Sekarang,Aku Bukan Wanitamu Yang Dulu.

Sekarang,Aku Bukan Wanitamu Yang Dulu.
22.Permintaan bayi yang melonjak.


__ADS_3

Aku mengelus-ngelus perutku yang buncit.Aku terbaring di dalam kamar dengan memakai bra dan celana dalam sport.Diwaktu kehamilanku ini aku tidak terlalu memakai pakaian yang super ketat,Apalagi hanya untuk tidur.Umur kehamilanku sudah tujuh bulan.Dulu aku masih hamil Keyla 7 bulan tidak sebesar ini.Aku menutup tubuhku menggunakan selimut sampai di bawah perutku.Aku mengelus-ngelus sambil menunggu Max datang bekerja.Entah mengapa aku sangat merindukannya,aku rasa ini hanya keinginan bayiku karena dia adalah darah daging Max.


Langkah kaki berbunyi menuju kamarku,aku segera turun dari ranjang,dan benar seketika Max membuka pintu kamar.Aku bergegas pergi untuk membuka dasinya.ah..Dari sejak kapan aku mulai peduli dengannya.Aku menatap wajahnya yang masih klimis dan kumis tipisnya yang menggodaku.Mengapa permintaan bayiku melonjak.Apalagi aku datang kepadanya hanya menggunakan bikini.Biasanya aku menutup tubuhku menggunakan piyama tipis.


Max tersenyum lebar kepadaku,membuat aku semakin ingin meminta lebih.Aku membukakan kemeja formalnya dan dada bidangnya yang kekar menggiurkanku.Aku tidak ingin lebih jauh lagi melihatnya.Aku langsung mengambil kemejanya untuk ku letak di keranjang cucian.Aku sangat lucu,bukannya aku sering melihatnya,bahkan dadanya adalah tempat cengkramanku menahan nikmat.


Belum sempat aku pergi ketika aku memutar tubuhku membelakanginya,Max telah memegang pergelangan tanganku dan akupun terjatuh tepat di dadanya.Dia mengelus perutku terasa menggelitik.Mencium leher dan pundakku,dan tangannya beralih menaikkan braku dan meremas dadaku.

__ADS_1


Aku tidak menolak,aku merasa nikmat seolah-olah aku ingin dia melanjutkan aksinya.Dia mulai bereaksi lebih lembut,Aku tau dia sangat menjaga kandunganku ini.


"Max pelan pelan..."Ucapku mendesah ketika Max yang sedikit buas karena rangsanganku mencengkram dadanya dan menciumnya.


Prov Max


Alicia tidak seperti biasanya,Dia membukakan dasiku.Biasanya ketika aku pulang kerja pasti dia sudah tertidur pulas.Dan aku yang selalu membangunkannya untuk melayani aku yang sangat merindukannya.Apakah dia menungguku pulang?Entahlah?malam ini aku tidak bersusah payah untuk membangungkannya.Di sepanjang perjalanan aku hanya teringat wajahnya ini.

__ADS_1


Jika tidak mengandung mungkin aku akan lebih buas lagi beraksi dan tidak bisa mengontrolnya.


Dia sangat berbeda,aku lebih menyukainya saat ini.Dia lebih perhatiaan dari biasanya.Apakah pintu hatinya telah terbuka?entahlah,aku tetap menunggunya.Tapi aku berfikir,apa yang akan disukai dia terhadapku.Aku memang tidak sebejat dulu dan lebih tulus mencintai walaupun dia tidak mencintaiku.Tapi aku masih egois walaupun tak seegois dulu.Dulu aku tidak bisa mengontrol tanganku dan suka berbuat kasar bahkan ke wanita.


Andai saja aku dulu tidak menyia-nyiakan dirinya,pastinya aku hidup tanpa rasa bersalah dan bahagia dengan Alicia.


Namun saat ini,karena Alicia istriku aku benar-benar berubah.Aku bukan Max yang dulu.Aku bersyukur memilikinya walaupun entah sampai kapan Alicia membenciku.Dan apakah Rey yang sebaik itu akan terganti denganku yang cukup jauh darinya?

__ADS_1


Alicia masih mendesah ketika aku masih dengan pemikiranku sambil melakukan sentuhan terhadapnya.Aku menghentikan aksiku dan mempercepat klimaksku memuncak.Bukannya aku tidak ingin berlama-lama.Bahkan waktunya sangat kurang.Aku hanya tidak ingin bayiku terancam.Aku mencium keningnya dan mengucapkan kata cinta.


Aku memeluknya sehingga wajah Alicia berada di dadaku.Dengan keringat yang bercucuran di keningnya karenaku,aku mengusapnya lembut dan kembali mencium keningnya.Alicia hanya tersenyum dan memelukku tanpa di minta.Kita mulai menutup mata masing-masing.


__ADS_2