
Prov Jane.
Seperti biasa aku pulang bersama Vino,Clara berlari memanggilku sewaktu aku masuk dalam mobil Vino.
"Jane I want to come, yeah, I forgot to not bring the car(Jane aku mau ikut ya,aku lupa gak bawa mobil)"Ucapnya memohon.Apakah ini mobilku?Clara memohon kepadaku.
"Where did your car go? "(emang kemana mobilmu?)"Tanyaku.Aku tau Clara sangat menyukai Vino.Pasti dia sengaja gak bawa mobil.
"my car is being repaired,Jane(mobilku sedang di perbaiki,Jane)"Aku tau ini salah satu triknya untuk mendekati Vino.Apalagi dia mengedipkan salah satu matanya kepadaku agar aku bisa membantunya.
Aku terpaksa memohon kepada Vino untuk memperbolehkan Clara ikut bersama kami.Sebenarnya tidak ada masalah bagi Vino,dengan senang hati Vino akan memberi tumpangan.Tapi aku jadi tak enak hati,Vino selalu ku buat repot.
Akhirnya kita telah sampai di depan rumah Clara.
"Thankyou Vin."Ucapnya sambil mencium pipinya di hadapanku.Mataku membulat melihat Clara mencium Vino secara langsung di depan mataku.Ih..Clara bisa-bisanya mencium Vino di depanku.Bukannya hal biasa,Vino memang selalu di kelilingi oleh banyak wanita di kampus.Dan entah mengapa aku tidak merasa nyaman dengan hal itu.Apalagi Vino yang mendapatkan ciuman itu terlihat sangat senang.Namanya juga pria.Jadi ciuman bersamaku itu,seharusnya hal biasa juga baginya,Tapi aku seolah-olah menganggapnya lebih dari sekedar ciuman biasa.
__ADS_1
"Kenapa Jane,kau juga mau menciumku."Ucapnya tersenyum meledek kepadaku.
"Ih.."Aku bergidik mendengar ucapan Vino.
"Kalau kamu cium di sebelah sini."Vino langsung memberi kecupan singkat di bibirku dan kembali ke posisi semula untuk melanjutan mengemudi.Berhasil membuatku tidak berkutik dan menegang.Seolah-olah Vino telah biasa melakukannya,padahal memang benar ini sudah ketiga kalinya Vino menciumku.
"Kenapa gak ngomong,mau lagi?"Ucapnya di tengah perjalanan,sontak membuatku terkejut mendengarnya.Sedangkan Vino tersenyum meledek kepadaku dan fokus mengemudi sebelum menatap kepadaku dan membuat diriku gelagapan di depannya.Aku berharap agar segera sampai di rumahnya,hatiku semakin berdegup kencang tidak karuan berada di dekatnya.Di tambah lagi rayuan-rayun Vino yang berhasil membuatku terdiam dan salah tingkah.
***
Prov Alicia.
" good afternoon tan."Ucapnya menyapaku sambil mengambil salah satu bunga dan menciumnya.
"Seperti harum bunga melati.Tapi mengapa berbeda warna?"Tanyanya mengerjapkan matanya.Melihat bunga yang di pegangnya.
__ADS_1
"Afternoon, cantik.Benar ini bunga melati Jane."Ucapku tersenyum melihat Jane gadis yang sangat manis dan mempunyai lesung di pipinya sama sepertiku.Aku telah menganggap Jane sebagai anakku.Berbicara dengannya membuat rinduku pada Keyla sedikit berkurang.Walaupun aku sudah bisa mencintai Max tapi aku tidak bisa menghilangkan rasa rinduku kepada Keyla karena aku adalah seorang ibu.Bias wajahnya sewaktu kecil kekal di dalam hatiku.Celetukan manjanya yang ingin mempunyai boneka princes masih terngiang di ingatanku.Jika Vino tau kalau dia mempunyai seorang kakak.Pasti dia akan sedekat ini.Aku melihat Jane dan Vino yang sangat akur.
"Bunga melati bukan hanya berwarna putih,tapi ada juga yang berwarna merah muda seperti ini.Namanya jasminum polyantum."Jelas Vino yang mengetahui nama-nama bungaku.Walaupun Vino seorang pria,hal yang aku sukai selalu dia tau termasuk bunga ini.
"Loh kok kamu tau sih Vin?"Tanyanya melihat mereka bagaikan seorang adik dan kakak.
"Ia taulah.Apa yang aku gak tau soal kesukaan mom."Ucapnya.Aku merasa senang Vino bisa sesayang ini kepadaku.Aku tersenyum melihat mereka.
Prov Max.
Aku pulang lebih awal,mengelarkan semua pekerjaanku dengan secepat mungkin.Aku sangat merindukan istriku,yang selalu ku tinggal untuk bekerja.Akan ada segera penggantiku untuk meneruskan segala pekerjaan ini.Sebentar lagi aku akan melihat keahlian anakku mengembangkan kantorku.Vino sudah cukup matang mengambil alihku dan sebagai pewaris tunggalku.
Aku melihat Istriku,Vino dan Jane di balkon rumah.
"Udah pulang Dad?"Tanya Vino,sambil bersalaman menumbukkan dada layaknya seorang teman.Dan aku mencium kening istriku.
__ADS_1
"Ia,aku rindu dengan kalian."Ucapku.Aku sangat rindu dengan Vino dan istriku.Aku melihat kedekatan istriku dengan Jane.Andai aku tidak memisahkan Alicia dan Keyla..Kesalahanku terus mengiang-ngiang di ingatanku.Dulu aku pernah ingin menyatukan Keyla dan Alicia.Dengan kekuasanku aku bisa berbuat apa saja.Termasuk mengambil Keyla menjadi anakku juga.Tapi Alicia tidak memberiku izin melakukan itu.Aku tau alasannya mengapa,bukankah aku sudah cukup mencuri Alicia dari Rey!
Walaupun Alicia telah memiliki seorang putra bersamaku,tapi aku tau Alicia seorang ibu.Pasti dia tidak mungkin bisa melupakan putrinya itu.