Sekarang,Aku Bukan Wanitamu Yang Dulu.

Sekarang,Aku Bukan Wanitamu Yang Dulu.
9.Malam yang tidak diinginkan.


__ADS_3

Prov Max.


Aku sangat lelah selepas dari kerja,pekerjaanku hari ini cukup banyak,tapi ada Gracia yang membantuku.Aku melepas dasi yang melilit kuat di leherku menuju kamarku.


Terlihat Rena istriku menangis dan menatapku dengan tajam.Kenapa dia menangis?apakah dia tau kalau aku memindahkan semua uang dan surat kekayaannya?Padahal baru saja aku memindahkannya.


Plakkk....


Dia menamparku,beraninya dia menamparku.Dia memperlihat vidio di ponselnya.Vidio aku dan Gracia yang bercumbu hari itu,hari waktu Gracia menginap di rumahku.Apa maksud Gracia mengirim vidio ini,apa dia tidak sabar menikah denganku?Gracia,caramu akan membahayakanku.


"Beraninya kau bercumbu dengan sekretaris barumu mas.Apa aku tidak cukup baik dibandingkan dia?"Teriaknya sambil menangis terisak-isak.


"Ia,dia jauh lebih baik darimu"Ucapku santai sambil mengelus pipiku yang terasa terbakar akibat di tampar.


"Apa?Baiklah..kau tau kan perusahaanmu hampir bangkrut.Jika aku menceraikanmu pasti perusahaanmu akan hancur detik ini juga"Ucapnya tersenyum lebar mengancamku.


"Rena sayang..Aku yang akan menceraikanmu.Aku akan segera menikahi Gracia.Lagi pula kau sudah tidak punya apa-apa."Ucapku tenang.Aku sudah menduga sebelumnya,aku telah menyediakan payung sebelum hujan.Jangan coba-coba mengancamku!


"Apa??apa maksudmu?"Ucapnya menatapku tajam tidak mengerti dengan pernyataanku yang cukup jelas.apakah penjelasanku kurang dimengerti?Apakah dia butuh untuk di ulang-ulang.Hidup ini begitu menyenangkan.


"Apakah kau tuli?Aku yang akan menceraikanmu!Aku sudah merampas dokumen yang berisi surat kekayaanmu.Sekarang itu menjadi milikku"Ucapku mencengkram pipi Rena dengan kasar.Aku sangat geram dengan wanita ini.Berani-beraninya dia menamparku.


"Dasar Pria licik..aku telah buta.Tunggu saja pembalasanku Max"Ucapnya mengepalkan tangannya.Aku hanya tersenyum tipis melihat Rena yang sudah hilang dari pandanganku.


"Aku tunggu,sayang!!!"Teriakku, sambil menyeringai penuh kemenangan.


Sekarang aku akan bebas dan segera menikahi Gracia.Aku sangat mencintainya.Dia selalu berada dalam pikiranku.Apalagi dengan tubuhnya yang sexy.Tidak terlepas dari pikiranku yang jorok ini.What??Aku hanyalah seorang pria biasa.Semua pria tentu tidak akan terlepas dengan pikiran kotor.Sisa dia bisa mengendalikannya atau tidak!Jika itu Gracia,tentu aku tidak bisa.


Prov Alicia(Gracia)


Sikap Max semakin tidak sopan denganku,terkadang tanpa aba-aba dia langsung mencium bibirku,entah datangnya darimana dia merangkul tubuhku.

__ADS_1


"Sayang ada kabar baik..Aku telah menceraikan Rena,Rena telah pergi dari rumahku.Aku akan segera menikahimu."Ucapnya mendekatkan kepalanya di pundakku sambil merangkul tubuhku dari belakang.


Uhuk..Uhuk...


Aku tersedak mendengar pernyataan Max ketika aku meneguk minuman.


"Berkat dari vidiomu aku berhasil menceraikan Rena.Apakah kau sungguh-sungguh tidak sabar menikah denganku sayang"Ucapnya lagi sambil memegang daguku lembut dan mencium bibirku lagi dari sekian kalinya.Kau kira bibirku ini makananmu,atau madu?Dasar pria mesum!


Aku hanya tersenyum palsu mendengar perkataannya.Kenapa secepat itu.Ini diluar rencanaku.Tak masalah,aku tidak ingin melihatnya lagi.Baiklah Max,kehancuranmu semakin dekat,bahkan sudah berada di genggamanku saat ini!Kau akan merasakan bagaimana menjadi hancur berkeping-keping.Seperti diriku yang sekarang sulit menyatu,tidak..Reylah yang berhasil membuat kepingan tersebut menyatu kembali.Ya,Reyku sayang!


***


Aku kira Max akan mengantarku pulang,tapi nyatanya dia mengajakku pergi ke rumahnya.Aku terpaksa ikut turun juga bersama Max ketika mobilnya telah sampai dirumahnya.


"Bibik..apakah makan malam sudah siap"Teriak Max seraya pergi ke kamarnya,aku mengikuti langkahnya.


Sudah tak terlihat wajah Rena.Apakah dia sudah pergi sama denganku dulu,Max mengusirnya.


"Sayang,apakah kau sudah lapar?"Tanyanya sambil mencium leherku.


"Tidak Pak"Ucapku merinding.Bahkan nafasnya beradu di tengkuk leherku,membuat jantungku berdetak lebih kencang.Aku rasa,posisi seperti ini tidak menguntungkan bagiku.


"Jangan panggil bapak lagi,aku calon suamimu."


Perintahnya padaku sambil mengendus-ngendus kulitku.Rasanya sangat menggelitik dan aku lebih waspada.


Glekk....Aku menelan slavinaku sendiri dan aku sungguh bergidik.


"Tidak sayang"Ucapku terpaksa dan ingin mual mendengar perkataanku sendiri.Apa sayang?kau tidak pantas di panggil sayang!aku harus berkumur-kumur seratus kali.Menjijikkan!


"Kau menginap disini ya,aku kesepian.Rena telah ku usir demimu.Anggap saja ini rumahmu"Ucapnya.Benar Rena telah dia usir.Begitulah Max akan membuang siapa saja yang menurutnya sudah tidak berguna.Aku sangat ingat bagaimana Max melakukanku dulu.Membuangnya seperti sampah.Dan aku sungguh merinding mendengar Max berkata seperti itu.

__ADS_1


"Sayang..aku akan.."Ucapanku belum selesai Max sudah ******* bibirku dan melempar tubuhku ke ranjang.


Aku sangat takut dengan situasi ini.Aku terjatuh terbaring di ranjang.Max menyergapku dan kedua tanganku di pegang erat.Bagaimana caraku kali ini untuk menolaknya.


"Sayang jangan.."Ucapku ketika Max telah berhasil membuka bajuku dan rokku,sisa bikini yang melekat di tubuhku.Max tidak menggubris permohonanku.Dia tetap melakukan aksinya ketika tak ada sehelai pun kain yang melekat di tubuhku.


"Max nanti makanannya jadi dingin"Ucapku terus berusaha mencari alasan.


"Aku juga masih belum lapar sayangku."Ucap Max terus bereaksi.


"Makananku adalah kamu,dan kamu sungguh mengenyangkan."Ucap Max tersenyum mesum.Aku benci tatapan seperti itu.


Tamatlah riwayatku,bagaimana aku bisa menghentikannya.Aku meneteskan air mata ketika Max berhasil menyatukan tubuhnya denganku.Aku mendesah dengan air mata yang terus mengalir.Max terlihat sangat menikmati tubuhku.


Aku minta maaf Rey saat bayangan Rey ada di kepalaku.Jika tidak karena Rena diusir,ini tidak akan terjadi.Ini jauh dari rencanaku.


Prov Max.


Aku memang sengaja mengajak Gracia kerumahku.Apalagi rumah ini juga akan menjadi miliknya.


Aku memeluk Gracia dengan lembut dan mulai mencium lehernya.Bau wangi tubuh dan rambutnya tidak kalah dengan sexy tubuhnya.Aku sudah lama ingin mencengkramnya tapi selalu gagal.Malam ini tidak akan kubiarkan dia terlepas apalagi sudah tidak ada Rena disini.


Aku membuka dengan cepat baju yang melekat di tubuhnya yang sexy itu.Aku sudah tidak sabar.Aku menciumnya ketika dia banyak bicara.Aku menyergapnya agar dia tidak bisa lari dariku.Dan dengan kasar aku membuka bajuku yang risih.mataku masih tidak berhenti menatap Gracia.Semuanya begitu sempurna.


Sungguh sangat bodoh pria yang meninggalkannya.Dia begitu sexy,dia akan menjadi milikku seutuhnya.apalagi permintaan tuan Rey yang memaksa untuk memberikan Gracia kepadanya sebagai jaminan kerjasama dengan perusahaannya.


Aku tau jika perusahaanku berhasil bekerja sama.Perusahaanku akan mendapatkan keuntungan yang sangat pesat dan besar.Tapi aku tidak rela jika Gracia jaminannya.Bahkan semua hartaku,rela kuberikan padanya.aku sangat mencintai Gracia.


Gracia hanya mendesah dengan aksiku.Membuat aku semakin panas dan buas.Aku berhasil menabur benih di rahimnya.Aku peluk Gracia yang lelah karena aksiku yang sangat lama.Aku melihat dia masih menangis.Apakah aksiku terlalu sakit buatnya.


"Sayang..kenapa kau menangis.Aku akan menikahimu.Bahkan jika malam ini bisa.Aku akan menikahimu"Ucapku sambil merangkul tubuhnya.Dia hanya diam tak berkutik.Aku menyisirkan rambutnya kebelakang yang sedikit berantakan karena kebuasanku.

__ADS_1


Aku menciumnya kembali dan memeluknya erat.Aku tidak pernah merasakan cinta kepada siapapun sebelumnya.Bahkan kepada kedua mantan istriku,aku tidak mencintainya.Berbeda dengan Gracia yang membuatku terus membayangi dirinya.Aku tidak bisa hidup tanpanya.Apakah ini rasanya bercinta dengan seseorang yang merasuk dalam hati?sangat berbeda.Bahkan,aromanya membuatku candu,suaranya membuatku gila.Ah..Gracia,kau adalah hidupku sayang.Aku mencium keningnya kembali,dan menyeka air matanya.


__ADS_2