Sekali Lagi

Sekali Lagi
Bab. 32. Benarkah?


__ADS_3

Jacob memang tak memiliki jawaban dari pertanyaan Reina. Tapi dia tau pasti hatinya.


Dia merasakan sakit dihatinya ketika Reina sangat merendahkan dirinya sendiri.


''sudah begitu parahkah orang orang memperlakukannya, sampai sampai dia tak mempunyai rasa percaya diri sedikitpun'' keluh Jacob dalam benaknya.


Tanpa kata, Jacob berjalan ke arah Reina. Sedikit memaksa, dia membawa Reina kearah cermin full body yang terletak disamping Lemari besar dikamar papanya ini.


Reina sedikit terkejut dengan tindakan Jacob.


''Apa yang kau lakukan Jacob!'' sentak Reina dengan suara yang cukup kuat dan menahan amarahnya.


''Diam dan ikutlah sebentar'' ucap Jacob kesal


Sampai didepan cermin itu, Jacob mengarahkan tubuh Reina kehadapan cermin itu.


''Lihat! Apa kau tidak sadar akan dirimu? Jangan katakan kau tidak melihat seperti apa dirimu Reina. Jangan pernah mengatakan kau tidak cantik. Lihat! Lihatlah Reina!!'' ucap Jacob kesal dan sedih bercampur didalam rongga dadanya.

__ADS_1


Kesal karena Reina sangag t keras kepala dan sedih karena Reina yang tak menghargai dirinya sendiri.


Reina tertegun didepan cermin besar itu. Dia mematut lama dirinya disana. Dibelakangnya berdiri Jacob yang memandangnya penuh puja.


Selama ini Reina memang tak pernah peduli dengan penampilannya, Karena selalu mendengar kata kata jelek,aneh, kampungan dan segala macam perkataan buruk tentang dirinya, membuat Reina percaya semua ucapan orang orang itu.


Aaahhh..betapa jahatnya mereka telah menyesatkan Reina begitu dalam, sampai sampai dia tak mengenali rupanya yang sesungguhnya.


Perlahan dia mendekat ke arah cermin. Mematut dirinya, menyibak rambut yang selalu diarahkan kedepan untuk menutupi wajahnya, dia sedikit tersentak melihat wajahnya sendiri yang selama ini selalu disembunyikan dengan penampilan yang aneh.


''Apa ini aku?'' ucap Reina sambil meraba wajahnya tak percaya.


Kecantikan yang alami tanpa alat alat kecantikan. Karena Reina percaya bahwa dia tidak canyik, maka dia merasa tak memerlukan alat alat itu.


''Itu kau Rei..benar benar kau'' ucap Jacob tersenyum melihat kepolosan Reina.


''Tapi orang orang bilang aku..'' ucapan Reina terhenti karena diputus oleh Jacob.

__ADS_1


''Karena mereka iri pada kecantikanmu Reina, dan lau yang tidak pernah melawan sehingga percaya dengan kata kata jahat mereka'' ucap Jacob meyakinkannya.


''Aahhh... ''Reina tiba tiba merasa sangat sedih, air matanya mengalir dengan sangat deras tanpa bisa dihentikannya.


''Hiks..hiks..hikss..'' tangis Reina tak kunjung berhenti.


Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


''Ah..ternyata aku benar, dibalik sikap ketus cuek dan keras kepalanya, dia hanyalahnseirang gadis biasa yang sangat rapuh. Sungguh gadis yang patut untuk dikasihani, dicintai dan dilindungi'' bathin Jacob sedih melihat dan mendengar tangis pilu Reina.


Perlahan Jacob berjalan mendekati Reina. Dia merengkuh Reina dan tanpa perlawanan Reina melabuhkan kepalanya didada bidang Jacob. Menangis sepuasnya didalam dekapan Jacob.


Dan Jacob tak bergerak sedikitpun. Dia tetap setia ditempatnya dengan Reina dalam dekapannya. Memberikan waktu sebanyak yang Reina butuhkan. Menangis selama yang dia mau.


''Menangislah Rei..keluarkan semua saat ini juga. Lalu setelah ini berjanjilah bahwa tidak akan ada tangisan lagi'' ucap Jacob pelan. Dia mengusap lembut punggung Reina. Mencoba memberikan rasa nyaman dan mencurahkan rasa cinta dan sayang yang Jacob punya untuk Reina.


Reina cukup lama menangis. Sampai matanya bengkak.

__ADS_1


''Lihatlah,kau semakin lucu dan menggemaskan dengan mata bengkak seperti ini Rei. Ucap atau Jacob donk himalayan.


__ADS_2