
Hari ini adalah hari yang baru bagi Reina. Dia menggap hari ini adalah permulaan hidupnya.
Setelah dia mendengar dan berbicara dengan ayah yang belum pernah dia jumpai selama hidupnya kemarin, dia mempunyai semangat baru dan tujuan dalam hidupnya.
Selain ingin tetap melanjutkan pendidikannya, dia juga sudah tak sabar menunggu waktu untuk bertatapan langsung dengan ayahnya.
Aahh..sungguh mendebarkan.
Pagi ini seperti biasa, Reina bangun dan membuat sarapan sederhana untuk dirinya sendiri. Lalu setelah selesai dia menuju ruang baca, hendak melanjutkan membaca buku yang belum selesai.
Disaat dia sedang bersantai, tiba tiba dia mendengar bell rumahnya berbunyi. Dia bertanya tanya heran, siapa yang datang sepagi ini? Dia melihat jam dinding, pukul 09.00 pagi.
Karena bell sudah berbunyi berkali kali, akhirnya dengan sedikit tergesa gesa, dia menuju pintu dan membukanya.
Betapa terkejutnya Reina melihat siapa yang datang. Seketika bayangan kejadian kemarin menghampiri kepalanya.
Dia masih berdiri kaku didepan pintu.
''Hei..beginikah caramu menerima tamu? Tidakkah kau mau mempersilahkan ku masuk?? '' tanya Jacob dengan nada sedikit menggoda.
Ya! Yang datang adalah Jacob,orang yang paling ingin dihindari oleh Reina, tapi justru malah datang kerumahnya.
''Reina..halloooo..'' ucap Jacob sambil menjentik kan jarinya didepan mata Reina
''Eeh...a..apa...apa yang kau lakukan?'' ucap Reina tergagap karena baru sadar dari keterpakuannya.
''Apakah aku boleh masuk?'' tanya Jacob lagi.
__ADS_1
''hmmm...bilang dulu kau mau apa datang kerumahku?'' ucap Reina tanpa mau menjawab permintaan Jacob
''hhmmm..lumayan juga pertahanannya'' ucap Jacob dalam hati.
''Aahh tidak ada hal yang penting, hanya....'' ucapan Jacob terhenti kala Reina menyelanya.
'' kalau tidak ada hal yang penting, silahkan anda pergi!?'' ucap Reina sambil hendak menutup pintu.
Tapi urung karena ditahan oleh Jacob.
''Heii..aku belum selesai bicara, biarkan aku masuk lebih dulu'' ucap Jacob sedikit memaksa.
''hufff...baiklah...Baiklah..'' ucap Reina akhirnya mengalah karena malas ribut.
''Katakan, mau apa kau kesini?'' tanya Reina cepat.
Jacob melangkah masuk setelah Reina menggeser tubuhnya dari depan pintu. Reina melihat Jacob membawa bungkusan yang dia tidak rau apa isinya. Jacob lalu dengan santai melangkah ke arah pantry kecil yang terdapat didapur, lalu mengambil dua buah mangkuk dan menata makanan yang dibawanya tadi, lalu membawa nya ke meja makan kecil didepan pantri.
Melihat Reina yang masih bergeming, Jacob berjalan kearah Reina dan mendoronganya halus dengan memegang kedua bahu Reina dan menuntunnya dari belakang.
Lalu dia membukakan kursi untuk Reina.
''Duduklah! Temani aku sarapan, aku sudah sangat lapar!?'' ucap Jacob sedikit memaksa.
Dia tau, orang seperti Reina tidak bisa dikerasi. Harus diperlakukan dengan lemah lembut agar hatinya melunak.
Terbukti Reina tidak menolak dan juga tidak membantah.
__ADS_1
Dia menyuap spagetti bolognesse yang dibawa oleh Jacob.
Dia mengangguk anggukkan kepalanya, menikmati makanan itu.
Jacob tersenyum samar melihat kelakuan Reina.
Reina merasa ada yang memperhatikannya, melirik ke arah Jacob yang dengan pandangan menyelidik...
''Apa ? kenapa melihatku seperti itu? Ada yang aneh diwajahku?'' tanya Reina datar.
''Tidak..justru kau sangat menggemaskan kalau sedang senang seperti ini'' ucap Jacob menggoda sambil mengedipkan matanya.
''Ciiihh... Dasar buaya'' ucap Reina sinis.
Sebenarnya sejak kedatanfan Jacob, Reina jadi teringat akan peristiwa semalam, yang membuatnya kehilangan akal sehatnya dan sekaligus sudah membuat dia sangat malu.
''Dasar buaya, apa apaan dia! menggemaskan? Menggemaskan dari mana, huh..dia terlihat seperti sudah terbiasa menggoda wanita!'' sumpah serapah Reina,tapi hanya bisa diucapkan dalam hati saja.
Reina segera menghabiskan makan nya dengan cepat.
''Aku selesai.. Kalau sudah tidak ada keperluan lagi, kau silahkan pergi karena masih ada yang harus aku kerjakan'' ucap Reina cepat.
Dia beranjak ke pantrt dan mencuci bekas makannya.
Lalu bergegas berjalan keruang Tv, dimana dia akan melanjutkan membaca bukunya yang tertunda.
''Silahkan lakukan urusanmu,aku akan pergi setelah urusanku selesai'' ucap Jacob santai.
__ADS_1
''Urusan apa maksud mu?'' tanya Reina
Jacob hanya memjawab dengan senyuman menggoda, tadi terlihat seperti sebuah seringaian iblis yang menyeramkan dimata Reina.