Sekali Lagi

Sekali Lagi
Bab. 23 Tak Sabar ingin Berjumpa


__ADS_3

Dengan langkah yang malu malu, Reina berjalan menuju meja makan kecilnya.


Lalu Reina duduk disalah satu kursi meja makan. Jacob dengan sigap mengambilkan makanan untuk segera di hidangkan.


Reina merasa sangat diistimewakan karena sepanjang hidupnya, dia tak pernah diperdulikan.


Bahkan mamanya sendiri sekalipun.


''Ahh..apa yang dilakukan**nya, kenapa aku jadi gelisah seperti ini, oh tidak jantungku, apa aku baik baik saja?'' aku berkata dalam hati.


Perlahan aku berjalan dan duduk dikursi meja makan. Sementara laki laki itu masih sibuk menyiapkan masakannya.


Hmmm..wangi sekali, entah apa yang masaknya.


''Taraaa..sarapan sudah siap tuan putri, silahkan disantap'' ucapnya dramatis membuat aku semakin gugup dan deg degan.


''Ahh...ya..ya..terima kasih'' ucap ku terbata bata. Sumpah, seumur hidupku belam ada yang memanggilku tuan putri, baru dia yang memanggilku seperti itu. Aku merasa sangat tersanjung dan terharu.


Sepertinya aku menjadi orang yang berharga.


Selama ini aku berpikir, kalau aku bukanlah siapa siapa, karena itu aku disia siakan oleh orang tua ku.


Diabaikan oleh wanita yang melahirkan ku dan ditinggalka oleh laki laki yang bergelar ayah.


Aku termenung memikirkan semua kejadian demi kejadian yang terjadi dalam hidupku belakangan ini.


Dari tak punya teman, sampai aku berkenalan dan menjadi dekat dengan Anthony, menjadi satu satunya teman dan laki laki pertama yang dekat demgan ku.


Lalu sekarang hadir seorang pemuda, tampan dan berkharisma dengan mata elang yang sangat tajam, oh..dan jangan lupakan kesan sexy dah badboy nya itu.


Dia perlahan memporak porandakan kesendirianku.


''Hei.. Reina, makan dong sarapannya,kok malah melamun?!'' ucap Jacob mengagetkan Reina yang sedang melamun.


''Uhh..maaf'' ucap Reina malu


''Cepat dimakan,nanti keburu dingin. Setelah ini banyak hal yang ingin aku bicarakan denganmu'' ucap Jacob santai.


''Bicara apa? ngomong aja sekarang'' ucapku dengan setenang mungkin. Aku tak ingin terlihat lemah olehnya.


''Nanti saja, sekarang cepatlah makan'' titah nya tanpa bantahan.


''Baiklah.. '' ucapku akhirnya pasrah.


Aku segera melahap sarapan nasi goreng spesial yang dibuat oleh Jacob. Rasanya luar biasa, enak banget.


Tak berlama lama, karena aku penasaran dengan apa yang hendak dobicarakan oleh Jacob.


Dia selesai mencuci bekas makan kami, lalu mengeringkan tangannya, mengambil segelas minuman,lalu berjalan kearah ruang tengah.

__ADS_1


Aku mengikutinya dari belakang.


Lalu dia duduk dengan santainya, menarik nafas 3 kali.


Dia melirik kearahku yang masih berdiri mematung di depan pintu.


''Kemarilah!'' ucapnya sambil melambaikan tangannya memanggilku.


Aku berjalan perlahan kearahnya.


Dia menepuk nepuk kursi disebelahnya, menyuruh ku duduk disana.


Aku pun menurut. Duduk disebelahnya, walaupun mengambil jarak diujung sofa bed itu.


''Dengar baik baik ya??''


Aku mengangguk tanda setuju.


''Aku ingin menyampaikan pesan ayahku pada mu. Ayahku bilang bahwa kondisi ayahmu semakin stabil, dan beliau minta untuk seghea berjumpa denganmu'' ucap jacob pelan tapi masih terdengar oleh ku.


''Bagaimana Reina? Apa kau sudah siap? Tanya jacob.


Aku masih terdiam, masih berusaha memcerna setiap baris kata yang diucapkan Jacob.


''A..apa? Ayah?? Ingin berjumpa?Ayah...lirih ku.


''Reina..kau tak apa apa? Tanya Jacob karan tak kunjung mendapat Jawaban dari ku.


Aku sedikit terlonjak, ternyata Jacob memelukku dari samping.


''Reina, kau tidak apa apa? Jangan takut, ada aku disini'' ucapnya sambil memberikan usapan pelan di lengan kiriku itu.


Perlahan aku merasakan sangat hangat. Ada sensasi menggelitik yang aku rasakan.


Aku belum pernah merasakan hal seperi itu. Pun dengan orang tua ku.


''Kalau kau belum siap, tak apa. Aku akan menunggu sampai kau siap'' ucap Jacob kembali.


Dengan terbata bata, aku memcoba menjawabnya.


''A..aku takut Jacob, aku takut kalau ternyata aku tak sesuai dengan apa yang dia harapkan''


''Tidak ada yang perlu kau takutkan Rei, lagi pula, aku yakin sekali, kalau ayahmu alan lamgsung jatuh cinta padamu, kau tau'' ucap Jacob bingung.


''Hmm..baiklah,aku siap bertemu'' ucapku penuh keyakinan. Aku tak mau terlihat sepeti anak yang menyedihkan dan cengeng.


''Benarkah? Baiklah aku akan menelpon ayahku sekarang'' ucap Jacob senang.


Jacob berjalan memjauh dari Reina. Lalu dia segera menghubungi ayahnya melalui ponsel pintar miliknya.

__ADS_1


Jacob : ''Ayah, aku sudah sampaikan ke Reina pesan Ayah''


Anthony : ''ow ya? Lalu bagaimana tanggapannya?''


Jacob : ''Ya, dia bilang, dia mau berjumpa dengan paman''


Anthony : ''itu sangat luar biasa, ayah akan menyampaikan pada paman mu. Ayah yakin dia akan sangat bahagia.''


Jacob : ''ok ayah. Ow ya, kapan kira kira mereka akan dipertemukan ayah?''


Anthony : ''Ayah akan menyesuaikan jadwalnya dengan dokter terlebih dulu. Mungkin besok atau lusa. Nanti akan kabari lagi.


Jacob : ''baiklah kalau begitu ayah''.


Anthony : ''Jack, ayah minta tolong padamu, kaga dia baik baik. Karena ayah tidak bisa menemaninya saat ini. Kau taukan kalau paman mu sedang tidak baik baik saja. Tapi tolong jangan katakan apapun tentang itu pada Reina,karna pamanmu khawatir akan membuat dia susah nantinya. Kau drngar ayah Jack?''


Jacob : ''Iya ayah, aku dengar. Ayah tak perlu khawatir, aku akan menjaganya dengan baik''


Anthony : ''baiklah kalau begitu. Ayah tutup dulu. Sampaikan salam ayah padanya ''


Jacob : ''Baik ayah. Sampai jumpa nanti''


Lalu pembicaraan itu pun berakhir.


Jacob kembali berjalan mendekati Reina.


''Apa kata Anthony?'' tanya Reina pada Jacob, begitu laki laki itu duduk kembali disebelah Reina.


''Ayahku bilang, secepatnya besok atau lusa kau bisa bertemu dengan ayahmu'' ucap Jacob.


''Apakah kau senag Rei?'' tanya Jacob


''Hm..hm..tentu aku sangat senang. Bukankah sejak awal ini adalah tujuanku datang kekota ini?.!'' ucap Reina dengan mata yang berbinar binar.


Satu yang patut disyukuri oleh Jacob, bahwa Reina yidak sekaku seperti dipertemuan mereka sebelumnya.


Jacob tersenyum melihat perubahan sikap tersebut. Setidaknya sedikit banyak perubahan Reina karena usahanya yang membuat perempuan itu memjadi sedikit terbuka dan sedikit ramah .


''aahh Rei,teruslah begini,jangan berubah lagi'' lirih Jacob dalam hatinya.


''Reina, sebaiknya kau siap siap, kita akan pergi berbelanja sekarang. Aku ingin kau terlihat cantik dan memukau besok saat berjumpa dengan ayahmu.''


''Hah? apa? Ga usah , pakaian ku sudah terlalu banyak. Dan ditambah malam ini, merwka seperti pasangan saja.


''Tidak, ini adalah permintaan ayahmu''


''jadi cepatlah bersiap, akan menunggu dibawah'' ucap Jacob santai dan langsung meninggalkan ruangan itu .


Jacob berjalan santai menuju ruang tamu. Dia sangat bahagia sekarang. Direlung hatinya sekarang, perlahan tapi pasti.. Sebuah nama telah terpatri dan dia tidak ada niatan sedikitpun untuk menghapus atau menggantinya demgan nama wanita lain.

__ADS_1


'


__ADS_2