Sekarang,Aku Bukan Wanitamu Yang Dulu.

Sekarang,Aku Bukan Wanitamu Yang Dulu.
32.Mie instan.


__ADS_3

Aku mengantar Jane pulang.Aku teringat aku telah menciumnya lagi.Apa dia akan menjauhiku lagi?Entah mengapa bibir Jane begitu manis.Bukan bibir wanita yang lain gak manis.Tapi aku sudah biasa merasakan bibir wanita lain dan gak bikin aku kecanduan,gak seperti bibir Jane yang rasanya mengandung nikotin seperti rokok dan gak bisa berhenti malah menikmati.Apalagi ciuman keduaku yang berhasil menerobos masuk dan Jane yang meresponnya.


"Jane,kamu gak marah kan karena aku cium lagi?"Tanyaku,ketika Jane bersiap turun dari mobilku.


"Ih..apaan sih Vin,aku lupa."Ucapnya dengan wajah merah merona karena aku menyinggung kejadian tersebut.


"Yakin kamu lupa Jane..rasanya manis kan!"Ucapku terus menggoda Jane.


"Pembicaraan yang gak mutu..ya sudah aku mau masuk dulu Vin.Makasih ya udah anterin aku pulang."Ucapnya.


"Jangan coba-coba jauhin aku lagi,ntar aku bilang sama mom aku sudah menciummu,bahkan aku akan menciummu lagi di depan orang banyak."Ucapku,ketawa lepas melihat wajah Jane yang memerah seperti tomat.


***


Prov Jane.


Seperti biasanya Vino mengantarku pulang,Sekarang aku tidak menjauhinya karena ciuman.Kau telah mendengarkannya sendiri kan dia bilang apa.Dia akan menciumku di depan orang banyak.Memang benar ini Amerika,tapi aku sedikit geli melihat pasangan yang berciuman di depan umum.


Hujan sangat deras di sepanjang perjalanan,Aku menawarkan Vino untuk tinggal di kontrakanku sampai setidaknya hujan reda.


"Vin,masuk dulu.Hujannya deres,kalau udah reda baru boleh pulang."Ucapku.Vino mengangguk dan duduk di kursi ruang tamu.


"Apa kau lapar?"Tanyaku.Aku sangat lapar.Apalagi hujan yang sangat deras membuat perutku semakin keroncongan.Enak yang anget-anget kalik.

__ADS_1


"Ia lapar,aku akan order makanan."Ucapnya.


"Tidak usah,aku punya mie instan.Kita makan mie Instan aja anget-anget,apalagi hujan.Pasti enak."Ucapku membayangkan betapa enaknya Mie instan kuah yang anget di tambah ceplokan telur dan sosis.Daripada order yang pastinya akan lama dan gak jelas kapan datangnya,lebih baik makan mie instan yang gak kalah enak.


"Itu kan gak sehat Jane."Ucap Vino.Jelas Vino akan menolaknya,dia anak orang kaya yang gak selevel denganku yang makanannya serba instan sedangkan Vino yang makanannya tentu sangat di jaga.


"Kamu pesan aja Vin,aku sudah laper makan mie instan aja."Ucapku.Aku pun merebus mie instan,hujan di luar sangat deras di sertai petir yang menggelegar.


Taraaaa....


Masakanku telah siap,aromanya yang menusuk hidungku rasanya ingin ku seruput habis sampai tetes terakhir kuahnya.


"Vin,aku sudah lapar,aku makan dulu ya."Ucapku sudah tidak tahan dengan perutku yang berdisko mulai tadi.


"Ialah,rasanya gak kalah enak."Ucapku sambil menyeruput mie.Vino menelan ludah melihatku makan mie.Aku menyodorkan sumpit yang menyapit mie kepada Vino,Tampa berbicara sepatah katapun Vino langsung menelannya.


"Wih..enak ya Jane..gak kalah dari buatan koki di rumahku.Aku baru tau rasanya mie instan.Aku mau dong Jane."Ucap Vino memohon,Tadi bilang kalau ini gak sehat.Pasti nyesel kan gak mau mie ini,apalagi cuaca yang mendukung karena mienya anget-anget.


Akhirnya kita makan mie instan berdua,Hujan tak kunjung reda,makananpun telah habis,biasanya aku yang sangat rakus soal makanan,sekarang malah Vino lebih rakus dari aku.Vino gak tau kalau mie instan adalah jimat untukku ketika uang bulananku menipis.


Hingga tetesan terakhir kuah mie instan di seruput oleh Vino.


"apa koki dirumahku bisa buat mie seperti ini ya Jane?bagi resepnya sama kokiku ya."Ucap Vino menjadi sangat doyan dengan mie instan yang katanya gak sehat,tapi bagiku mie instan penyelamat waktu perutku meminta jatah dalam keadaan uang yang menipis.

__ADS_1


"Vin,kamu pun bisa membuat mie instan,tinggal rebus masukkan bumbunya tambah telor dan sosis.sudah itu aja"Ucapku.Memang benar kan,tidak rumit dan mengenyangkan.


"Ah,mana bisa aku masak Jane.Aku ngedenger kamu aja rumit."Ucapnya.Aku tertawa melihat sikap Vino.Lucu gak sih,sesuatu yang gak rumit di buat rumit dengan Vino.Itulah hidup gak pernah susah.Yang gampang aja katanya rumit.


Tiba-tiba Vino melihatku.Mengapa dia melihatku seperti ini.aku memegang ujung bibirku,mungkin ada makanan yang tertinggal.


"Kamu makin cantik aja kalau ketawa,lesung di pipimu terlihat jelas."Ucapnya,membuat aku yang tertawa terhenti.Aku sedikit malu dan salah tingkah mendengar Vino memujiku.


Vino yang duduk tepat di sebelahku semakin mendekat kepadaku.Apa kali ini dia akan menciumku kembali.Hidungnya yang mancung telah menyentuh hidungku,aku memejamkan mataku.Benar saja,bibirku terasa ada yang menariknya.Vino mengulum bibirku tangannya memegang pinggangku dan memelukku erat sehingga Vino semakin kuat menciumku,sehingga udara tidak bisa ku raup lagi.Hujan yang deras seperti ikut terhenti,suasana menjadi hening seketika.Entah mengapa aku juga ingin menggulat bibir Vino.Aku merespon,bibirnya makin menjalar di leherku,menghisap cukup lama disana,aku memejamkan mataku menahan rasa yang mulai memuncak.


tok..tok..tok


Entah siapa hujan-hujan begini datang,aku terkesiap mendorong Vino kembali.Aku membuka pintu rumahku.Dan wanita berambut pirang,setinggi aku kurang lebih dengan tanktop dan celana pendek.


"Clara.."Ternyata Clara teman wanita buleku,Aku sudah menduganya.Hanya dia yang keluar masuk kontarakanku.


"Jane, whose car is that, I think I've seen that car, but where is it? ""Ucap Clara.Tentu Clara pernah melihatnya,mobil itu selalu bertengger di parkiran kampus.


"It's a car..."Baru aku mau menjelaskan kalau itu mobil Vino.


"Vino...Jane what is vino doing here, ah ... the best guy in campus and most popular, I have a crush on him for a long time."Ucap Clara.Dan menyerobot masuk dan mendekati Vino.


Jangan lupa like,Vote dan komentarnya mbak bro mas bro❤❤

__ADS_1


__ADS_2