Sekarang,Aku Bukan Wanitamu Yang Dulu.

Sekarang,Aku Bukan Wanitamu Yang Dulu.
11.Pertengkaran


__ADS_3

Aku kembali ke Max untuk melanjutkan rencanaku yang sedikit lagi akan selesai.Aku dan Max baru datang dari resto favoritnya untuk makan.


Max sudah terlebih dahulu masuk dalam ruangan,sedangkan aku masih menyapa rekan kerjaku yang semakin akrab.Apalagi rekan kerja pria yang membuatku sedikit terhibur karena tidak menyerah untuk merayuku.


Plakkkk....


Aku terkejut karena ternyata Rena menamparku,ditengah-tengah aku masih asyik mengobrol dengan rekanku.Entah datangnya dari mana dia langsung menamparku dengan suka hati.


"Dasar perempuan perebut suami orang!!!"Teriaknya, menarik perhatian semua karyawan.Aku mengelus pipiku yang sangat sakit karena tamparannya.


Apa aku yang merebut Max?Sebenarnya kaulah Rena yang merebut Max dariku hingga aku kehilangan bayiku.Aku hanya bisa diam dan mengepalkan tanganku.Ingin rasanya menjawab dan membuatnya diam agar berhenti menghinaku.Tapi rencanaku akan gagal jika kubongkar sekarang.Sabar Alicia...Sabar,ini bukan saatnya.


"Kalian tau wanita ini telah merebut suamiku,bos kalian!"Ucapnya berteriak di depan banyak karyawan.


Aku hanya terdiam mendengarnya tidak bisa berbuat apa-apa.


plakkk....


Tiba-tiba Max yang datang juga langsung menampar Rena di depan semua karyawan.Aku cukup terkejut dengan kedatangan Max secara tiba-tiba dan langsung menampar Rena.


"Beraninya kau menampar calon istriku."Ucapnya membuat semua orang mulai berbisik-bisik.


"Hahaha...kalian sendiri dengar kan,dia telah merebut suamiku!"Ucapnya lagi sambil memegang pipinya dan ujung bibirnya yang berdarah.


Aku sabenarnya tidak tega melihat Rena diperlakukan seperti itu.Tamparan Rena tidak seberapa dibandingkan tamparan Max yang membuatnya sampai berdarah.


"Security...usir dia dari kantorku!!!"Ucap Max memerintah.


Securitypun bergegas menyeret paksa Rena,Rena terus bersih keras mengucapkan kata-kata yang menghina diriku.Sedangkan Max membubarkan karyawannya yang mulai tadi melihat pertengkaran ini.


"Sayang apa kau tidak apa-apa?"Tanyanya yang mengompres pipiku yang merah padam diruangan Max.

__ADS_1


"Aw..."Aku berteriak kesakitan saat handuk kecil air hangat menyentuh pipiku yang lebam.


"Apakah sakit?Maafkan aku."Ucap Max mengusap pipiku lebih lembut menggunakan handuk kecil.


"Aku akan melindungimu,dan tidak akan membiarkan siapapun menyentuhmu."Ucapnya tulus.Aku tau dari sorot matanya dia bersungguh-sungguh dengan perkataannya.


Cih,tapi aku tidak benar-benar tidak sudi di perlakukan seperti ini.Sebentar lagi penderitaanku dan luka hatiku akan sembuh Max.Tinggal kau yang akan merasakan kehancuran.Aku sangat membencimu.


"Aku akan membawamu tinggal bersamaku di rumahku sayang "Lanjutnya lagi.Celaka..Tidak mungkin aku tinggal bersamamu Max.Aku tidak benar-benar ingin menikahimu.Aku hanya ingin menghancurkanmu.Ya,aku hanya ingin menghancurkanmu secara berkeping-keping tak bersisa.


"Bersabarlah sayang,biarkan aku sendiri dulu di Apartemenku."Ucapku menolak permintaan Max.


"Kenapa sayang,bukannya kau akan menikah denganku.Sudah tiga hari kau jauh dariku.Aku ingin mencumbumu lagi.Aku rindu dengan aroma tubuhmu ini."Ucap Max mencium leherku.


"Max hargai aku.Aku ingin merasakan malam pertama juga denganmu.Tubuhku akan segera menjadi milikmu.Kapan saja kau bisa mencumbuku nanti setelah menikah."Ucapku menjelaskan dan meyakinkannya.Sedangkan Max mengepalkan tangannya menurunkan rasa gairahnya yang mulai tadi rasanya dia ingin menerkamku di ruangan ini juga.


"Baiklah sayang."Ucap Max dengan tangannya yang menyentuh leherku dan menariknya mencium keningku.


***


"Suprise.."Ucap Rey yang menyalakan lampu ketika aku baru sampai di rumah.


"Rey..kapan kau datang kesini?"Ucapku langsung memeluk Rey kekasihku yang sangat aku cintai.


"Tidak terlalu lama.Tadi siang aku baru sampai."Ucap Rey membalas pelukanku.


"Aku sangat merindukanmu Rey."Ucapku melepas pelukan Rey dan pergi menuju kamarku yang diikuti oleh Rey.


Aku meletakkan tasku.Dan membuka kemejaku,tepat di depan Rey.


"Apa kau berusaha menggodaku."Ucapnya yang melihatku dengan menelan ludahnya.

__ADS_1


Aku mengedipkan satu mataku.Rey bergegas menghampiriku dan mencium seluruh tubuhku.


Prov Rey.


Aku mencemaskan Alicia kekasihku.Apalagi pernikahanku semakin dekat.Aku datang ke Apartementnya dan menunggu Alicia pulang dari kantor.Suara pintu dibuka,aku menyalakan lampu.


"Suprise...."Ucapku yang disambut pelukan hangat kekasihku.


"Rey..kapan kau datang kesini?"Tanyanya.


"Tidak terlalu lama.Tadi siang aku baru sampai!"Ucapku membalas pelukannya yang erat.


"Aku sangat merindukanmu Rey."Ucapnya yang tak kalah rindu dariku.


Nampak Alicia bergegas menuju kamarnya,mungkin dia lelah seharian bekerja.Alicia membuka semua bajunya di depanku,Dia menggodaku lagi.Bentuk tubuhnya terlihat ketika bikini saja yang melekat.


"Apa kau berusaha menggodaku."Ucapku yang menatapnya dengan menelan ludahku.


Aku langsung menghampirinya dan mencium seluruh tubuhnya bergiliran,dia membantuku untuk membuka bajuku.Aku menyentuhnya hingga Alicia menikmati sentuhan yang kubuat.Kita beradu sampai larut malam.


***


keesokan paginya dia masih tertidur pulas,dia masih cantik saat tidur.Aku mencium bibirnya sehingga dia terbangun karenaku.


"Rey.."Desahnya masih dengan mata yang tertutup.Aku tidak berhenti mencium.


"Rey..sudah..aku akan pergi bersama Max untuk mengurus pernikahan kita."Ucapnya.


"Tak bisakah kau terlambat.."Ucapku mengernyitkan dahiku seakan Max lebih penting dariku.Aku menyudahi permainanku dan membelakanginya.


Tanganya yang lentik merangkulku.

__ADS_1


"Rey..kita akan segera menang.Aku hanya ingin cepat-cepat dan kembali ke padamu."Ucapnya sambil mengecup telingaku.


Aku merasa terangsang kembali dengan sikapnya.Aku kembali menyergapnya.Kita beradu lagi walaupun hanya sebentar dan tidak cukup puas,aku membiarkan dia pergi untuk melakukan rencananya.


__ADS_2