
Aku pulang dari nongkrong bersama teman-temanku di area Racing,dan betapa bahagianya diriku karena malam ini,kemenangan di tanganku kembali.Memang hasil uang Racing gak seberapa sih,karena Daddy ku sudah memenuhi kebutuhanku,aku hanya ingin mengisi waktu luangku dan ini hobyku.Aku menyukai sebuah tantangan.Dan berkumpul dengan teman-teman adalah keseruan bagiku.
Ketika aku melewati jalan arah pulang aku melihat seorang wanita yang tak lain Jane,yang di ganggu oleh segrombrol pria.Aku langsung bergerak dari mobilku,melawan satu persatu pria yang terdiri dari tiga orang itu.Berani-beraninya dia mengganggu wanitaku,maksudku Jane yang tentunya akan menjadi wanitaku juga.
Bruk...bruk..bruk..
Satu serangan saja membuat mereka bertekuk lutut,gak sia-sia aku memperbesar ototku.
"I'm sorry sir, I promise I won't disturb him."Ucapnya meminta ampun dengan gemetaran,ketika kaos kerahnya yang berada di dekat leher,kucengkram dengan kuat sehingga nafasnya tidak beraturan.
"If until I see your faces again, I will not hesitate to kill you one by one."Ucapku memberi peringatan sehingga mereka lari tunggang langgang.Aku melihat Jane ketakutan di belakangku.
"Are you okay?"Tanyaku cemas melihat Jane ketakutan.
"Okay,Thank you Vin."Ucapnya.
"Aku anter kamu sampai rumah,gak baik disini sendirian,jalanan sepi banget."Ucapku,kesempatan emas.Akhirnya aku mempunyai kesempatan untuk mendekatinya.
"Baiklah."Ucapnya,dan aku mempersilahkan dirinya masuk dalam mobil sportku.
"Kenapa kau sendirian malam-malam begini?lewat jalan sepi lagi."Ucapku membuka pembicaraan.
"Aku baru pulang dari rumah temen,Clara.Dia sempat mau mengantarku pulang tapi aku menolaknya.Aku bilang kalau aku bisa pulang sendiri karena rumahku gak terlalu jauh sih.Tapi aku gak nyangka kalau ada preman juga disini,biasanya aku juga sering lewat di sini sendiri.Entahlah nasibku kurang baik hari ini."Jelas Jane.
"kamu wanita Jane,ini sudah larut malam.Kenapa kau ingin pulang sendiri.Arah rumah lo ke arah mana ya?"Ucapku melihat pertigaan jalan.
"Belok kiri vin,nah itu rumah gue udah kelihatan."Ucap Jane memberi petunjuk.
"Ia bener ternyata deket juga,tapi tetep jangan pulang sendirian,okey!"Ucapku memberi saran.
__ADS_1
"Kamu gak mau mampir dulu vin,kita makan malam bersama."Ucap Jane menawarkan.
"Lain kali aja ya Jane..Mom and daddyku juga menungguku di rumah buat makan malam.Gimana kalau besok aku ajak kamu makan malam?"Ucapku berharap Jane menerima tawaranku.
"Ee...gimana ya vin,sebenarnya besok aku ada tugas kelompok.Tapi baiklah,untuk ucapan terima kasih.Aku akan usahakan besok datang."Ucap Jane.Yah,akhirnya aku bisa berkencan dengan Jane juga.Sungguh nasib baikku hari ini bisa menyelamatkan Jane.Coba tadi aku gak lewat di jalan itu,pasti buat deketin Jane tetap sulit.Gadis ini,memang sungguh menawan.
"Nah gitu dong Jane,Good night Jane."Ucapku bergegas meninggalkan jane yang manis.
"Night to."Ucapnya.
Prov Alicia
Aku sudah mempersiapkan makan malam untuk Max dan Vino anakku.Bukan aku semua yang memasaknya,ada koki yang handal yang selalu mengisi aroma masakan yang lezat di meja makan kami.
"Mom,Vino gak telat lagi kan malam ini."Ucap Vino yang baru datang dan mencium pipiku.
"E...e..jangan sentuh makanan,kau harus mandi dulu."Perintahku terhadap anak laki-lakiku ini.
Dan aku bergegas ke kamarku untuk melepas dasy dan jas formal Max yang baru saja datang dari kantor.
"Bagaimana harimu Dad?"Tanyaku,yang sebenarnya aku sangat merindukannya dari tadi.
"Baik,dan tentu aku sangat merindukanmu."Ucap Max mencium lembut bibirku singkat.dan merangkul pinggangku.
"Ayo Dad..cepat mandi,kita makan dulu."Ucapku,menolak ajakan Max yang sepertinya ingin berasmara sekarang.
"Tapi mom,sebentar saja."Ucap Max dengan bibir yang berkeliaran di leherku.
"Dad..Vino menunggu kita di bawah,bisa-bisa dia datang ke kamar kita.Tentunya kau tidak ingin di ganggu kan saat bercumbu.Kenyangkan perutmu dulu,agar bisa lama-lama denganku."Ucapku tersenyum dan balik mencium pipi suamiku.
__ADS_1
"Tapi janji ya,selesai makan kita..."Ucap Max merayuku,aku hanya tersenyum malu.
Aku turun bersama Max suamiku,dan Vino yang sudah berada di meja makan terlebih dahulu.
"Hy Dad,mom.kalian sangat serasi.Vino pengen punya istri cantik sepertimu mom.Dan ya mom,di kampus Vino ada wanita yang sama cantiknya dan mirip denganmu mom."Ucap Vino menjelaskan tentang kemiripanku dengan gadis yang sepertinya Vino dekati.
"Benarkah Vin?"Timpal Max.
"Benar Dad,namanya Jane..Nanti Vino akan bawa dia ke sini."Jawab Vino.
"Ah,Daddy sangat penasaran.Menurut Daddy tak ada yang bisa menandingi kencantikan mom mu ini."Ucap Max merayuku dan mengedipkan salah satu matanya.
"Dad..Vin,jangan pilih cantiknya saja,lihat hatinya juga,Mungkin Daddy cinta sama mom karena cantik saja."Ucapku berpura-pura.Aku tau Max sangat mencintaiku bukan karena cantik saja.
"Mom,tidak begitu.Daddy tulus mencintaimu mom."Ucapnya tulus.
"Aduh..mulai deh dramanya..Vino sudah lapar Dad,mom."Ucap Vino mendahului makan.Aku hanya tersenyum melihat kehangatan sebuah keluarga.
Kami pun sudah selesai makan,Vino kembali dalam kamarnya begitupun kita berdua juga kembali pada kamar kita.
"Mom..aku mau ke kamar Vino ya,ada pertandingan bola hari ini.Indonesia lawan Amerika."Ucap Max sangat antusias.
"Yah Dad..Dad bilang kita akan habiskan malam ini bersama.kok malah lihat sepak bolah sih."Ucapku.
Memang benar bukannya Max ingin mengajakku berasmara,Kok malah jadi nonton bolah sih!Kalau tentang urusan bola,mereka sangat kompak.
"Nanti ya mom,setelah nonton bola.Nanti Dad akan memberi sentuhan yang memuaskan yang tak pernah mom lupakan."Ucap Max berlalu pergi sambil mengedipkan salah satu matanya.
"Ah..mendingan aku tidur saja dari pada nungguin kamu Dad."Ucapku pura-pura marah.Tapi beneran ngeselin sih suamiku ini.
__ADS_1
"Ya mom,tidur saja ya."Singkatnya terus melangkahkan kaki ke arah kamar Vino.
"Dad..."Memanggilnya namun tak di gubris.Awas saja ya Dad..kau minta jatah lagi denganku.Padahal aku sudah memakai baju tidur sesexy ini,malah suamiku kabur melihat pertandingan bola.Ih..menyebalkan sekali.Aku pun mengganti pakaian yang sangat tipis ini,karena sebenarnya aku kedinginan.kalau tidak karena Max yang menginginkan bermalam denganku.aku tak akan sudi memakai kain setipis ini.