Sekarang,Aku Bukan Wanitamu Yang Dulu.

Sekarang,Aku Bukan Wanitamu Yang Dulu.
19.Bulan madu


__ADS_3

Prov Max


Sebenarnya aku ingin mengajaknya berbulan madu,aku sangat kasian kepadanya karena hampir tiga pekan dia hanya berada di dalam rumahku saja.Tapi coba lihatlah wajahnya,rasa benci terhadapku tak mampu dia sembunyikan.Jika aku membawanya,bisa-bisa dia memiliki kesempatan lari dariku.Ah..Alacia tak bisakah kau pasrah bahwa sekarang aku adalah suamimu,Bukan Rey lagi?Tak bisakah kau sedikit memberi ruang terhadapku di hatimu itu?Tak bisakah kau menerima aku menjadi kekasih jiwamu?Aku sangat mengharapkan sesuatu yang entah sampai kapan aku bisa memperjuangkannya.


"Sayang..besok kamu persiapkan keperluanmu,aku akan mengajakmu ke Prancis."Ucapku kepadanya yang hanya berdiri divdekat jendela besar di kamarku.


"Buat apa kau mengajakku ke Prancis?Bukankah kau hanya ingin mengurungku disini?"Ucapnya tanpa menatapku sedikitpun.


Ia benar,aku memang mengurungmu disini.Aku sangat egois bukan,dari sikap bicaramu kau mempunyai rasa benci yang sangat luar biasa terhadapku.Bahkan,pelukanku saat ini tidak mampu meredakan amarahmu.Aku merangkul pinggangnya dari arah belakang dan mencium pundaknya yang terbuka.Sangat lembut,aku tidak bisa jauh darinya.Rasa cintaku kepadanya membuat diriku sangat seegois ini.Tidak mampu menahan gejolak dalam diriku sendiri.


"Ada bisnis disana,aku tidak bisa meninggalkanmu disini sendiri."Ucapku,berbohong lagi.Padahal aku ingin mengajaknya ke Prancis untuk berbulan madu melihat menara eiffel di Paris.semoga saja dia tidak punya pemikiran untuk kabur.Toh,karena orang-orangku ini dia tidak punya kesempatan lari dariku.


***


Prov Alicia


Aku sudah duduk di kabin pesawat bersama Max.Dia menyewa kursi privat dimana ruangan itu hanya ada kita berdua saja dengan tempat tidur dan toilet tersendiri.Max tetap membawa dua bodyguardnya tapi mereka di tempat terpisah,dan wajah bodyguard salah satunya adalah bodyguard yang sangat dekat dengan Max,dimana ada Max selalu ada dia di sampingnya.

__ADS_1


Pekerjaan sepenting apakah ini,sampai membawaku pergi bersamanya dan keluar dari ruang tahanan itu.Dia bilang cukup lama,sekitar satu pekan.Tidak terlalu buruk juga sih untukku,dulu aku sempat ingin berbulan madu bersama Rey ke Prancis untuk melihat menara eiffel di Paris.Tapi bulan maduku hanya ke Bali saja bersama Rey.


Aku tertidur di pesawat karena perjalanan yang memakan waktu beberapa jam,Max masih sibuk dengan laptopnya.Ah,,untunglah dia sibuk dengan pekerjaannya,daripada dia tidak mempunyai kesibukan pasti aku yang akan disibukkan oleh sikapnya yang mesum itu.


***


Max memesan dua mobil untuknya lebih tepatnya untuk kita,karena ada empat orang,aku dan Max dan dua orang bodyguardnya yang menjadi pengemudi di depan.


Pandanganku tertuju pada jalanan yang sepertinya menara eiffel semakin dekat.Benarkah ini Paris?Mataku berbinar melihat Paris,apa aku bermimpi?Tidak ini nyata.Benar kata orang ,Paris kota yang sangat indah,lihatlah menara eiffel itu yang menjulang tinggi mencakar langit.Aku menatap menara eiffel yang semakin dekat.Apakah Max berbinis di Paris?dia hanya bilang akan ke Prancis.


Aku tidak menduga diriku akan berada di Paris hari ini,menara eiffel kini tepat berada di depanku,Max menyewa kamar hotel yang sangat mewah di dekat menara eiffel,tapi hotel ini masih kalah mewah dengan rumah Max.


Menara eiffel yang aku mimpikan benar-benar terwujud hari ini,aku menatapnya lama sedikit mengurangi rasa sedihku karena merindukan Rey dan Keyla.Aku terhanyut dalam bayanganku sehingga aku tidak menyadari Max datang memelukku.


"Apakah kau suka melihat menara eiffel?"Tanya Max.


Andai Max adalah Rey,pasti aku akan lebih bahagia berada di Paris.

__ADS_1


"Ia aku sangat suka,aku dulu ingin berbulan madu disini bersama..."Aku tidak melanjutkan perkataanku,aku ingin bilang aku ingin bersama Rey kesini bukan bersamamu Max.


"Aku mengerti,sangat indah bukan.."Tanyanya seperti tau isi hatiku.


"Bisnis apa yang sedang kau kerjakan di dekat menara eiffel ini?"Tanyaku penasaran.


"Sebenarnya ini adalah bulan madu kita"Ucap Max tersenyum lebar.


Apa bulan madu?kau menganggap ini adalah bulan madu,aku rasa kau tidak berhak berbulan madu denganku.Aku menganggap ini hanya keberuntunganku saja melihat menara eiffel.


"Bagaimana jika kita mengahabiskan malam ini bersama sampai pagi?"Ucap Max yang ujung-ujungnya pasti ke arah sana juga sambil tersenyum nakal.


Apakah di otakmu hanya ada sex saja Max,tak bisakah aku melihat menara eiffel lebih lama lagi.Dasar pria mesum,breng**k.Dulu saja kau tidak mau melihatku,bahkan menyentuhku adalah hal yang sangat menjijikkan bagimu.Aku masih ingat walaupun itu sudah terlewat 8 tahun yang lalu.Aku dulu sangat mencintai pria ini.Dia memang sangat manis,apalagi sekarang dia makin klimis dan lebih tampan dengan tumisnya yang tipis itu.Ah..maksudku dia masih tampan suamiku Rey.


Bibir Max telah sampai di leherku,sentuhan ini sebenarnya sangat menyiksaku.Dia memutar badanku sehingga aku berpaling menatap dirinya,dia memang terlalu buas dan ******* bibirku sampai habis.Apa aku tidak mempunyai kesempatan diam jika bersamanya,dia selalu menginginkan ini,aku menggigit bibirnya ketika Max mulai memberi celah terhadapku.


"Ah..."Teriak Max kesakitan,ketika bibirnya terluka karenaku.Aku hanya tersenyum tipis ketika aku sukses melukai bibirnya yang begitu rakus terhadap tubuhku.

__ADS_1


"Kau..."Max terlihat marah dan mencengram bahuku dan menciumku lebih dari biasanya sehingga aku tidak bisa bernafas dibuatnya.Max melepaskan ciumannya dan melempar tubuhku di kasur yang begitu empuk sehingga aku sedikit terpental dan terlentang,Max merusak bajuku dan dia bereaksi lebih buas dari biasanya.Aku sedikit menyesal karena telah membuatnya marah.Mengapa umpanku selalu makan tuannya sendiri.Ah,bodohnya aku membangunkan singa tua ini!


__ADS_2