
Aku menerima kekalahanku dengan Jakson,tidak terlalu memalukan sih.Walaupun aku berteman dengan Jane,yang sekarang masih berteman,tapi Jane cukup mengasikkan sebagai teman.Dan aku sedikit penasaran dengan kehidupannya.Bagaimana tidak penasaran?Jane wanita pertama yang menolakku dan menganggapku sebagai teman saja.Aku sering mengantarnya ke toko buku,atau kita hanya duduk mengobrol di sebuah restaurant.Kau tau aku juga sering mengajak Jane ke rumahku,apalagi Momku yang sangat menyukai Jane.
"Jane kau sudah menemukan buku yang kau cari?"Tanyaku.Melihat Jane sudah membawa beberapa buku.
"Ia sudah."Ucap Jane.
"Kali ini biar aku yang membayarnya."Ucapku.Aku sering ingin membayarkan sesuatu jika Jane bersamaku.Tapi Jane selalu menolaknya.Aku merasa heran dengan wanita ini,mau di bayarin malah tidak mau.
"Tidak usah Vin,aku sudah menabung untuk membeli buku ini."Ucap Jane masih menolak.Hanya untuk membeli sebuah buku saja yang menurutku harganya murah,Jane harus menabung dulu.Membuat aku terkesan olehnya.Ini sebuah perasaan kagum saja atau lebih,aku tidak tau.Yang pasti aku nyaman bersama Jane.Apalagi jika bersama Jane selalu melakukan hal positif.Biasanya aku habiskan waktuku di area racing,atau di club malam.Kini aku sering mendengarkan obrolan Jane yang sering ke mata kuliah,bahkan ke sebuah perpustakaan yang tak pernah aku masuki.
"Baiklah..hari ini kau mau kerumahku lagi?Momku selalu merindukanmu dia bilang,aku saja anaknya tidak ada rindu."Ucapku merasa heran dengan momku selalu menanyakan Jane.Sedangkan aku putranya mau pergi kemana saja bebas.
"Boleh Vin,hehe..aku juga rindu dengan Tante Alic."Ucapnya terkekeh.
Sesampai dirumah,Mom sudah berada di paviliun rumah bersama bunga-bunga yang di rangkainya.
__ADS_1
"Hy..Jane,bagaimana harimu?"Ucap mom memeluk terlebih dahulu Jane.Mom sebenarnya anakmu itu aku atau Jane,aku sedikit iri melihat kedekatan mereka.
"Baik tante..Tante karangan bunganya cantik."Ucap Jane.
"Ia cantik sepertimu Jane..ia kan Vin?"Ucap mom.Ah mom selalu menggodaku dan membuatku salah tingkah jika berada dengan Jane.
"Ah,ia mom..Vino mau ganti baju dulu."Ucapku ingin mengganti pakaianku yang sepertinya sudah penuh dengan keringat.
Prov Jane.
Dia selalu menguntitku kemana saja ku pergi.Padahal aku sudah berusaha menjauhinya,yang pada akhirnya kami semakin dekat ketika Vino menolongku dari ancaman preman yang menggangguku.Dan semakin hari kita semakin dekat.Apalagi sekarang aku sangat dekat dengan tante Alicia,ibu Vino.
Dia menganggapku sebagai anaknya sendiri,Entahlah aku merasa sangat dekat dengan tante Alicia.Seperti ada ikatan,bagaimana tidak!Dia begitu baik denganku.Dan Om Max yang gak kalah asyik yang selalu menyapaku jika ada kesempatan.Sepertinya om Max selalu sibuk, lihatlah rumahnya yang begitu besar bagaikan istana.
Bodyguard dimana-mana,pelayan dimana-mana bahkan koki terkenal pun menjadi juru masaknya.Dan aku suka banget kalau di suruh makan di rumah Vino,makanannya sangat pas di mulut super lezat.Tapi malu juga jika terlalu sering.
__ADS_1
Aku terlewat senang bersama Tante Alicia sehingga sudah larut malam.Sebenarnya aku tinggal sendiri di rumah kontrakan yang super sempit.Keluargaku berada di Indonesia.Walaupun aku tidak pulang siapa yang akan khawatir denganku.Vino pernah masuk rumah kontrakanku sekali saja.Aku rasa pasti dia tidak akan betah berada di rumahku.Dulu saja dia terburu-buru pulang tampa duduk lama.
"Vin,terima kasih sudah mengantarku pulang"Ucapku,Aku membuka pintu mobilnya.
"Tunggu"Ucap Vino.Belum sempat aku turun dari mobilnya dan memalingkan wajahku kepadanya.
Cupp..
Tiba-tiba Vino mencium bibirku,ciuman pertamaku.Jantungku berdetak kencang,Dan nafasku seakan terhenti seketika,mataku membulat.Aku diam tak berkutik.
Jane kenapa kau tidak menolaknya?Entahlah,aku harus menolaknya atau aku tetap berada di posisi ini.Rasanya sangat menghangatkan,lembut dan nikmat.Vino menciumku sangat singkat,aku hanya diam menunduk.Ada apa denganku?kenapa aku di cium Vino hanya diam saja.Bukankah kita hanya berteman saja.
"Aku tidak mengerti tentang cinta Jane,rasanya akhir-akhir ini aku ingin selalu bersamamu.aku tidak bisa menjelaskan dan menerjemahkan isi hatiku,yang yang jelas aku nyaman bersamamu.Dan aku ingin melakukan ini denganmu."Jelasnya.
Cup..Vino menciumku kembali.Aku tetap terdiam.Tidak menolak dan sekarang sedikit merespon.Apa aku sudah gila?Dimana optimismu Jane,kau bilang akan fokus kuliah dulu dan membuat orang tuamu bangga.Aku sudah berusaha menjauhi Vino yang selalu mendekatiku bahkan pria di luaran sana.Tapi Vino terlalu baik untuk aku jauhi sehingga muncul rasa ini.Aku tidak bisa menjelaskannya.Dia begitu hangat,begitu baik,begitu tampan.Seperti ada rasa lebih dari sekedar teman.Apa itu cinta?
__ADS_1
Terima kasih atas vote kalian dan komentar kalian,sangat mendukungku terus berkarya dan semangat tulis novelnya,walaupun waktu yang sangat sedikit❤❤💕💕💕💕😘love you kalian💕