Sekali Lagi

Sekali Lagi
30. Pengakuan Jacob


__ADS_3

Reina terdiam mendengar dan melihat Jacob yang nekad bersimpuh didepannya.


Tak ayal, sang ayah yang berada didalam ruangan itu pun melihat apa yang terjadi. Anthony cukup terkejut dan merasa heran dengan apa dia lihat saat ini.


Perlahan pria itu berjalan mendekat ke arah anak laki laki satu satunya itu.


''Jack, Ada apa ini? Ada yang bisa menjelaskannya pada papa?'' tanya Anthony bingung.


Jacob terkejut mendengar suara sang papa yang tiba tiba sudah berada disampingnya dan memandang penuh tanya pada Jacob.


''Aah..papa'' lirih Jacob tak berdaya. Sejenak dia melupakan kehadiran sang papa ditengah keresahan dan rasa bersalahnya.


''Jacob!?'' panggil sang papa kembali. Beliau sungguh yidak sabar menunggu penjelasan dari sang anak.


''Nothing happen dad..'' ucapnya memelas. Dia sungguh tak tau haris menjelaskan apa pada sang papa.


''Nothing happen? And what is this? Ar you kidding me Jack??'' sarkas sang papa dengan alis yang sudah naik sebelah, pertanda dia sangat butuh penjelasan.


''Bisa kita bicarakan nanti papa?'' pinta Jacob memohon.


''No..sekarang!'' ucap sang papa tegas.


''oke, but not here'' pasrah Jacob


''Ikut papa!'' perintahnya pada sang anak.


Pria tua itu melangkah keluar dari kamar utama itu, diikuti oleh Jacob yang tertunduk dan tak bersemangat.


Sebelum keluar dari ruangan itu, di depan pintu, Jacob memandang Reina dan pada saat bersamaan Reina juga tengah memandang Jacob. Mata mereka saling bertemu, terdiam beberapa saat dan akhirnya melanjutkan langkahnya ketika terdengar panggilan dari sang papa.


''Jack..apa kau akan berdiri terus disitu?!'' ucap Anthony.


''Iya papa, I'm comming'' jawab Jacob sudah sangat pasrah.


Dia tidak tau apa yang akan terjadi dan apa yang akan dilakukan ayahnya saat dia tahu kesalahan yang telah dilakukannya.


Anthony membawa Jacob keruang kerja yang memang disediakan untuk dia bekerja sambil menjaga Andreas.


''Oke.. Katakan!!'' ucap Anthony langsung.


''Aku minta maaf pa'' ucap Jacob langsung


''untuk...?!'' tanya Anthony bingung dan butuh penjelasan.


''Karena aku sudah sangat lancang pada Reina'' ucap Jacob lagi.

__ADS_1


''Maksudnya? Ayolah Jacob, jangan bertele tele, katakan apa yang sudah terjadi!!'' ucap Anthony tak sabar.


''Aku...aku.. Telah lancang mencumbunya ketika dia sedang tidur papa'' ucap Jacob lirih dan pelan tapi masih terdengar ditelingan sang papa.


Matanya terbelalak tak percaya dengan apa yang didengarnya.


''APA!!'' teriak Anthony kaget


''Lancang kamu..plak!!!'' marah Anthony dan melayangkan tamparan yang cukup keras ke pipi Jacob.


Jacob yang tidak mengira akan diperlakukan seperti itu sedikit terhuyung ke kanan. Di pipi kirinya jelas terlihat bekas tamparan sang papa.


''papa kecewa padamu Jack, papa tidak pernah mengajakanmu menjadi laki laki pecundang. Kalau kau menyukainya, katakan baik baik. Jangan memanfaatkan disaat dia sedang tak berdaya, itu sama saja kalau kau itu seorang pengecut!!'' amarah Anthony tak terbendung.


''Sorry dad..'' ucap Jacob penuh sesal.


''Aku sungguh tak tau kenapa bisa berbuat seperti itu pa, sungguh aku menyesal'' ucap Jacob lagi.


''Lalu, kalau dia sedang tidur,kenapa sekarang dia marah padamu? Apa kau memberitahunya? Bodoh!!'' ucap Anthony.


''No dad, dia terbangun disaat aku sedang menciumnya'' ucap Jacob lirih.


''What?? Jadi bukan hanya sebentar, sampai dia terbangun! Kau sungguh keterlaluan Jacob!!'' Ucap Anthony kembali marah.


''Aku sudah berusaha minta maaf, tapi dia tidak mau mendengarkan ku. Bahkan dia bilang kalau dia sangat membenci aku papa'' ucap Jacob sedih.


''Maaf, aku saat ini tak bisa membantumu. Kau yang berbiat kesalahan, kau selesaikan saja sendiri '' ucap Anthony masih kesal dengan kelakuan anaknya.


Diakuinya, kalau Jacob bukanlah laki laki yang alim. Dia pernah beberapa kali mendaptakan buku dewasa dikamar sang anak, dan video yang sengaja disimpannya di laptopnya. Jadi sang ayah sudah tau tabiat anaknya. Hanya saja dia tidak menyangka dia akan melakukannya juga terdapat anak dari rekannya. Bahkan dia adalah Boss nya, bukan hanya sekedar teman.


Karena kesal, akhirnya Anthiny berjalan meninggalka Jacob didalam ruangan kerjanya itu.


Berjalan kembali ke kamar utama, dimana Reina masih setua menunggui sang papa untuk kembali sadar.


''Rei....'' panggil Anthony lembut.


Reina yang sedang bermenung sambil menggenggam tangan sang ayah, menoleh ke arah suara yang memanggilnya itu.


Perlahan Anthony mendekat pada Reina.


''Reina..om minta maaf atas kekurang ajaran anak om, om sunggub malu atas perbuatannya'' ucap Anthony tulus.


Reina terkejut ketika Anthony berucap seperti itu. Wajahnya memerah seketika, marah dan malu bercampur aduk dikepalanya.


''ya Tuhan, apa om Anthony sudah tau semuanya, malu nya aku. Dasar laki laki bodoh itu, apa diabtidak malu menceritakannya pada papa nya, awas saja dia, tidak akan aku ampuni'' rutuk Reina dalam hati.

__ADS_1


''Reina, apa kau mendengarkan om?'' tanya Anthony


''Tentu..tentu saj'' ucap Reina gugup.


''Benarkah? Lalu, apa kau bersedia memaafkannya? Om tau ini sangat tidak adil bagimu, tapi alangkah baiknya kalau kau mendengarkan penjelasannya'' ucap Anthony lagi.


''Om tau dia salah. Tapi dari dulu Jacob anak yang bertanggung jawab. Jadi om yakin dia tidak akan memperlakukanmu diluar batas. Mungkin dia hanya khilaf atau benar benar merasakan sesuatu padamu'' ucap Anthony doiringi senyum nakal dikahir kalimatnya.


''Blusshh..'' wajah Reina kembali memerah. Kali ini sungguh dia sangat malu, apalagi kerlingan mata Anthony yang menggodanya.


''Om bicara apa? Itu tidak mungkin, aku bukanlah seseorang yang istimewa'' ucap Reina mencoba menghilangkan perasaan malunya.


''Siapa bilang? Kau ini sangat cantik Reina, tidak ada laki laki yang tidak tertarik padamu, hanya saja mungkin mereka merasa segan karena pembawaanmu yang dulu sangat misterius'' ucap Anthony menyakinkan Reina.


''Tidak.. Tidak ada yang pernah mengatakan aku cantik. Aku sangat saaangat tidak cantik, jadi tidak mungkin orang akan suka padaku'' ucap Reina pesimis.


''Oh Reina sayang, itu tidak benar. Kau lihat bukan papamu sangat tampan, lalu lihatlah kau yang seperti pinang dibelah dua dengan papamu, sungguh sungguh Cantik'' ucap Anthony menaikkan rasa percaya diri Reina.


''Itu benar,kau sangat cantik dan itu membuat aku selalu ingin didekatmu Rei '' ucap Jacob tiba tiba.


Jacob berjalan mendekat perlahan kearah Reina dan sang papa , Anthony . Sekilas dua melirik pada papanya. Lalu papanya menganggukkan kepalanya, mengisyaratkan Jacob untuk mendekat.


''Selesaikan masalhlah kalian, karena menghindar bukanlah jalan yang baik'' ucap Anthony.


Menepuk pundak sang anak, lalu berjalan keluar dari kamar itu dan menutup pintu.


Tinggallah Reina dan Jacob yang diliputi rasa canggung yang mendadak hadir diantara mereka.


''Rei..'' panggil Jacib memecah keheningan.


Tak ada jawaban. Reina masih menundukkan kepalanya, bergeming ditempat duduknya.


Jacob berjalan ke samping Reina, memutar duduk gadis itu agar menghadap kearahnya.


Lalu berlutut didepan Reina.


Perlahan Jacob meraih tangan Reina dan menggenggamnya erat. Reina cukup terkejut dengan tindakan Jacob. Berusaha menarik tangannya, tapi ditahan oleh Jacob.


''Rei, dengarkan aku. Aku aku akui aku salah Rei dan aku minta maaf untuk itu. Tapi sumpah Rei, aku tak berniat melecehkanmu atau apapun pikuran burukmu tentang aku'' ucap Jacob panjang lebar


Reina masih belum menanggapinya. Dia masih diam dan hanya mendengarkan apa yang diucapkan oleh Jacob.


''Rei..asal kau tau, sejak pertemuan kita pertama kalinya,aku sudah merasakan sesuatu yang berbeda terhadapmu. Dan semakin hari aku semakin yakin kalau...'' ucapan Jacob terjeda sesaat.


Dia menarik nafas rakus seolah melepaskan sesak didalam dada yang selama ini berusaha ditahannya.

__ADS_1


''Aku menyukai mu Reina..ah tidak,lebih tepatnya jatuh cinta padamu'' ucap Jacob lirih dan sangat mengharapkan Reina membalasnya.


''bagaimana kira² ya kira kira reaksi Reina? Apakah dia memaafkan dan menerima cinta Jacob atau tidak? Yuk ah biar ga penasaran diikuti terus yaa kesayangkuuu.. 💜💜''


__ADS_2