
Ada berita tentang apalagi di Indonesia,Aku menyalakan Televisi untuk mengisi waktu kosongku.Waktu kosong?selalu kosong,aku hanya melayani Max suamiku.Aku tidak memasak,jika Max menginginkan makanan yang kubuat,baru akan aku buatkan.Bersih-bersih?sudah berpuluh-puluh pelayan berada disini.Aku pernah bertanya dengan Max suamiku,mengapa terlalu banyak pelayan disini?Max hanya ingin aku tidak capek mengurus rumah sebesar ini.Aku pernah berfikir,aku tidak pernah keberatan membersihkan rumah,bahkan sehari-hari aku ingin memasak untuknya.Aku pernah berkomunikasi dengan pelayan rumah ini,Aku bertanya mengapa mereka ingin bekerja dirumah ini.
Mereka bilang,sebelumnya mereka hanyalah seorang pengangguran,pengemis,bahkan orang yang tak punya rumah yang tinggal di jalanan,Max yang memungut mereka menjadi pelayan di rumah ini.Bahkan mereka mempunya kamar masing-masing di rumahku.Melayani keluargaku dengan setulus hati.Bagaimana aku tidak jatuh cinta untuk saat ini,sikapnya sekarang telah meluluhkan hatiku.Dan dia menjadi Daddy yang terbaik untuk Vino.
Sekarang hari libur,Max masih tetap bekerja untuk menyelesaikan proyek di luar kota.Aku telah selesai mengurusnya tadi pagi untuk bersiap-siap.
"Morning mom."Vino menciumku,kebiasaan putra remajaku selalu mencium pipiku.Dia tidak berhenti bertingkah seperti anak kecil.
"Morning sayang,sudah minum susu?"Tanyaku sambil melihat berita di televisi.Walaupun anakku sudah segede Daddynya aku memang tidak pernah melupakan kesehatan Vino.Di haruskan minum susu setiap pagi!
"Hust..mom,Nanti Jane denger."Ucapnya malu.Lihatlah bodynya yang gagah itu,karena aku memberi nutrisi yang tepat bagi Vino.
"Kenapa kalau denger Vin,Eh..Jane,kau sudah bangun?"Lanjutku melihat Jane turun dari tangga.
"Ia tante..Maaf Jane kesiangan."Ucapnya.
"Tidak apa-apa Jane.Biasanya Vino juga lebih siang bangunnya."Sindirku kepada Vino,Hari ini dia lebih awal bangun.Sebelum ada Jane Vino selalu bangun siang.
"Ih..mom,jangan buat Vino malu dong mom."Ucap Vino.Aku terkekeh melihat Vino yang memohon untuk menyembunyikan kebiasaan buruknya.
"Oia Tan,Ayah titip salam buat tante.Ayah mau ngucapin terima kasih sama tante udah bolehin Jane menumpang di sini."Jelasnya.Tidak perlu berterima kasih kepadaku.Kau tetap berada di sini membuat hariku lebih berwarna.
"Ia sama-sama Jane.Hari ini libur kan Jane,temani tante ya di sini jangan kemana-mana."Ucapku memohon kepada Jane agar menemaniku hari ini.
__ADS_1
"Mom Vino ke kamar sebentar."Ucap Vino dan bergegas naek menuju kamarnya.
Terdengar suara ponsel berbunyi.Oh..ternyata ponsel Jane.Jane segera mengangkatnya menjauhiku.Aku terus melanjutkan aktivitasku menonton berita.
"Tante,ayah Jane mau bicara dengan Tante."Ucapnya.Aku langsung menerima ponsel Jane.Aku juga ingin mengenal keluarganya,Siapa yang telah membesarkan seorang gadis yang manis dan baik ini.Mereka begitu pintar mendidik Jane,sehingga Jane bisa bersekolah di tempat Vino yang menurutku memang tidak murah buat Jane.
"Hello Mrs.."Suaranya tidak asing,aku cukup mengenalnya.Atau ini hanya sebuah perasaanku saja.Hatiku gemetar,dan kecemasan menyelimuti hatiku.
"Hello Apa benar ini mama Vino,kalian berasal dari indonesia juga kan?_____"Suaranya terus ku dengar,tanpa jawaban dariku.Aku mengenalnya,aku tidak mungkin salah mendengarnya.Aku menatap Jane lebih dekat,aku amati parasnya lagi.Apakah benar yang aku rasakan selama ini?apa benar seseorang yang lama aku rindukan berada di depanku?apakah dia Keyla?Aku tetap menatapnya sehingga ponselnya terjatuh di lantai.
Prov Jane.
Aku langsung menyerahkan ponselku kepada tante Alicia,Ayahku inging berbicara kepadanya.Ayahku ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada tante Alicia.
"Jane,Apa kau mempunyai foto bersama ayahmu??"Timpalnya lagi.Mengapa tante Alicia ingin melihat foto aku dan ayah.Tentu banyak,Aku pasti menyimpannya bahkan fotoku bersama ayah ku jadikan walpaper ponselku.
"Ada tan."Aku melihat ponselku yang ternyata masih dalam keadaan baik,setelah tante Alicia jatuhkan.Aku memperlihatkan fotoku bersama Ayah.Aku lebih terkejut,ketika tante Alicia memelukku.Memang tante Alicia selalu memelukku,tapi tidak seerat ini.Bahkan dia menangis.Ada apa sebenarnya?Aku tidak mengerti dengan situasi ini.
"Jane kau anakku."Hatiku meledak.Aku tidak percaya yang kudengar.Kalimat itu?apa telingaku sedang rusak.Atau aku berendam terlalu lama di bathtub,sehingga air terlalu banyak memasuki telingaku.Mulutku bungkam.Bahkan tidak ada sepatahpun yang mampu aku ucapkan.
"Maksud tante?"Aku tidak mengerti.Dia bilang aku adalah anaknya,Jelas-jelas aku mempunyai ibu.Apa aku anak pungut.Atau..entahlah.Aku tidak mengerti dengan semua ini.
Tante Alicia menjelaskan semuanya,bahwa om Max adalah suami keduanya,dengan suami pertamanya dia memiliki anak perempuan yaitu aku.Jadi aku adalah kakak Vino.Aku tidak mampu menelan yang baru kudengar.Bagaimana bisa?
__ADS_1
"Mom,tidak mungkin..Aku dan Jane adik kakak?"Dan benar saja,Vino berteriak tidak percaya,sama hal nya denganku sulit untuk percaya.Aku akan menanyakan kepada ayah.Itu tidak benar.Jika benar,hubunganku dan Vino sejauh ini????
Prov Vino
Baru saja aku mengambil ponselku yang ketinggalan di kamar menuju ruang tamu dimana ada Mom dan Jane disana.Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan Mom dan Jane.Apa mom sedang bercanda dengan ucapannya?sejak kapan aku mempunyai seorang kakak.
"Mom,tidak mungkin..Aku dan Jane adik kakak?"Aku berteriak,Aku sangat syok mendengarnya.Itulah mom selalu mengatakan kalau Jane adalah kakak bagiku.Saat pertama kali mom bertemu dengan Jane,dia telah menganggap anak dan sebagai kakakku.Aku kira itu hanya lelucon saja.
"Benar Vin..Mom serius,Jane kakakmu!"Ucapnya lagi.Yang membuat hatiku semakin teriris.Tidak mungkin Jane adalah kakakku.Aku memandang Mom dan Jane tidak percaya.Pasalnya hubunganku dan Jane bukan hanya sekedar seorang saudara,lebih.Aku dan Jane...
"Mom,aku dan Jane lebih dari kakak dan adik,aku sudah lama menjalin kasih dengan Jane."Ucapku menjelaskan.Memang benar aku dan Jane sudah lama saling mencintai walaupun hubungan kita masih belum berstatus.Bahkan aku telah menidurinya.
Bahkan aku pernah berhubungan intim dengannya,singkat cerita waktu itu aku pergi ke club malam,dan Jane ingin ikut bersamaku.Sebenarnya aku tidak ingin mengajak gadis sebaik Jane ke sana.Namun Jane memaksa ikut denganku.Disana aku dan teman-temanku termasuk Jakson tidak luput dengan minuman beralkohol.Baru sebentar aku meninggalkan Jane ke toilet.Jane telah mabuk karena sepertinya dia telah meminum banyak.Ingin rasanya aku mematahkan kepala Jakson,karena aku yakin ini pasti ulahnya.Dengan susah payah aku mengantar Jane ke kontrakannya.Aku tau dia tidak terbiasa minum,sehingga dia sangat mabuk waktu itu.Dan sesampai di kamar tanpa sadar Jane merayuku bahkan nyerocos gak bener.Memelukku,menciumku bahkan dia bilang aku sangat tampan,dia begitu sangat menggemaskan dan menggoda.Aku tidak tahan melihatnya.Dan akupun mulai pergulatan panas dengannya.
"Apa Vin,kau dan Jane bersaudara walaupun gak sekandung,tapi kalian satu mama,aku mom kalian."Ucap mom yang tentu saja aku tetap tidak menerima.
"Mom,kita bukan hanya saling mencintai..Tapi aku dan Jane sudah pernah tidur bersama."Jelasku jujur.
Plakkk....mom menamparku.
"Apa???Tidak mungkin...Jane apa benar yang dikatakan Vino."Mom menangis tidak percaya denganku.
"Benar tan."Ucap Jane yang juga terisak.
__ADS_1
"Kalian adalah adik kakak,mana mungkin kalian memiliki hubungan kekasih.Hiks..."Mom menangis,yang membuatku tidak mampu melihatnya.Akupun sangat frustasi tidak tau harus menanggapi situasi yang begitu rumit ini.