
Setelah Jacob pergi, akhirnya Reina bisa bernafas dengan lega.
Dia sangat sangat tidak nyaman dengan keberadaan Jacob dirumahnya.
Bukan tidak sopan, hanya saja dia memang tidak terbiasa dengan orang baru.
Kau ingat?! Dia dari kecil selalu sendiri, ya sendiri. Tidak punya teman, bahkan tidak dekat dengan ibunya, wanita yang melahirkannya. Jadi bagaimana mungkin secepat itu dia akan terbiasa bersama sama, ah bukan! lebih tepatnya berduaan dengan orang asing, orang yang baru dikenalnya kemarin malam.
Siang berganti sore, langit yang sudah mulai menampakkan keindahannya dengan warna jingga yang menghanyutkan. Langit jingga disore hari adalah waktu yang sangat dinantikan oleh seorang Reina.
Baginya,langit jingga itu bagai sebuah sihir, pemandangan yang syarat dengan hal magis.
Reina duduk dibalkon kecil dikamarnya dilantai dua. Dia duduk seorang diri ditemani secangkir teh panas. Dia menatap langit jingga dengan diam. Banyak hal berkeliaran di dalam pikirannya saat ini.
Tentang ayahnya yang sudah tak sabar ingin ia jumpai, lalu tentang ibunya yang sekarang ini entah bagaimana dan dimana dia sekarang.
Lalu sekarang ditambah lagi dengan kehadiran seorang Jacob.
Ini adalah pengalaman pertama baginya bergaul dengan laki laki. Dari dulu, jangankan laki laki, teman perempuanpun dia tak punya.
Ini adalah hal baru baginya.
Makanya, Reina tak pandai dan tidak tau bagaimana caranya ''berteman'' , terutama dengan laki laki. , huuff sangat miris sekali, hidupnya.
Tak terasa, entah sudah berapa lama Reina duduk dibalkon kamarnya. Senja dengan langit jingganya pun telah pergi, berganti dengan gelap tang merangkak perlahan memenuhi seluruh langit.
Reina segera beranjak ke dalam kamarnya. Dia merasa sangat membutuhkan istirahat. Yang lelah bukanlah fisiknya, tapi lebih kepada lelah dalam fikirannya.
Tiba tiba, ketika dia hendak berbaring,
''krruuukkk..'' terdengar bunyi yang begitu nyaring ditelinganya.
Reina tersenyum masam sambil mengusap perutnya.
''Aahh...sialan,perut tidak bisa diajak kerja sama,padahal saat ini aku malas sekali untuk turun kebawah'' ucapnya bermonolog.
Dia mengabaikan rasa lapar diperutnya dan membaringkan tubuhnya dikasur empuknya.
''krruuuukkk''.....
__ADS_1
Tapi lagi lagi, bunyi itu kembali terdengar, membuat Reina merutuk kesal.
''oke..oke..aku akan isi kau sekarang'' ucapanya sambil menatap dan menunjuk perutnya sendiri.
Lalu dia segera turun ke bawah, berjalan menuju pantry kecilnya.
Membuka kabinet tempat penyimpanan makanan instan, lalu mengambil sebungkus mie rebus kesukaannya, berjalan kearah kulkas dan mengambil telur.
Setelah mengisi panci kecilnya dengan air, lalu meletakkannya diatas kompor gas nya.
Ketika dia hendak menghidupkan api kompornya, terdengar bell rumahnya berbunyi.
''ding..dong..ding..dong''..
Bunyi yang sangat memekakkan telinga,karena ditekan berkali kali orang tamu tak diundang itu.
Dengan kesal Reina berjalan kearah pintu rumahnya.
''Siapa sih yang tak tau diri,bertamu malam malam dan membuat keributan memaikan bell berkali kali. Seperti orang yang yang kirang kerjaan saja'' rutuk Reina sambil berjalan dengan gegas kearah pintu.
''Liat saja,akan ku usir tamu sialan ini'' makinya lagi.
Lalu dia memutar kunci pintu, membuka pintu sedikit dan bersiap siap dengan segala sumpah serapahnya.
''A..apa yang kau lakukan disini malam malam begini?'' ucap Reina ragu ragu pada tamu tak diundang itu
''Reina..mengapa kau selalu begini? Bertanya tanpa menyuruhku masuk terlebih dahulu?'' ucap tamu itu tanpa menjawab pertanyaan Reina.
Reina menarik nafasnya kasar,lalu bergeser kesamping, membuat tamu tak diundang itu tersenyum lebar dan melangakah masuk kedalam rumah Reina.
Dia tidak duduk diruang tamu, seperti tamu pada umumnya, tapi terus melangkah menuju pantry Reina.
''Hei..apa yang kau lakukan? Mau apa kau disitu? Ucap Reina tidak suka dengan kelakuan semena mena dari tamunya itu.
''Aku punya nama Reina, kenapa kau memanggilku hei..hei..?!'' ucapnya dengan wajah yang dibuat seperti sedih.
''ccckk.. '' jawab Reina semakin kesal. Karena dari tadi tak satupun tanya nya dijawab oleh orang itu.
Dengan enggan akhirnya Reina berucap.
__ADS_1
''Apa yang kau lakukan Jacob, mengapa kau kesini lagi? Tidakkah kau sadar kalau aku merasa sangat terganggu'' ucap Reina bernada kesal..sangat sangat kesal.
Senyum mengembang dibibir Jacob. Yaa, tamu tak diundang itu adalah Jacob.
''Kemarilah,aku tau kau pasti belum makan malam. Dan aku sangat yakin kalau kau akan makan dengan makanan sampah itu lagi'' ucap Jacob sambil menunjuk dengan dagunya menu makan malam Reina yang belum jadi dieksekusinya.
Reina enggan mendekat pada Jacob. Tapi tiba, lagi lagi perutnya berbunyi dengan sangat kencang.
''kkrrruuukk..''
Kedua orang itu sama sama terkejut dengan bunyi yang sangat kuat itu,lalu keduanya saling pandang, tapi dengan ekspresi yang berbeda.
Reina dengan wajah yang merah padam karena malu, sedangkan Jacob langsung tertawa terbahak bahak dengan kejadian yang menurutnya sangat lucu itu.
''hahahahahahaa...'' tawa Jacob menggelegar diseluruh ruangan itu.
''Kemarilah, ayo duduk disini,aku rasa perutmu itu akan semakin mengamuk jika kau masih keras kepala dan berdiri disana'' ucap Jacob sambil berjalan kearah Reina.
Karena tidak melihat pergerakan sama sekali dari Reina, Jacob mendekat dan menarik tangan Reina, menyuruhnya duduk dikursi yang, lalu meletakkan piring berisi makanan yang sangat menggiurkan dihadapan Reina.
''Makanlah'' ucapnya singkat.
Reina memandang pada sepiring lasagna yang terlihat sangat menggoda itu, dan sepotong chickec cordon dengan keju yang membuat Reina menitikkan air liurnya.
''Jangan hanya dipandangi Reina, kau tidak akan kenyang hanya dengan memandangi makanan itu'' ucap Jacob lembut.
Reina tersadar dari lamunannnya. Sebenarnyabdia sangat enggan dan malu untuk makan. Tapi apa boleh buat, perutnya sudah semakin memberontak. Mau tak mau dia harus makan, menahan semua rasa malunya.
Perlahan Reina menyendok lasagna lezat itu dan memasukkan kedalam mulutnya. Dia reflek memejamkan matanya, merasakan nikmat makanan itu. Ekspresi wajahnya langsung berubah menjadi sangat cerah. Tanpa menunggu lagi, dia segera kembali menyuap makanan itu dengan nikmat.
Tak berhenti disitu, Reina mengambil chicken cordon dengan tangannya dan menggigit nya, sehingga lelehan keju memenuhi bibir Reina.
'''hhhmmm...'' de**han Reina yang menikmati makanannya mengganggu Jacob.
Dia memperhatika Reina dan menjadi sedikit gelisah. Baginya cara Reina menikmati makanan itu sangatlah.... Sexy dan menggoda.
Tanpa sadar Jacob menghentikan makannya dan terus memperhatikan Reina. Matanya tak sedikitpun berkedip.
''Apakah sangat enak'' tanya Jacob dengan suara yang sedikit berubah karena menahan sesuatu yang tengah bergejolak dalam dirinya.
__ADS_1
''Sangat nikmat..aahh. Aku belum pernah makan senikmat ini sebelumnya'' ucap Reina yidak menyadari keadaan Jacob yang sekarang terus memandangnya.
Reina terus menikmati makannya sambil mengeluarkan gumaman yang lebih seperti de**han bagi Jacob.