Sekarang,Aku Bukan Wanitamu Yang Dulu.

Sekarang,Aku Bukan Wanitamu Yang Dulu.
21.Cemburu


__ADS_3

Prov Max


Aku kedatangan rekan kerja bisnisku, Miss Diana klienku.Hal biasa bagiku kedatangan tamu,seperti klien-klien pengusaha terbesar.Biasanya kami hanya mengakrabkan diri dan membahas pekerjaan.Biasanya mereka puas dengan hasil jamuanku,dan kerja sama bisnisku menjadi lancar.


"your home design is pretty good, inspiration for my new home later.And and your chef is very good at cooking, it tastes very fitting."Ucap Diana memuji interior rumahku yang berbeda dari yang lainnya.Tentu saja berbeda,aku mempunyai ide sendiri membuat rumahku menarik dan nyaman di singgahi.Dan memuji kokiku yang handal.Aku telah memilih koki yang terbaik,dan kokiku cukup membuat rekan bisnisku puas dengan hidangannya.


"Miss Diana can bring it later, my chef will cook it again for you"Ucapku terkekeh dengan pujiannya.Aku memanggilnya dengan sebutan nona,karena klienku ini jauh lebih muda dariku,aku cukup terkesan dengan kesuksesan yang dia miliki semuda ini.


Kami melanjutan pembicaraan yang lebih rinci tentang pekerjaan.Kami tertawa bersama,dia ternyata juga bisa di ajak berbicara di luar bisnis dan tidak terlalu serius,sehingga suasana lebih menyenangkan untuk membicarakan soal pekerjaan yang terkadang rumit.


Lalu aku mengantar Miss Diana pulang sampai halaman rumah tempat parkirku menyimpan mobil yang dia kendarai dan aku kembali menemui istriku.


"Siapa wanita itu?"Tanyanya.Aku masih belum sempat membuka kemeja formalku ini,tapi tidak seperti biasanya istriku ikut campur,atau hanya menanyakan tentang urusan pekerjaan.Atau tentang semua yang aku lakukan,dia sangat tidak peduli.


"Oh..itu klienku."Jawabku.

__ADS_1


"Mengapa kau sangat bahagia dan senang bertemu dengannya?"Tanyanya seolah mengintrogasiku.Tentu aku senang bertemu dengan klienku,apakah aku harus meletak tampang resah terhadap klienku?Bisa-bisa kerja samaku tidak pernah terjalin dan bahkan aku tidak akan sesukses ini.


"Ia,karena itu ada rekan bisnisku."Jawabku kepada Alicia yang menggabungkan kedua alisnya dan dengan perutnya yang semakin membesar.


Apakah dia cemburu?Ah..tidak mungkin dia cemburu.Bukankah dia sangat membenciku.Aku tau dia masih menyimpan Rey dalam hatinya walaupun sudah mengandung bayiku.


"Dia sangat cantik dan muda ya."Ucapnya lagi memuji klienku.Apa maksudnya?Ia Diana memang cantik,sebagai gadis berkarir tentu dia menjaga penampilannya.Apalagi dengan uang yang melimpah pasti dia tidak sungkan untuk merogoh kocek dalam-dalam.


"Apakah kau cemburu?"Tanyaku,aku sudah bertelanjang dada dan mengambil baju tidurku yang berbentuk kimono.


"Cemburu..Ti..dak.Kau bermimpi..aku hanya kagum melihat klienmu yang muda itu."Ucapnya gelagapan.


"Max..geli..geli."Ucapnya.Aku memaksanya untuk mengakuinya.Dia tertawa menahan geli yang kubuat.Aku tidak pernah melihat tertawa lepas.Dan lesung pipinya yang muncul,lama tak pernah kulihat.


Prov Alicia.

__ADS_1


Aku melihat Max terkekeh bersama wanita entah siapa.Dia terlihat sangat bahagia.Jarang sekali Max kedatangan tamu seorang wanita.Apalagi dia sangat muda dan cantik.Aku memasang muka cemberut dan kembali ke kamar,sebelumnya aku ingin pergi ke dapur untuk mengambil buah melalui ruang kerja Max yang terbuka lebar.


Akhirnya Max kembali dari mengantarkan wanita itu.


"Siapa wanita itu?"Ucapku langsung ketika Max masih menginjakkan kakinya di pintu kamar.Aku sangat penasaran.Siapa wanita yang cantik dan muda itu?Apakah Max akan membalaskan dendamnya lagi sekarang?seperti aku dulu yang menyebaknya.Apakah itu sebenarnya wanita Max?atau Aku hanya dijadikan wanita pelampiasannya saja?Ah..begitu banyak pertanyaan di otakku.


"oh..itu klienku."Jawabnya singkat.Benarkah dia hanya seorang kliennya?tapi mengapa mereka terlihat begitu akrab.


"Dia sangat cantik dan muda ya."Ucapku lagi.Mengapa diriku terus berusaha mengoreknya.


Ah..apa-apaan mulutku ini tidak bisa di kontrol.Cantik apanya?masih cantik akulah.Lihatlah aku walaupun masih hamil.Aku masih tetap menjaga badanku walaupun naik beberapa kilo.Tapi semenjak aku kurus aku bisa mengontrol berat badanku.Apalagi aku sudah dua kali mengandung jadi aku sudah bisa mengontrol tubuhku ini.Kalah muda saja,diusiaku yang sudah tidak muda lagi aku masih cantik.Belum tentu wanita itu bisa seawet aku di umur segini.


"Apakah kau cemburu?"Tanya Max.


Deg..

__ADS_1


pertanyaannya membuat aku salah tingkah.Apakah benar aku cemburu?Tidak...tidak..aku tidak cemburu.Aku tidak mungkin cemburu.Alic..hatimu hanya untuk Rey.Aku masih mencintai Rey,aku yakin!aku akan tetap mencintai Rey sampai kapanpun.Aku tidak akan memberi hatiku untukmu Max.Hanya ini yang tidak bisa kau miliki.Apakah ini bawaan bayiku?Apalagi aku sekarang tidak merasa bosan melihat wajah Max.Terkadang aku juga merindukannya..Tidak..tidak dan tidak!!!Bayiku sayang,jangan meminta yang aneh-aneh ya.


""Cemburu..Ti..dak.Kau bermimpi..aku hanya kagum melihat klienmu yang muda itu."Ucapku gelagapan.Max mencium bibirku dan kali ini aku tidak menolaknya.Max memaksaku untuk membenarkan pertanyaannya.Max menggelitikku.Aku tertawa tidak tahan dengan serangannya.


__ADS_2