
Prov Rey.
Entah darimana datangnya Alicia memelukku.
Aku melihat raut muka Alicia yang sedih memelukku,aku melihat leher dan dadanya yang penuh dengan bekas ciuman.Apa yang dilakukan pria se**n itu terhadapnya.Aku memeluknya dengan erat.
"Maafkan aku Rey."Ucapnya tiba-tiba.Mengapa dia meminta maaf padaku,perasaanku semakin cemas.
Aku melepas pelukannya dan memegang dagunya dengan lembut,Aku menatap wajahnya dan matanya yang masih menangis.
"Dia berhasil menyentuhku,"Ucapnya.Hatiku merasa di hantam oleh Ucapannya.Aku memeluknya lagi dengan lebih erat meredamkan emosiku yang menyulut.
Perse**n kau Max,Aku sendiri menahan untuk menyentuh Alicia,aku tau dia mantan istrimu.Tapi kau tidak berhak mendapatkan Alicia lagi.Salahmu karena pernah membuangnya,Max.Aku terdiam mendengar perkataan Alicia.Salahku juga,mengizinkan Alicia membalaskan dendam dan membiarkan dirinya sendiri melakukannya.
Aku tau dia tangguh,tapi aku juga tau Alicia seorang perempuan yang tidak akan mampu menolak Max.Keadaannya pasti tidak memungkinkan untuk menghindar.Sebenarnya,hatiku sangat sakit walaupun aku tau sebelumnya Max juga pernah menyentuhnya sewaktu Alicia masih menjadi Istrinya.
Tanpa sepatah kata pun aku meraih bibir Alicia,akan aku hapus bekas baji**an itu.Alicia merangkul tangannya ke leherku seperti ingin memberitahuku untuk melanjutkan aksiku.
Aku menciumnya sambil berjalan menuju kamarku,dan membaringkan tubuhnya keranjang dengan lembut.
Sebelumnya aku tidak berani menyentuhnya.Bukannya Alicia yang tidak menggoda.Bahkan aku sangat ingin menerkamnya.Aku seorang pria yang waras.Tentunya juga aku memiliki rasa ingin memiliki dia seutuhnya.Apalagi kita satu rumah dan telah tinggal bersama selama 2 tahun lamanya.
__ADS_1
Karena aku mencintainya dengan tulus,aku berusaha menahannya sebelum menikahinya.Tapi Max mantan suaminya itu berani menyentuh Alicia lagi,sekujur tubuhnya penuh dengan ciuman Max.Alicia memasang muka bersedihnya ketika aku memandang tubuhnya.Aku rela menciumi bekas Max.Aku ingin menghapusnya dan menggantikan ciumannya dengan ciumanku.
"Tenang sayang,aku akan menghapus sentuhan Max terhadapmu"Bisikku di telinga Alicia.Alicia tersenyum tipis mendengarku.
Sebenarnya aku tidak tahan melihat Alicia yang benar-benar menggoda.tubuhnya yang berbentuk.Aku mengurungkan niatku.Aku sangat kasian melihatnya.Aku akan menahannya sampai kita menikah.Cintaku sangat tulus,bukan seperti Max.Bahkan aku anggap Alicia layaknya berlian,aku sangat menghargainya.
"Rey teruskan"Ucapnya memohon kepadaku,dan dia menciumku kembali dan mencengkram bahuku lebih kuat agar aku bisa meneruskan aksiku.Dia mencengkram bahuku,sehingga aku semakin panas dibuatnya.
Prov Alicia
Setelah malam itu,aku memutuskan untuk pergi menghampiri Rey,Untungnya Rey tidak sibuk dan berada di dalam rumahnya.
Aku langsung memeluk Rey sambil menangis,wajahnya menjadi cemas karenaku.Aku meminta maaf kepada Rey,Karena Max berhasil menyentuhku.
Rey menatap bekas ciuman Max,aku memalingkan wajahku malu.
"Tenang sayang,aku akan menghapus sentuhan Max terhadapmu"Bisiknya di telingaku.Hatiku menjadi tenang mendengarnya.
Namun Rey terdiam lagi dan merebahkan tubuhnya disampingku yang sebelumnya berhadapan denganku.Aku tau Rey kau sangat menghargaiku.tapi aku rela jika tubuhku kau miliki Rey.Aku memaksa Rey untuk melanjutkan aksinya.Sangat berbeda rasanya ketika Rey menyentuhku dengan kelembutan dan rasa cinta.
Aku mendesah sangat kuat dan mencengkram bahu Rey.Rey yang tak kuasapun meneruskan aksinya.Rey melakukannya dengan begitu lembut.
__ADS_1
***
Kita yang sempat tertidur karena rasa lelah dan Rey yang masih memelukku.Aku sangat nyaman berada dipelukannya.Suara dering ponselku berbunyi.
Aku segera mengangkatnya,dari Max.
"Hello sayang..kau ada dimana?"Tanya Max.
"Maaf Max aku masih berada dirumah Orang tuaku."Ucapku berbohong.Aku berbohong kepada Max untuk pulang kerumah Orang tuaku,sebenarnya Max ingin ikut bersamaku.Tapi aku beralasan lain agar dia tidak ikut.dia bilang ingin mengenal keluargaku.Padahal dia sudah mengenal keluargaku.
"Kapan kau pulang?"Lanjutnya.
Tak sempat aku menjawab Rey telah bangun dan dia bersikap nakal,aku mematikan komunikasi bersama Max tanpa permisi.
"Rey...aku masih berbicara dengan Max."Ucapku cemberut dan Rey yang merangkulku dan menciumku,Aku merasa terangsang dengan sikap Rey.
"Apakah sekarang Max lebih penting dariku?"Tanyanya lagi sambil tersenyum sinis.
"Bukan begitu Rey."Ucapku tidak memperdulikan Rey yang masih menggodaku.
Ah...Rey membuatku memanas,dia tidak berhenti bermain.Kita mulai beradu lagi.Padahal sebelumnya aku sangat lama melakukannya bersama dengan Rey.Tapi Rey seakan menghipnotisku.Aku sangat mencintai Rey.Pria yang sudah menolongku ini.
__ADS_1
Andai saja waktu bisa berputar,aku menginginkan Rey untuk datang terlebih dahulu di hidupku.Kenapa kau datang terlambat Rey?Kau adalah segalanya bagiku Rey.Andai saja aku bertemu denganmu dulu,pastinya aku merasakan kebahagian seperti ini.
Tidak dengan Max,aku berharap dia tidak pernah datang.Aku sangat membencinya,aku mengutuk singa tua itu.Bahkan,walaupun hatiku sudah di tempati oleh Rey,aku tidak bisa menghilangkan Max.Dia sangat menyakitiku,bahkan luka itu masih terasa perih.Apalagi,dengan sentuhan yang menjijikkan.Aku bahkan harus berendam satu hari,sampai bekas sentuhannya hilang bersama luka hatiku.Aku rasa mustahil!Bekas itu,nyatanya tidak hilang.