
Prov Rey.
Aku merasa lemas dan tidak bersemangat,hari ini adalah hari yang sangat berat.Aku masih berada di restauran dengan secangkir kopi.Dengan kemeja yang kulipat di pergelangan tangan,dan dasi yang sudah kulonggarkan.Aku meneguknya sambil berfikir,bagaimana caranya aku pulang.
Aku tidak sanggup memberitahu istriku tentang perusahaanku yang mengalami kebangkrutan.
Aku sudah terlalu lama berada disini,akupun melangkahkan kakiku dengan berat menuju rumahku.
Sesampai dirumah,aku masih menetap di dalam mobil dan enggan untuk turun.Aku masih memegang kepalaku yang berat memikirkan hal yang berat terjadi kepadaku hari ini.
Kenapa perusahannku bangkrut,tidak masuk akal.Aku telah melihat data keuanganku selama ini baik-baik saja dan terkontrol.
Ah...Usahaku selama ini sia-sia.Maafkan aku pa,Rey tidak bisa menyelamatkan perusahaan papa.Semua cabang sudah di tutup.Tempat Gym yang aku rintispun sudah tiada dengan mudahnya lenyap.
"Sayang??"Ucap istriku yang menungguku di depan pintu melambaikan tangannya.
Aku melihat wajahnya yang cantik terlihat bahagia dengan kedatanganku.Aku semakin ragu menceritakan tentang perusahanku.Mau tidak mau aku langkahkan kakiku menuju dirinya.Pelukan yang sangat hangat.Membuat hatiku yang gundah merasa sedikit ringan.
Prov Alicia.
Aku melihat Rey sudah pulang dari kantor.Aku melihat dirinya tidak bersemangat dengan dasi yang telah longgar,dan rambut yang sudah berantakan.Aku menjadi cemas dengan keadaan suamiku.Aku peluk dia dengan hangat.Seperti ada beban berat yang dipikirkannya.
"Ada apa Rey?"Tanyaku.Dia menatapku,seakan-akan telah terjadi sesuatu dan tetap masih diam.
Aku semakin penasaran,hatiku semakin cemas.
__ADS_1
"Rey???"Timpalku lagi dan kembali memeluk.
Tepat ditelingaku Rey mengatakan perusahaannya mengalami kebangkrutan.Aku memeluknya semakin erat.Aku menangis dan segera menghapus air mataku.
"Rumah kita dan mobil kita akan segera disita secepat mungkin."Ucapnya lagi dengan air mata yang menggenang di matanya.
"Kita makan dulu ya sayang."Ucapku mengalihkan pembicaraan karena aku tau dia masih belum makan.Aku merasa sedih,Usaha yang Rey rintis telah lama,sekarang bangkrut.Aku sedih sepertinya Rey tidak bisa menerima kenyataan.
"Tidak sayang..Aku tidak mampu makan sebutir nasi pun.Aku kenyang dengan masalah ini."Ucap Rey menghentikan langkahnya ketika aku menariknya menuju ruang makan.
"Kan masih ada usahamu di Gym Rey?"Tanyaku.
"Itupun telah disita oleh bank.Data keuangan kantorpun selama ini terkontrol dengan baik.Entahlah mengapa ini terlalu mendadak"Ucapnya dengan raut wajah lesu.
"Sabar Rey,mungkin ini ujian dari tuhan buat kita."Ucapku menenangkah Rey yang sedang resah dan gundah.
"Sampai matipun aku tidak akan meninggalkanmu."Ucapku menekankan kalimatku.
"Aku sudah tidak punya apa-apa Alic."Ucapnya dengan wajah kusut.
"Apa kau pikir aku mencintaimu karena kau mempunyai segalanya Rey.Aku tidak pernah punya fikiran sedikit pun untuk meninggalkanmu.Tak masalah jika aku harus bekerja lagi.Kita akan mengulanginya dari nol."Ucapku menatap Rey dengan tulus.Dia tersenyum melihatku memberi keyakinan.
****
Dari perusahaanku,hingga kendaraanku disita,giliran rumahku yang akan segera disita dan aku akan segera di tendang dari kediamanku sendiri.Aku mencari Alicia istriku yang tak terlihat dari tadi siang.Sebelum di tendang dari rumahku sendiri aku akan tinggal dirumah orang tuaku untuk sementara waktu.
__ADS_1
"Papa..kemana mama?apa cita akan pindah?"Tanya anakku,Keyla.
Aku hanya menatap pintu rumah yang terbuka,berharap Alicia segera datang.Dia bilang mau beli sesuatu di mini market terdekat.
"Ia sayang..kita akan pindah kerumah Oma.Tapi papa janji akan membeli rumah lagi yang besar sama seperti rumah ini ya."Ucapku melihat Keyla anakku hanya mengangguk mendengarkanku.
Dua jam lebih tepatnya,aku masih belum melihat kedatangan istriku.Aku dan Keyla diusir,karena waktu yang telah ditentukan telah habis.Aku harus segera keluar dari rumah ini.
Aku menunggunya di luar rumahku sendiri,duduk dengan Keyla anakku sambil berharap Alicia istriku datang.
***
Satu hari telah berlalu,aku mencarinya ke mini market terdekat dan menanyakan istriku pada semua orang.Namun,aku tidak menemukan Alicia.
Bahkan satu minggupun telah berlalu,aku terus mencarinya.Bahkan Orang tuanya sendiri pun tidak tau keberadaan Alicia.Entahlah,mereka menyembunyikannya atau benar-benar tidak tau keberadaan Alicia.Yang jelas mereka tidak memberiku izin untuk melaporkan ke pihak berwajib.
Aku sempat berfikir,Apakah mungkin Alicia meninggalkanku karena aku sudah bangkrut?Dan aku juga tidak mengerti orang tuanya memohon kepadaku agar tidak memberi tau ke pihak berwajib.
Dan memberiku surat dari Alicia.Yang membuatku berhenti mencarinya.
Sedangkan Keyla anak gadisku selalu menangis mencari mamanya,Alicia.Namun,aku bisa apa!dengan surat itu jelas aku harus berhenti mencarinya.
hatiku sakit..bahkan sangat hancur.
Kemana dirimu sayang?Elicia,aku merindukanmu.Aku tidak bisa hidup tanpamu.Jangan pergi,Keyla masih terlalu kecil dan membutuhkanmu.Apakah benar yang di nyatakan di surat itu.Apakah kau tega membiarkanku sendiri?Itu bukan dirimu,aku sangat mengenalmu.Kau istriku!Bagaimana kau bisa mengatakan itu sayang.
__ADS_1
Akhhhhhhh....Aku berteriak,ingin meluapkan rasa sakit yang terdalam.