
Prov Alicia(Gracia)
Max mencengkram pahaku yang memang sengaja Aku perlihatkan.Sedangkan Rena tidak mengetahui sedikitpun,aku pergi meninggalkan mereka yang masih belum selesai makan.Dan sebelum pergi jauh aku tau Max masih menatapku,aku mengedipkan salah satu mataku.Memberi kode agar dia mengikutiku.Kau adalah mangsaku Max,sepertinya umpanku berhasil.Dasar singa tua!
Sesampai di kamarku aku sengaja membuka pintu lebar-lebar,terdengar langkah kaki yang mendekati kamarku.Segera aku buka piyama yang menutupi tubuhku ke lantai,hingga terlihat tubuhku yang sexy yang masih terbalut kain yang terawang.Suara pintu di tutup,aku terkejut dan membalikkan badanku.Max langsung memelukku erat dan menciumiku dengan ganas.Max melepaskan rangkulannya yang sebelumnya berada di pinggangku dan membuka kain terawang yang melekat di tubuhku.Pengait braku di lepas,aku berusaha memegang braku sebelum terlepas.Aku tidak bisa membiarkan berlama-lama menyentuhku.Aku hanya membuatnya kepanasan dan tergoda.Hanya cukup sampai di situ niatku.Jangan sampai umpanku memakan tuannya sendiri.
"Jangan Max!"Ucapku berusaha menghentikan Max.Jantungku berdegup sangat kencang.Keringat dingin membasahiku.Max benar-benar berbahaya.
"Bagaimana jika istrimu tau?"Ucapku untuk mencairkan kondisi yang memanas.
"Tenang sayang..aku sudah menguncinya,"Ucap Max berusaha melepas braku dengan bibir yang masih berkeliaran di leherku.Bisa-bisanya dia masih berkesempatan seperti itu.
"Max aku sedang datang bulan."Ucapku berbohong untuk mencari alasan untuk menghentikan Max yang memanas.Max langsung menghentikan ciumannya.
"Kenapa kau baru bilang Grac."Ucapnya merasa kecewa dan menyempatkan diri meremas gunung kembar milikku.
"Sebentar saja sayang,tidak masalah kan jika kau datang bulan."Ucap Max melanjutkan aksi brutalnya lagi.Dasar singa tua ini benar-benar mesum.
Tiba-tiba Rena memanggil Max dari luar kamar,Max langsung menutup mulutku.Rena mengetuk pintu kamarku.Ren aku tau kau sangat jahat,tapi untuk kali ini selamatkan aku.Aku tidak bisa membiarkan singa tua ini menyentuh tubuhku,ini hanya sekedar umpan.Umpan,untuk menyadarkan kesalahannya.
"Sial.."Ucap Max memukul kasur dengan tangannya yang di genggam.
Max langsung berdiri yang sebelumnya mengungkungku.Akhirnya,tuhan masih menyelamatkanku.Aku langsung memasang braku dan memakai piyama yang tergeletak di lantai.Rambutku langsung kuikat karena tampak berantakan jika tergerai karena ulah Max.Max mengambil dokumen ditasku dan membuka pintu.
"Sedang apa kau berada di dalam mas"Ucap Rena mulai curiga.
"Aku mengambil dokumen ini sayang"Ucap Max memperlihatkan dokumen yang ada ditangannya ke Rena.
Bodohnya Rena mempercayai Max.Hanya dengan bersikap begitu dia sudah percaya.Mungkin ada yang salah dengan otak mereka.Untung aku sudah merekam vidio Max tadi.Ini bukti bisa menghancurkan hubungan mereka.Harus diedit ini vidio,ada tubuhku yang terlalu sexy.Apalagi jika Rey tau.Aku hanya akan menyakitinya saja.Maafkan aku Rey,singa tua itu berhasil menciumku!
__ADS_1
Max terlalu ganas dan mesum,Aku harus selalu berhati-hati dan waspada dengannya,atau aku yang akan menyesalinya.Aku mengambil ponselku,menghubungi Rey.Ada yang harus aku bicarakan kepadanya.
"Hallo Sayang"Ucap Rey yang mengangkat telfon dariku.
"Rey bagaimana dengan rencana kita selanjutnya?"Tanyaku sudah tidak sabaran langsung ke inti.
"Aku akan datang besok sayangku.Aku sangat merindukanmu."Ucapnya.
"Aku juga merindukanmu Rey."Aku benar-benar merindukanmu Rey.Aku selalu ingin berada dipelukanmu.Hanya kau laki-laki yang tak seperti Max.
"I Love you Sizukaku."Lanjut Rey.
"I love you to Nobitaku."Ucapku tersenyum.Entahlah,Rey selalu berhasil membuat hatiku damai.
***
Hari ini aku dan Max akan bertemu dengan klien penting dari perusahaan yang lebih besar,yang tak lain adalah Rey kekasihku.
kedatangan Rey klien penting Max.
Betapa gagahnya dan tampannya Rey datang menggunakan jas setelan berwarna navy dan kemeja warna biru langit.Pantas aku sangat mencintainya selain dia baik dan menolongku selama ini dia begitu tampan.Jauh berbeda dengan Max yang hanya manis tapi bertingkah,ditambah sifatnya yang tidak terpuji itu.
Rey berjabat tangan dengan Max dan aku,Rey memang sengaja memegang tanganku lama.Aku hanya tersenyum tersipu malu.Sedangkan Max berdehem memberikan kode.Rey melepas tangannya dan kami duduk.
"Bagaimana tuan,apakah kita akan mulai kerja sama bisnis kita?"Tanya Max langsung keinti pembicaraan.Sedangkan Rey masih memandangiku sambil tersenyum.Ah,Rey kau sengaja atau kau memang sedang mengagumiku.
"Ah..Aku harus melihat langsung keadaan perusahaanmu,apakah perusahaanmu memang memiliki bakat untuk mengembangkan bisnisku,atau tidak.Nanti aku akan memikirkannya lagi"
Ucap Rey menjelaskannya sambil sesekali tersenyum ke arahku.Apakah kau seorang aktor Rey?Coba lihat sikapnya,benar-benar seperti aktor.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong apakah sekretarismu masih single Max?"Tanya Rey sengaja mempertanyakan statusku.
Didalam hatiku hanya tertawa geli melihat Rey memainkan dramanya.Actionnya tidak terlalu buruk.Kau pantas menjadi actor Rey.Apalagi wajahmu yang tak kalah tampan dari artis papan atas.
"Dia adalah calon istriku Tuan Rey"Ucap Max menekankan kata calon istri,Rey menaikkan salah satu alisnya.
Akupun juga merasa terkejut mendengarnya.Secepat itu aku membuatnya bertekuk lutut.Dasar pria bre**sek.Percaya diri betul kau Max akan menjadi suamiku lagi.Tidak akan,kesempatan datang hanya sekali.Kenapa dulu kau menyia-nyiakan diriku.
"Bukannya kau sudah mempunyai Istri Max?"Ucap Rey memancingnya.
"E..aku akan menceraikan istriku sebentar lagi"Ucap Max merasa tidak malu dan terang-terangan kepada kliennya sendiri.Bukankah dengan begitu,dia akan memperjelekkan namanya sendiri.Dasar singa tua.
"Oh Max,ternyata dua istrimu tidak cukup baik"Ucap Rey menyindir mengetahui Max telah menikah dua kali.Sedangkan Max tidak menggubrisnya.
Selesai bertemu dengan klien,aku dan Max pulang menuju kantor kembali.Di dalam perjalanan aku menanyakan hal yang sempat dinyatakan oleh dirinya tadi.padahal aku tau dia berkata dengan sungguh-sungguh.Hanya ingin memastikan saja,bahwa rencanaku tidak akan gagal.
"Apa benar yang kau katakan tadi pak,mau menikahi saya"Tanyaku mengungkitnya kembali.
"Tentu saja sayang..aku sangan mencintaimu"Ucap Max menyentuh pipiku dengan lembut.
Aku tersenyum palsu mendengarnya.Sebentar lagi kau akan menyesali perkataanmu Max.
"Bagaimana dengan istrimu?"Tanyaku lagi.
"Aku sudah lama bosan kepadanya,aku hanya pura-pura mencintainya karena aku menginginkan hartanya saja"Ucap Max menatapku dengan hangat.
Ternyata Max selain Bren**ek dia juga haus kekayaan.Tak masalah Max ambil saja semua yang dimiliki Rena.Aku mendukungmu.Dengan begitu aku akan mendapat keuntungan dua kali lipat.Sebenarnya aku tidak membutuhkan uangmu.Rey sudah cukup kaya dan bertanggung jawab terhadapku.Tapi terlalu sayang kau terlalu banyak korupsi ketika aku mengecek data keuanganmu.
Max tidak langsung kembali ke kantornya,dia mengajakku ke mall,membeli beberapa perhiasan untukku dan baju.Sampai Max kebanyakan membawa tas belanjaanku.Suruh siapa mengajakku shopping.Aku akan menguras habis uangmu.
__ADS_1
Aku hanya melihat Max yang bersusah payah menenteng tas belanjaku.Sedangkan aku tidak membawa satupun.Aku sangat senang mengelabui dia yang ternyata bodoh juga.