tidurku. Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 malam , tapi tak sedetikpun aku bisa memejamkan mataku. Ingatanku kembali pada kejadian beberapa jam yang lalu.


Aaahh...aku benar benar malu saat ini.


''Kemana akal sehatku, apa yang kau lakukan Reina?'' aku bermonolog sendiri sambil memukul kepalaku.


Ini pertama kalinya aku berbuat seperti itu, bertindak tanpa berpikir dan yang lebih mengejutkan, aku dipeluk oleh seorang laki laki. '' ooohh tidak!! Jangan sampai aku terjebak seperti perempuan perempuan disekolahku dulu!'' ucapku lagi,mangingatkan diriku.


Bukankah aku selalu menganggap bahwa makhluk yang bejenis laki laki itu tak lebih dari kecoak busuk?! Jangan terperdaya oleh sikap baiknya.


''Aaarrggh...aku benar benar bisa gila kalau memikirkan itu terus. Sial!'' Aku membalikkan tubuhku menutup kepala dengan bantal dan berharap bisa terlelap, berharap semua ingatan itu hilang ketika aku terbangun nantinya.


Sementara itu, dikediaman Anthony, saat ini Anthony sedang menunggu penjelasan Jacob atas tindakannya tadi.


''Santai dad..jangan terlalu serius begitu,kau tidak cocok dengan wajah seperti itu'' ucap Jacob masih bercanda.


''Jangan bercanda Jack, aku menunggu penjelasan darimu!'' ucap Anthony serius


''Oke..oke...aku akan jelaskan!'' ucap Jacob santai.


''Seperti ceritamu dad, kau bilang bahwa dia adalah anak yang diabaikan. Sejak pertama kau bercerita tentang dia padaku, aku sudah bisa menyimpulkan orang seperti apa dia. Kau tidak lupa bukan dengan keahlianku membaca seseorang?'' Jacob menjelaskan.

__ADS_1


''Lalu....?'' tanya Anthony tidak sabar.


''Lalu, saat pertama aku melihatnya tadi dan bagaimana dia berinteraksi dengan orang lain, terutama orang yang baru dikenalnya,kurasa dia seorang introvert. Dan yang paling menyakitkan hatiku, aku bisa melihat dengan jelas bahwa banyak kesedihan,duka dan perasaan yang begitu dia sembunyikan dengan rapat. Dia seolah olah mematikan rasa empatinya pada orang lain,karena dia beranggapan bahwa tak ada seorangpun yang peduli padanya, bahkan ibunya sendiri'' ucap Jacob lagi.


''Aku bisa melihat itu semua dari pancaran matanya mom, dad! Dan Mom,ku rasa sebagai seorang psikolog, kau juga merasakannya bukan?'' tanya Jacob pada ibu nya.


''Hhh..kau benar Jack, aku merasakannya sejak pertama kali aku menatap matanya'' ucap Jennie dengan raut yang sedih


''Dia terlalu banyak menyimpan dan sudah terlalu lama, aku jadi khawatir akan sangat susah untuk merubahnya'' ucap Jennie lagi.


''Oke...lalu sekarang apa hubungannya dengan perlakuaknmu tadi Jack?!'' tanya Anthony lagi.


''Itu adalah tindakan pencegahan dad'' ucap Jacob


'' Kau tau dad ?! Orang yang selalu menyembunyikan perasaannya, ketika suatu saat itu sudah penuh akan meledak dengan cara yang sangat mengerikan , begitu juga dengan keadaannya tadi. Aku berusaha mengendalikan rasa sedih yang dialaminya barusan dengan memberikan pelukan, itu bertujuan mengatakan bahwa kau tidak sendiri Reina '' Jacob menjelaskan dengan sabar pada ayahnya.


''Kalau saja aku mendiamkannya, mungkin saat itu dia akan meledak dan bisa saja kehilangan akal sehatnya dan melakukan hal hal yang bisa membahayakan dirinya'' ucap Jacob lagi.


''Apa?! Benarkah begitu, sayang? Tanya Anthony pada istrinya.


''Hm..benar, itu tidak salah sayang. Orang orang seperti dia,ketika sampai pada puncak kesedihan,bisa melampiaskan pada sesuatu yang buruk, dan itu sering terjadi'' ucap Jennie

__ADS_1


''Hmm..baiklah kalau begitu'' ucap Anthony.


Lalu dia berdiri dan menghampiri Jacob, lalu menepuk nepuk pundaknya.


''Aku rasa, aku bisa percaya padamu. Terima kasih atas tindakanmu itu, dan mulai sekarang aku percayakan dia padamu. Jadilah temannya yang baik'' ucap Anthony pada Jacob.


''Terima kasih Dad, aku akan berusaha sebaik mungkin'' ucap Jacob sambil tersenyum percaya diri.


'Baiklah, sudah larut malam, aku mau istirahat, besok masih banyak yang harus aku lakukan. Ayo sayang'' ucap Anthony dan menggandeng tangan istrinya mesra.


''Ciih..tidak tau malu, sudah tua masih saja genit'' ucap Jacob mencibir pada ayah dan ibunya.


''Hahahahaaa....kalau kau iri, bilang saja boy!??'' tawa Anthony terbahak bahak megejek anaknya


''Makanya, cepat cari pasangan, biar kau tak kesepian dan bisa merasakan nikmatnya dunia''


ucap Anthony sambil berlalu menjauh meninggalkan Jacob yang masih kesal karena ledekan ayahnya itu.


''Dasar menyebalkan!!'' Jacob sedikit berteriak,karena ayahnya sudah hampir sampai didepan pintu kamarnya.


''Ha..ha..ha..ha..haaa...'' Anthony hanya menjawab dengan tawa yang sangat terdengar menyebalkan ditelinga Jacob.

__ADS_1


''hhuhhh..lebih baik aku juga istirahat sekarang, dari pada aku makin kesal dengan dad!'' ucapnya bermonolog dan bergegas menuju kamarnya dilantai dua.


__ADS_2