Sekarang,Aku Bukan Wanitamu Yang Dulu.

Sekarang,Aku Bukan Wanitamu Yang Dulu.
13.Anakku


__ADS_3

Genap dua tahun pernikahanku dengan Rey,Aku hamil sembilan bulan.Aku masih sempat membuatkannya sarapan dengan perutku yang membesar,walaupun Rey selalu menasehatiku agar tidak banyak bergerak yang akan membuatku lelah.


"Sayang...kau tidak boleh terlalu lelah!"Ucap Rey cemas sambil memegang kedua pundakku,Rey sudah tidak bisa memelukku lagi karena perutku yang buncit.


"Hanya memasak Rey,tidak membuatku lelah.Aku tau kau tidak bisa makan banyak tanpa masakanku ini."Ucapku sambil memasak.


"Tapi bayi kita akan lahir dalam beberapa hari ini,kau harus menjaganya dengan baik.Bukannya dokter telah mengingatkanmu."Ucap Rey yang terus mengulang-ngulang perkataannya.


"Apa Bayi kita menendang lagi?"Lanjut Rey memegang perutku yang buncit.


"Bayi kita masih tidur Rey."Ucapku tersenyum melihat Rey mendekatkan telinganya di perutku.


Tiba-Tiba perutku sangat sakit,Seperti ada dorongan kuat dari dalam.Air dan darah membasahi dasterku.Seperti ketubanku telah pecah.


Ah..Aw...


Aku mengalami kontraksi,sepertinya bayiku akan keluar detik ini juga.Rey yang melihat darah segera bergegas mematikan kompor dan membawaku pergi ke rumah sakit terdekat.


***


"Tenang sayang"Ucapnya memegang tanganku saat aku didorong oleh para dokter dan suster menuju ruang ICU.


"Ah...sakit Rey.."Teriakku menahan sakit diperutku.


"Rey sakit,Arghh aku gak kuat.."Ucapku menahan sakit yang begitu kuat.


Sesampai diruang ICU dokter memberiku aba-aba di temani oleh Rey.


"Tarik nafas Nyonya keluarkan..."Ucap dokter disertai Rey disebelahku.Aku mencengkram tangan Rey dengan kuat.Bahkan mungkin tangan Rey sudah terluka karenaku.


Aku menarik nafas dan menjerit mengejan berkali-kali berusaha mengeluarkan bayiku.Satu jam kemudian,Aku berhasil mengeluarkan bayiku dengan selamat.


"Uwek...Uwek..."


Aku tersenyum lebar melihat Bayiku berjenis kelamin perempuan.Sangat cantik,hidungnya persis dengan Rey yang mancung serta bola matanya yang hitam pekat dan bulat.


Rey yang resmi menjadi seorang ayahpun menangis melihat bayinya.


"U...Cayang ini papa nak."Ucap Rey menggendong bayiku.

__ADS_1


"Cantiknya anak papa,mirip papa.Sayang lihat dia sudah tidak menangis lagi ku gendong."Ucap Rey merasa kagum melihat bayi kita.


Aku hanya tersenyum melihat mereka.Orang tuaku dan mertuaku juga datang mengunjungiku untuk melihat cucunya.Mereka bergiliran ingin menggendong cucunya ini.


***


Empat tahun kemudian...


Anakku berumur Empat tahun,Namanya Della keyla.


Della tumbuh dengan baik dan pintar,dan sedikit cerewet.Aku sangat menyanyangi anakku,apalagi Rey ayahnya yang selalu memanjakan Keyla.


"Papa..Aku mau boneca pincess."Ucap Keyla tidak terlalu fasih berbicara karena umurnya yang masih begitu kecil.


"Baiklah sayang..Oia,papa akan beri boneka princes sungguhan.Mau gak?"Ucap Rey.Aku hanya mengernyitkan dahiku mendengar ucapan Rey.


"benal kah?memangna ada boneca pincess becal?"Ucapnya lagi yang begitu menggemaskan.


"Ia nanti papa buatkan ya dengan mama.Tapi keluarnya lama.Nanti keluar dari perut mama."Ucap Rey sambil mengedipkan salah satu matanya memberi kode kepadaku.


"Benal kah mama?"Tanya Keyla.


Aku hanya melototi Rey yang menginginkan anak lagi.Emangnya gampang apa melahirkan.


Lalu Rey menggendong Keyla menuju kamarnya untuk tidur.Rey mencium kening Keyla.


"Cepat tidur ya sayangku."Ucap Rey.


"Aku mau tidul cama papa mama,aku tacut tidul cendili."Ucap Keyla tiba-tiba.


"Tidak boleh sayangku,kau harus belajar berani dan tidak takut sendiri."Ucap Rey.


"Papa jahat..mama aku mau tidul cama mama."Ucapnya lagi.


"Katanya Keyla mau boneka princes?jadi harus berani dong tidur sendiri.kan sudah besar,nanti Keyla tidur sama boneka princes."Jelas Rey.


"hali ini jaja papa."Ucap Keyla memohon ingin tidur bersama kita.


"Rey tidak apa-apa Della tidur dengan kita hanya malam ini."Ucapku.

__ADS_1


"Tapi sayangku."Ucap Rey mengeluh.


dan menggendong Keyla pergi ke kamar kita.


Kita tidur bertiga,yang ditengahnya adalah Keyla anak kita.


***


Keesokan harinya adalah hari libur,Rey tidak bekerja hari ini,aku membuka mataku melihat Rey yang berpindah tempat disampingku sambil merangkulku.


Entahlah,suamiku dari kapan tidur disampingku.Aku bersyukur dia sangat mencintaiku sampai tidak bisa jauh dariku.


Aku ingin turun dari ranjang dan melepas tangan Rey,Namun Rey yang masih tertidur menolak dan lebih erat merangkulku.


"husttt...Nanti Keyla anak kita terbangun."Ucap Rey dengan bibir yang mengecup bahuku.


"Rey..aku mau masak.Jangan seperti ini.Nanti Keyla melihat kita."Ucapku ketika tangan Rey menuju gundukan sintalku.


"Tak akan terlihat sayang.kita kan pakai selimut.Apalagi anak kita masih tidur"Ucapnya.


Benarkah aku harus melakukan hubungan intim disini,Aku tidak habis pikir dengan suamiku ini.


Aku mengigit bibirku menahan desahanku ketika Rey masih merangsangku dengan menciumku.


"Rey..tak bisakah kau semalam saja tidak menyentuhku."Gertakku.


"Tidak bisa.Aku ingin anak lagi.Kau dengar kan Keyla pengen princes.Dia pengen punya adek."Ucapnya pelan.Yah,Rey memang selalu bisa mencari kesempatan di kesempitan


"Terlalu cepat Rey..Keyla masih umur bera..."


Cup Rey menciumku,aku menolaknya,berbahaya jika anakku melihatnya.Akhirnya Keyla bangun,dengan mata masih tertutup.


"Ma..."Ucap Keyla.


"Ia sayang."Ucapku,dan Rey wajahnya menjadi kesal karena usahanya gagal.


"Sayang bangun...ayo kita mandi."Ucapku membangunkan Keyla.


"Aku juga ingin ikut mandi."bisik Rey ditelingaku.

__ADS_1


"Rey.."Ucapku memandang rey dengan tatapan tajam.


"Ia..ia istriku cantik,aku kalah..tapi tunggu nanti malam,kita akan membuat anak."Ucap Rey tersenyum lebar.Aku hanya mengernyitkan dahiku melihat suamiku yang tersayang bertingkah nakal.


__ADS_2