
Tak memakan waktu lama, akhirnya kami sampai dirumah Anthony. Sejak pertama aku berada di kota ini, saat ini untuk pertama kalinya aku berkunjung ke kediaman Anthony.
Rumah yang sangat indah, cukup besar dengan pagar tinggi berwarna hitam, dan halaman yang luas. Sepanjang jalan dari gerbang sampai ke depan teras rumahnya terdapat bunga bunga berwarna warni, membuat kesan hangat sekaligus ceria penghuni kediaman ini.
Anthony memarkir mobilnya didepan garasi, aku melihat ke pintu utama disebelah kiri ku, sudah berdiri seorang wanita paruh baya berpenampilah sederhana tapi tampak sangat elegan, mungkin karena wajahnya yang bersahaja dengan tatapan yang lembut kurasa. Aku tak pernah melihat ibuku seperti itu.
''Ayo turun !?'' ucap Anthony membuyarkan lamunanku.
Aku mengangguk, melepaskan seatbelt ku lalu keluar dari mobil. Ku ikuti langkah Anthony yang berjalan menuju ke arah wanita bersahaja itu.
''Reina, kenalkan ini istriku, namanya Jennie'' ucap Anthony padaku.
Aku berusaha menerbitkan senyum ramah pada istri Anthony. Karena seumur hidupku,aku sangat jarang sekali tersenyum, ah lebih tepatnya hampir tidak pernah tersenyum, sangat miris bukan?!
''Selamat datang sayang, akhirnya aku bisa berkenalan dan bertemu denganmu'' ucap wanita itu sangat hangat.
Aku seketika membeku ketika istri Anthony memelukku sangat lembut. Sesaat tubuhku membeku. Dia mungkin menyadari keteganganku, lalu mengusap punggungku pelan, dan sebentar aku kembali rileks.
Aku tak pernah mendapatkan pelukan hangat dari seorang ibu.
''ternyata begini rasanya dipeluk seorang yang dipanggil ibu itu,sangat menenangkan dan nyaman'' batinku berucap.
Kemudian istri Anthony melepaskan pelukannya, masih menggandeng tanganku.
''Ayo kita masuk sayang, kau tak perlu sungkan, anggaplah ini rumahmu juga'' ucapnya sambil membawa ku masuk kedalam rumahnya.
''Terima kasih nyonya'' jawabku kaku. Aku masih belum terbiasa dengan sikap manis dan lembut seorang ''ibu''.
''Jangan memanggilku nyonya, panggil aku tante '' ucap nya lagi
''Baiklah..tante'' ucapku sedikit ragu.
''Sayang, apa semuanya sudah siap? Sebaiknya kita langsung makan saja dulu, nanti bisa dilanjutkan berbincang bincangnya'' ucap Anthony tiba tiba datang entah dari mana.
''Iya, tentu saja. Semuanya sudah siap. Ayo sayang kita makan dulu'' ucap tante Jennie masih sambil merangku tanganku.
''Iya tante, mari'' jawabku singkat
Sesampainya kami diruang makan yang cukup besar itu, terdapat meja makan yang cukup besar,ku rasa bisa memuat 8 orang. Diatasnya sudah terhidang berbagai jenis makanan.
''Tante tidak tau kau suka makan apa, jadi tante masak saja apa yang ada. Tante harap kau suka sayang'' ucapnya lagi.
__ADS_1
''Ah, tante seharusnya tidak perlu repot repot,karena aku bisa makan apa saja'' jawabku merasa tidak enak.
''Syukurlah kalau begitu'' ucapnya lega.
''Kemarilah Reina, duduk disini!'' panggil Anthony sambil menunjuk ke sebuah kursi yang terdapat tepat disebelah kirinya.
Akupun mengangguk dan berjalan ketempat yang ditunjuk oleh Anthony. Aku pun duduk dengan tenang.
''Ayo makan, jangan hanya dilihat saja Reina'' ucap Anthony.
Lalu tante Jennie segera melayani suaminya. Dia begitu telaten menyiapkan makan untuk suaminya.
Aku memperhatikannya semua apa yang dilakukan oleh tante Jennie.
''Reina? Kenapa kau diam saja? apa kau tak ingin makan? Tanya Anthony tiba tiba mengagetkanku.
''Ah..i..itu... A..iya..iya..aku mau makan kok'' ucapku gugup.
Lalu aku mengambil makanan secukupnya.
Tepat saat aku beru selesai mengambil makananku, tiba tiba terdengar suara seorang laki laki.
''Aaah..mom, dad kalian sangat jahat, tidak menungguku sama sekali? Apa kalian sudah melupakan aku?'' ucapnya penuh drama.
''Aw..mom..kenapa malah memukulku. Aahh ternyata benar, kau sudah tak sayang lagi padaku'' ucapanya melanjutkan dramanya.
''Kau ini, salahmu sendiri kenapa tidak menjawab telepon mami!!?'' ucap tante Jennie sedikit kesal dan pura pura cemberut.
Aku yang melihat interaksi ajaib antara tante Jennie sengan seorang laki laki muda yang entah siapa ,hanya bisa melongo seperti orang yang bodoh.
''Eeehh sudah sudah! Kalian ini, selalu saja seperti itu '' ucap Anthony melerai drama yang menggelikan itu.
''Reina, kenalkan, laki laki dewasa aneh dan kekanak kanakan ini putraku, namanya Jacob'' ucap Anthony padaku.
Kemudian,laki laki yang bernama Jacob itu menoleh padaku. Lalu dia berjalan mendekat dan mengulurkan tangannya.
''Hai..namaku Jacob. Kau pasti Reina kan? dad sudah bercerita banyak tentangmu. Ucapnya santai.
''Oohh...ha.hai..., ya benar, namaku Reina'' ucapku sambil memyambut uluran tangannya. Kamipun bersalaman. ''oh..ternyata dia anaknya Anthony'' ucapku dalam hati.
''Ayo duduklah Jack, kau makan sekalian'' ucap tante Jennie.
__ADS_1
''Tentu mom, aku juga sudah sangat lapar'' ucap Jacob sambil menarik kursi disebelahku.
Aku menjadi sedikit risih, karena ini untuk pertama kalinya aku terlalu dekat dengan seorang laki laki dan muda .
Dia duduk dengan santainya tanpa merasa risih seperti ku.
''Makan Reina, jangan diam saja'' ucap Anthony yang menyadari kalau aku yang terdiam dan terrmenung sesaat.
Aku pun terkejut mendengar teguran dari Anyhony.
Aku hanya memberikan jawaban denagn menganggukan kepalaku. Sangat canggung.
Selesai makan, Anthony membawaku keruang keluarganya.
Sedangkan tante Jennie mengawasi asisten rumah tangganya sedang membersihakan hidangan dan meja makan.
''Bi, nanti setelah ini tolong buatkan teh manis antarkan ke ruang keluarga ya, sekalian dengan makanan yang ada dikulkas'' pinta tante Jennie ramah.
''Baik nyonya'' ucap si bibi
Anthony dan aku sedang berbincang tentang keadaan ayahku.
''Kau tau Reina, saat ini keadaan ayahmu sudah jauh lebih baik, aku rasa dia sangat bersemangat untuk segera sembuh dan berjumpa denganmu. Kau sangat memotivasi dia'' ucap Anthony.
''Benarkah? Aku pun sudah tak sabar ingin berjumpa denganya'' ucapku senang.
''Jadi benar,kau belum pernah bertemu sekalipun dengan ayahmu?'' tanya Jacob yang tiba tiba dan entah dari mana. Karena setelah makan tadi dia menghilang begitu saja.
''Hmm..'' jawabku seadanya
''Apa maksud nya itu?'' tanya Jacob lagi
''Kurasa kau sudah tau jawabannya tanpa aku jawab'' akhirnya aku menyahutinya juga.
''Waaahh kau bisa bicara rupanya,kupikir kau ini bisu, karena dari saat kita makan tadi kau hanya diam saja'' ucap pura pura terkejut.
Huff drama lagi.
''Jacob, jaga bicaramu!'' ucap tante Jenni yang baru datang sambil memukul mulut Jacob pelan.
Dibelakang tante Jennie diikuti oleh bibi yang membawa teh hangat dan makanan kecil.
__ADS_1
''Hehehe...ku hanya mengutarakan apa yang kulihat mom'' ucapnya tergelak dengan respon yang diberikan ibunya.