
Setelah kenyang makan, akhirnya aku dan Anthony pun segera pulang.
Sepanjang perjalanan, Anthony menceritakan bagaimana tidak sabarannya ayahku sekarang ini karena ingin bertemu denganku.
''Reina, kau tau!? Aku sangat bersyukur kau akhirnya mau datang kesini. Awalnya aku sangat pesimis kalau kau akan datang, tapi ketika kau menghubungi ku waktu itu, aku sungguh sungguh terkejut sekaligus lega'' ucap Anthony.
''Ow ya? Mengapa begitu?'' Tanya ku heran.
''Karena, awalnya waktu ayahmu mengetahui penyakitnya, dan lalu memcoba menghubungimu, tapi berujung tidak ada balasan, dia menjadi sangat putus asa dan dia menolak melakukan semua tindakan medis'' Dia menjelaskan dengan suara yang sangat sedih.
Setelah diam sejenak, ''Tapi kemudian tiba tiba kau menghubungiku, aku segera memberitahunya bahwa kau akan datang, dia menjadi bersemangat dan memintaku segera melakukan semua jenis pengobatan bagi kesembuhannya. Dia seperti mendapatkan semangat baru untuk kesembuhan dan hidup dengan mu, anak yang selama ini dia rindukan'' ucap Anthony lega.
''Aahh..begitu, syukurlah, aku sangat terharu kalau ayah mau berobat karena aku'' ucapku dengan perasaan yang entah apa, aku pun tak bisa memahaminya.
Sepanjang perjalanan, Anthony tak pernah membiarkan aku diam, dia selalu saja punya seribu satu bahan perbincangan,mulai dari yang serius, sampai hal hal yang ringan.
Seperti misalnya cita citaku, lalu pekerjaan impian dan dimana aku ingin tinggal jika aku sudah dewasa nanti..
Aahh, aku sangat suka saat saat kebersamaanku dengan Anthony. Obrolan hangat dan antusiasnya ketika mendengar aku berbicara, menanggapinya lalu sesekali memberikan pendapatnya, membuatku merasa bahagia, karena suasana seperti ini tak pernah aku dapatkan dari ibuku.
__ADS_1
''Hari ini apa yang akan kau lakukan Reina?'' tanya Anthony.
''Tidak ada, hanya seperti hari hari sebelumnya'' jawabku
''Memangnya kenapa?'' tanyaku sedikit penasaran.
''Kalau kau tidak ada kegiatan, aku ingin mengundangmu makan malam dirumahku, dan aku ingin mengenalkan mu pada istri dan putraku'' jawab Anthony sambil tersenyum.
''Benarkah? Apakah itu tidak merepotkan istrimu? Jawabku ragu.
''Tidak..tidak repot sama sekali. Sebenarnya dia sudah lama ingin berkenalan denganmu'' jawab Anthony tegas.
''Tidak masalah, aku akan mengantarmu sekarang, lalu aku akan menjeputmu jam 07.00 nanti '' jawab Anthony.
Lalu dia segera melajukan mobilnya agar sehera sampai dikediamanku, eh, lebih tepatnya villa ayahku.
Begitu sampai, '' aku tidak perlu mampir, kau masuklah,lalu bersiap siap''
''Aku pulang sebentar, nanti aku akan menjemputmu jam 19.00 nanti'' . Ucap Anthony.
__ADS_1
Aku turun dari mobil Anthoy dan bergegas masuk kedalam rumah. Segera menuju kamarku. Meletakkan paper bag belanjaanku diatas kasur, lalu bergegas ke kamar mandi.
Menanggalkan semua pakaian ku dan menhidupkan shower. Air nya yang hangat seketika menghapus semua lelah..
Menggosok dan memijat lembut seluruh tubuhku dengan sabun yang sangat wangi, lalu membilasnya dengan cepat, karena takut Anthony akan menungguku terlalu lama.
Aku merasa segar kembali, lalu melanglah keluar kamar mandi dengan tubuhku yang hanya ditutupi dengan handuk sepaha. Berjalan kearah lemari besar dan mengambil pakaian yang kurasa cukup sopan untuk bertemu dengan keluarga Anthony.
Menyisir rambutku dan mengikatnya ala pony tail, memakai sedikit parfum. lalu aku mengambil tas sling bag kecil, memakai flat shoes dan segera turun kelantai bawah,menunggu Anthony menjemputku.
Aku melirik jam tangan yang ada dipergelangan tangan kiriku. Mendadak aku menjadi panik. Bagaimana tidak, ini adalah momen pertama aku bertemu dan berkenalan dengan orang orang.''
''aahh, tidak lama lagi Anthony akan datang,menjemputku, ya Tuhan,kenapa aku jadi deg degan gini ya?'' ucapku dalam hati.
Benar saja dugaanku, tak lama Anthony pun datang. Aku mendengar langkah kakinya didepan sudah sampai didepan pintu
''tok..tok..tok..Reina'' ucapnya.
''Apa kau sudah siap? tanya Anhtony.
__ADS_1
'Ya! Sebentar''... Ucap .