Sekarang,Aku Bukan Wanitamu Yang Dulu.

Sekarang,Aku Bukan Wanitamu Yang Dulu.
15.Diculik


__ADS_3

Prov Alacia


Aku terkejut,ketika diriku membuka mataku yang sangat berat.Aku melihat ruangan yang begitu besar dan mewah dengan tali yang mengikat pergelangan tanganku.


"Dimana aku?"


"Mengapa aku diikat?"


"Ini dimana?"


"Heii...apa ada orang di sini?kenapa kalian mengikatku seperti ini????


Ruangan yang sangat sepi,dengan suara langkah kaki yang menuju ruangan ini.Seorang pria yang sebelumnya ku kenal.Tubuhnya semakin kekar,potongan rambut yang klimis,dan kumis tipis yang membuatnya semakin tampan.Dengan jas setelan yang rapi.Eh maksudku,masih tampan Rey suamiku.Aku sangat terkejut.Sudah lama aku tidak melihatnya.Apakah aku sedang berhalusinasi?


"Max..."Ucapku dengan mata membulat.


Apa aku salah melihatnya?Ia,dia adalah Max.Sudah 6 tahun aku tidak mendengar kabarnya dan sebenarnya aku juga tidak ingin melihatnya.Namun ini seperti mimpi.Aku berusaha melepaskan tanganku dari tali yang mengikat pergelangan tanganku.Terasa sangat sakit.Ini bukan mimpi atau haluan!


"Hy Alicia..bagaimana kabarmu?Sudah lama kita tidak berjumpa.Aku sangat merindukanmu!"Ucapnya tersenyum lebar dengan tangannya yang di lipat di depan dada.


"Cukup baik dan tentunya bahagia tampamu!"Aku juga menyunggingkan bibirku tersenyum tipis.Kenapa aku bisa melihatmu lagi,padahal aku berharap kau benar-benar menghilang.Apa maksudmu dengan mengikatku seperti ini?Apakah aku seorang tawanan.Kau masih sama seperti dulu,singa tua!


"Dan kau akan lebih bahagia lagi untuk kehidupanmu selanjutnya.Tentunya tidak bersama Rey.Denganku!Yang lebih mencintaimu daripada Rey"Ucapnya.Apa?Kau sangat bermimpi Max,apakah dirimu yang sedang berhalusinasi?


"Apa?Jangan bermimpi Max.Sebentar lagi Rey akan menemukanku juga."Jawabku sangat geram dengan Max.Tunggu saja,Rey akan datang.Pasti Rey akan segera menyelamatkanku.Rey cepat tolong aku!Aku sungguh muak dengan singa keparat ini.


"Tidak akan bisa Sayang...Kau cukup jauh...sangat jauh..Rey tidak akan menemukanmu."Ucap Max memegang sehelai rambutku yang panjang.


"Hmm...aku sangat merindukan aroma tubuhmu"Ucap Max menghirup rambutku.Dia mulai lagi,ini yang aku takutkan Rey,jika kau tidak segera menyelamatkanku.


"Lepaskan aku Max."Ucapku memalingkan wajahku ketika Max mulai mendekatkan wajahnya.


"Akan kulepaskan,jika kau setuju menikah denganku."Ucap Max memberikan surat perjanjian.


"Cuih...tidak akan pernah Max"Ucapku.


"Aku beri waktu untukmu berfikir sayang."Ucap Max tersenyum lebar, berlalu pergi dari hadapanku.


Kenapa Max sudah keluar dari penjara.Sepertinya 6 tahun tidak cukup untuk menghukum Max yang melakukan korupsi dan kekerasan.Apa,aku harus menikah dengannya??Itu tidak mungkin terjadi,tidak akan mungkin.Max tidak berubah.Mungkin hukuman dia masih kurang.Tenang saja Rey akan menemukanku.Aku yakin Rey akan menyelamatkanku dari pria Breng**k itu.


Mengapa dia tahu tentang suamiku kalau bangkrut.Bahkan dia tau kalau aku punya seorang anak.Apakah dia selama ini masih mencari tau tentangku.Entahlah...Rey cepat datang sayang.Aku sangat merindukanmu.Cepat datang sebelum dia mencoba untuk menyentuhku lagi.Aku sangat merindukan Keyla dan juga dirimu Rey.

__ADS_1


***


Perutku sangat terasa lapar,seorang perempuan seperti pelayan terlihat dari pakainnya membawa nampan dan makanan.Dia tidak seperti orang biasanya,dia terlihat seperti bule.Wajahnya yang putih bahkan rambutnya yang pirang di ikat rapi.


Dia tidak sedikitpun berbicara.Dia hanya tersenyum kepadaku dan meletakkan makanan itu di sebelah ranjangku yang terdapat meja kecil.


"Maaf..aku sekarang ada dimana?"Tanyaku.


"sorry miss, i don't understand your words."Ucapnya.


Dia berbahasa inggris apa mungkin ini Amerika serikat.


"Can you speak Indonesian? Where am I now?"Tanyaku penasaran.Dari interior rumah ini dan kalendernya sepertinya aku berada di negara lain.


"America."Ucapnya yang membuatku terkejut.Dia menyuapi makanan untukku dengan tanganku yang masih di ikat.Aku memang sangat lapar.Apalagi dengan aroma makanan yang sangat wangi menyengat hidungku.Tapi aku tidak menggubrisnya.Aku menahan laparku.Pelayan wanita itupun pergi meninggalkan makanan di mejaku.


Aku berada di Amerika.Tidak mungkin!Mengapa Max bisa membawaku sejauh ini.


"Rey.."


Hikss...


Aku menangis karena aku ternyata sangat jauh dari keluargaku.Aku sangat merindukan suami dan anakku.Bagaimana caranya Rey menemukanku.Polisipun akan sangat sulit menemukanku dan butuh waktu yang lama.


***


Aku benar-benar berada di Amerika.Aku tidak mengerti bagaimana caranya kabur.Ponselku sendiri,aku tidak mengetahui sekarang ada dimana.


Langkah kaki mulai terdengar kembali,ternyata Max menghampiriku lagi.


"Apakah kau sekarang tau,dimana kau berada??"Tanyanya dengan tangan yang diselipkan di kantong celananya.


"Bagaimana bisa kau membawaku sejauh ini?"Tanyaku.


"Agar kau bisa kumiliki seutuhnya ."Jelasnya singkat.


Apa??menjadi milikmu?Kau kira aku barang bisa dimiliki!Jangan terlalu berhalu Max,itu tidak mungkin terjadi.


"Aku tidak akan pernah menikah denganmu."Jelasku.


Aku menolak Max.Bagaimana aku bisa menikah dengannya,aku sangat membencinya.Bahkan,kau berani menculikku,aku bertambah muak,benci kepadanya.

__ADS_1


"Benarkah?Kau akan segera setuju.Aku akan menjadi suamimu sebentar lagi Elic."Ucapnya meyakinkanku.


Bagaimana Max seyakin itu?Apa rencananya kali ini.


"Tidak...aku tidak mencintaimu..bahkan aku membencimu!"Ucapku sambil menatapnya dengan tajam.


"Aku tidak peduli.Segera tandatangi surat pernikahan itu."Paksanya,melepar lembaran kertas.


"Tidak..lepaskan aku Max..aku rindu dengan anakku."


ucapku memohon sambil terisak.Sedikit,kasihani aku Max.Aku tidak bisa hidup tanpa mereka Max.


"Akan kulepaskan jika kau mau menikah denganku."


Max tetap bersihkukuh.


"Tidak.."Singkatku.


"Jika kau ingin anakmu,suamimu bahkan orang tuamu tidak mengalami kesulitan lagi setelah bangkrut.Kau harus menikah denganku Alicia"Jelasnya lagi.


"Apa?Apa yang kau lakukan, sehingga Rey menjadi bangkrut dalam waktu singkat?"Ucapku bertambah curiga.


"Ia benar..bukan karena aku jahat sayang,tapi memang ayah Rey terlalu banyak hutangnya di bank."Jawabnya.


"Kau benar-benar brengs**k Max..aku membencimu."Ucapku kembali menangis.


Seorang pelayan datang lagi dengan wajah yang baru. Berbeda dengan sebelumnya tapi juga seorang wanita.Tapi dia juga adalah orang amerika,terlihat daru kulitnya yang putih.Sambil membawa nampan berisikan makanan.


Max dengan lambaian tangannya untuk menyuruh pelayannya pergi bersama dua pria yang kekar,seperti bodyguardnya.


"Kau harus makan!"Perintahnya.


"Tidak..aku tidak berselera ."Ucapku,tiba-tiba Max membuka tali yang membuat pergelangan tanganku membiru.Aku sudah berlali-kali ingin mencoba melepaskannya.Namun ikatannya membuat tanganku lecet.


"Apakah sakit??"Ucapnya melihat tanganku.Max kembali menyuapin makanan.Tapi aku tetap menolaknya.Membuat Max sangat geram dan kesal.


"Jangan membuatku melakukan sesuatu yang tidak kau inginkan Elic."Ucapnya menatapku mendekatkan wajahnya kepadaku sehingga hidungnya yang mancung menyentuh pipiku.


"Aku tidak lapar"Tolakku.


"Kau tau kan maksudku! 6 tahun bukan waktu yang sedikit.Bagaimana jika..."Ucap Max membuka kancing kemejaku.Aku langsung menelan suapan makanan yang diberikan Max.

__ADS_1


Aku tau Max.Aku takut sesuatu yang tidak kuinginkan terulang kembali.Bahkan Max mengobati pergelangan tanganku yang telah membiru.


__ADS_2