Sekali Lagi

Sekali Lagi
Bab 21 . Rapuh


__ADS_3

''Apakah sangat enak'' tanya Jacob dengan suara yang sedikit berubah karena menahan sesuatu yang tengah bergejolak dalam dirinya.


''Sangat nikmat..aahh. Aku belum pernah makan senikmat ini sebelumnya'' ucap Reina yidak menyadari keadaan Jacob yang sekarang terus memandangnya.


Reina terus menikmati makannya sambil mengeluarkan gumaman yang lebih seperti de**han bagi Jacob.


''Sial Reina, jangan lakukan itu, kau sangat menyiksaku kau tau?!'' rutuk Jacob dalam hati.


Jacob tiba tiba merasakan panas disekujur tubuhnya. Dan Reina belum menyadari perubahan itu. Dia tetap asik menikmati makan malamnya.


''Aahh...perutku kenyang, ini sangat nikmat sekali, thanks Jacob'' ucap Reina . Dia melihat ke arah Jacob, dan tiba tiba merasa heran melihat wajah Jacob yang berubah.


''Kau kenapa, apa kau sakit?'' tanya Reina bingung. Tapi Jacob tidak memberikan jawaban sedikitpun. Reina semakin heran melihatnya.


Karena tidak mendapat jawaban dari Jacob, akhirnya Reina bangkit dari tempat duduknya, melewati Jacob dan berhenti sebentar,masih menunggu jawaban Jacob, tapi Jacob tak kunjung berucap. Reina menggedikkan bahu nya dan berjalan ke arah washtafel, mencuci piring bekas makannya.


Jacob memperhatikan semua gerak gerik Reina tak berkedip.


Jujur saja, sejak awal bertemu, Jacob sudah tertarik pada Reina. Gadis ini sangat cantik,hanya saja dia menutupi dengan gayanya yang aneh itu. Entah Reina sengaja bergaya seperti itu atau memang dia yang terlalu cuek dengan penampilannya.


Jacob menelan saliva berkali kali begitu teringat suara Reina pada saat makan tadi.


''Hei..kau kenapa? '' tanya Reina lagi, kali ini dibarengi dengan tepukan pada bahu Jacob.


Membuat Jacob terlonjak dan tersadar seketika.


''Astaga Reina, kau mengangetkan saja'' gerutu Jacob.


''Kau yang aneh,dari tadi diam saja seperti orang kesurupan! Ditanya tidak menjawab'' sungut Reina.


''Makan malamnya sudah selesai, terima kasih. Sekarang kau bisa pulang'' ucap Reina kemudian.


''Apa? Kau mengusirku? Setelah aku membawakanmu semua ini,lalu sekarang kau mengusirku? Mana sopan santun mu nona?!'' ucap Jacob sarkas.


''Aku kan sudah berterima kasih,kau lupa? '' jawab Reina datar.


''Lagi pula ini sudah malam,aku pun ingin istirahat'' Ucap Reina.


Jacob memutar matanya malas, sebenarnya dia masih ingin berlama lama disini. Dia ingin mengenal Reina Lebih jauh.


''DDDuuuaarrr''


Tiba tiba bunyi petir terdengar dan disusul hujan yang lebat. Jacob tersenyum bahagia.

__ADS_1


''Sepertinya alam mendukungku'' hatinya bersukur.


''Hujan sangat lebat, sepertinya akan lama, aku akan menunggu disini sampai hujan reda'' ucap Jacob santai.


Dia menghabiskan makannya segera. Lalu berjalan ke washtafel dan mencuci piring bekas makannya sendiri.


Lalu dengan santai berjalan keruang tengah, ruangan yang menjadi tempat favourite Reina. Dia duduk dengan santai di sofa bed itu dan mulai sibuk dengan gawainya.


Reina yang melihat itu hanya melongo bingung dengan tingkah menyebalkan Jacob.


Lalu dia buru buru ke ruang tengah, ketempat Jacob bersantai.


'Walaupun hujan,kau masih bisa pulang Jacob, karena kau pakai mobil kan,jadi tidak akan kehujanan'' ucap Reina kesal.


''Hmm..aku tau, tapi biasanya kalau hujan lebat seperti ini akan sedikit banjir dijalan utama, aku malas melewati genangan banjir itu'' ucapnya tak peduli dengan mata Reina yang melotot tak percaya. Tapi dia tidak peduli.


''Kalau kau mau istirahat,pergilah. Aku akan disini sampai hujan reda'' ucapnya santai.


''APA!!???, enak saja. Mana bisa begitu! '' protes Reina.


''Kenapa? Kalau kau tidak mau istirahat, apa kau mau menemani pria kesepian ini disini Reina?'' ucap Jacob menggoda Reina dengan menaik turunkan alisnya.


''Kau gila!!'' rutuk Reina. Di berjalan kekamarnya, meninggalkan Jacob dengan menghentak hentakkan kakinya.


Reina masuk kedalam kamarnya. Dia sangat kesal dengan kelakuan Jacob yang dinilainya suka seenaknya.


''Laki laki aneh, kurang ajar, tidak sopan!dia pikir dia siapa, apa ini rumah nenek moyangnya?!..aarrgghh...sebeeel..'' Reina mengomel ngomel sendiri.


Karena kesalnya, Reina berjalan kearah kamar mandi tanpa membawa handuknya. Dia ingin cepat cepat membersihkan diri dan segera memejamkan matanya.


Tiba tiba..


''DDDUAAAARRR!!!


Lagi lagi terdengar petir yang kali ini lebih kuat dari yang sebelumnya. Dan tak Lama listrik tiba tiba padam.


''Aaaaaaaa.....!! Teriak Reina.


Jacob yang sedang diruang tengah pun tak kalah terkejut dengan bunyi petir itu. Dan pada saat dia mendengar jeritan Reina, dia segera berlari kekamar Reina.


''Rei..Reina..kau tidak apa apa? Tanya Jacob didepan pintu kamar Reina. Tidak ada jawaban.


Jacob membuka pintu kamar, ditemani dengan penerangan dari gawainya, dia memanggil Reina.

__ADS_1


''Rei...Reina..kau dimana?'' ucap Jacob lagi.


Tidak ada jawaban.


Tiba tiba dia mendengar suara rintihan dari arah kamar mandi. Suaranya sangat pelan, seperti orang yang sedang minta tolong.


''Reina..kau didalam?'' tanya Jacob didepan pintu kamar mandi yang tertutup.


''to..tolong aku'' rintihan suara Reina sangat pelan. Jacob menjadi cemas.


Dia membuka pintu kamar mandi. Dia terkejut melihat Reina yang berjongkok disudut kamar mandi, menggigil ketakutan dan memeluk kedua lututnya. Dan yang lebih mengejutkan Jacob, saat ini Reina tak menggunakan pakaian, hanya tersisa pakaian dalamnya saja.


Jacob menelan salivanya. Dia hendak keluar dari kamar mandi, tapi tiba tiba Reina memanggilnya,lirih..


''Ja..jangn pergi, aku takut. Tolong?'' ucap Reina lirih dan bergetar.


Jacob mematung seketika mendengar ucapan Reina. Dia berbalik dan berjalan perlahan kearah Reina, dia mati matian berusaha menahan gejolak dalam dirinya yang tina tiba muncul saat melihat penampakan Reina saat ini.


''Rei..aku disini,jangan takut'' ucap Jacob sambil berjongkok didepan Reina.


Tiba tiba Reina langsung menubruk Jacob, dan memeluknya erat erat.


Jacob yang terkejut, tak bisa berbuat apa apa. Dia merasakan tubuh Reina yang menggigil hebat.


Secara naluriah, tangan Jacob melingkar ketubuh Reina. Dia menyentuh kulit Reina yang menimbulkan sengatan pada diri lelakinya.


Tapi dia mencoba menepis gejolak yang hadir dalam dirinya itu. Membawa Reina berdiri.


''Ayo,ikut aku. Jangan takut, kau aman sekarang'' ucapnya masih memeluk Reina dengan sebelah tangannya dan menuntun Teina keluar dari kamar mandi yang gelap itu.


Jacob membawa Reina ke arah tempat tidur dan meraup selimut yang ada disana, segera menutup tubuh Reina yang nyaris polos itu.


Sepertinya Reina tak sadar dengan kondisinya sekarang. Karena tak sedetikpun dia melepaskan pelukannya pada Jacob.


Dia hanya meracau dan meracau.


''mama..mama..Rei takut, jangan tinggalkan Rei..mama.. takut, temani Rei'' lirih Reina.


Jacob sangat terenyuh mendengar suara Reina yang sangat lirih dan gemetar ketakutan itu.


Ini sisi lain diri Reina yang dilihat Jacob. Dibalik sikap acuh, ketus dan galaknya itu, ternyata dia hanyalah seorang anak yang sangat Rapuh.


Jacob mempererat pelukannya pada Reina, duduk dipinggir tempat tidur dan mengusap lembut rambut Reina.

__ADS_1


''Aku gak akan ninggalin kamu Reina, tenanglah, aku disini bersamamu''


__ADS_2