Sekarang,Aku Bukan Wanitamu Yang Dulu.

Sekarang,Aku Bukan Wanitamu Yang Dulu.
6.Hujan


__ADS_3

Prov Alecia(Gracia)


Aku sangat ingin bertemu dengan wanita jal **g yang sekarang merupakan istri dari Max mantan suamiku.Aku bingung bagaimana caranya agar aku bisa bertemu dengannya.


Malam ini hujan sangat deras,biasanya Max masih belum pulang.Tapi tadi dia masih keluar bertemu dengan klien tanpaku.Max selalu menjemput dan mengantarku ke Apartementku.


Malam ini aku memesan Grap di depan kantorku.Hujan sangat deras hingga bajuku basah kuyup.Kantor sudah sangat sepi,karena hari ini aku lembur seorang diri.Aku sangat lama menunggu Grap yang tak kunjung datang.


Mobil sedan berwarna hitam mendekatiku,mobil yang biasa di pakai oleh Max.bahkan dulu pun waktu aku masih menjadi istrinya,Max menggunakan mobil yang sama.


Dengan sepatunya yang mengkilat seperti sepatu yang sering kubersihkan dulu keluar dari mobil sambil membawa payung.Max segera merangkul bahuku semakin mendekatkan ke tubuhnya,agar aku tidak terkena air hujan.Dengan baju yang basah bahkan pakaian dalamku yang berwarna berlawanan dengan kemejaku sangat terlihat jelas.


Aku menggigil kedinginan dengan bibir ku yang bergetar.Hari itu Max tidak segera melajukan mobilnya,dia masih memandangiku.


Lalu cup...


Dia menciumku.Aku tidak berkutik.Ingin rasanya menolaknya,namun rencanaku akan gagal.Aku terpaksa membalas ciumannya.Bahkan aku merangkul tanganku di lehernya.Nafasku menggebu-gebu ketakutan.Aku takut akan ada hal yang tak aku inginkan dan di luar rencanaku.Aku bingung dengan situasi ini.Aku yang memulai suasana yang memanas ini.Sedangkan di luar masih terdengar suara hujan yang sangat deras.Membuat suasana mencengkam dan aku tau ini tidak menguntungkan.


Untungnya,ponsel Max berbunyi.Istrinya menelfon Max,Max segera melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh mengantarku sampai ke Apartement dengan ucapan selamat malam dan Max tersenyum pergi meninggalkanku.

__ADS_1


Prov Max


Hujan sangat deras,aku sangat mencemaskan Gracia,dia pasti belum pulang karena lembur.Seperti yang kuduga Gracia berdiri di depan kantor.Dengan baju yang sudah basah kuyup.Segera aku mendekatinya dengan membawa payung yang ada di mobilku. Sambil menuntun Gracia yang kedinginan ke mobilku.Aku menatap Gracia yang semakin menampakkan lekuk tubuhnya yang indah ditambah bajunyanya yang basah.Apalagi warna pakaian dalamnya yang kontras dengan warna kemejanya.


Aku sudah tidak tahan melihat sekretarisku dengan bibir merahnya yang bergetar.Aku mencengkram bahunya dan mencium bibirnya.Sangat nikmat dan terasa manis.Bahkan malam yang sesunyi ini,dan udara yang dingin membuatku tidak terkendali.Bahkan aku ingin menikmatinya lebih dalam lagi menelusuri semua lekuk tubuhnya.


Namun,tiba-tiba ponselku berdering nyaring.Suara panggilan dari Rena.Dia menelfonku untuk segera pulang.Jika aku tidak menuruti keinginannya tepat waktu.pasti dia menanyakan banyak hal dan marah.


Bukan aku takut untuk di marahi istri,tapi Rena adalah pemilik perusahaan yang akan membantu perusahaanku yang sedikit menurun.Aku akan memerasnya dulu sampai kekayaannya menjadi milikku baru aku akan berani meninggalkannya.Bahkan mantan istriku dulu yang jelek sering kupukul karena tak berguna.


Aku melajukan mobilku dengan kelajuan penuh untuk mengantar Gracia dan pulang kerumah menemui istriku yang menungguku.


Aku melihat cermin merasa jijik dengan bibirku ini,aku menggosok lama bekas ciuman Max pria bren**k itu.Aku terpaksa melakukanya, demi balas dendamku.Kelemahan Max soal wanita.Dia terlalu mesum sebagai pria.Sampai bibirku terasa perih karena kugosok memakai tisu yang berserakan di kamarku.Bahkan berapapun tisunya tidak akan cukup menghapus bekasnya.Aku sangat membencinya.Aku menangis lagi mengingat masa-masa sulitku.Dulu aku sempat mencintainya.


Aku terlalu bodoh,mencintai pria bren**k.Hanya karena dia seorang suami aku memberi semua yang kumiliki.Bahkan dengan diperlakukan seperti hewan aku masih tetap buta mau mencintainya.


Menjijikkan,sungguh pria mesum!!!!


***

__ADS_1


Keesokan harinya Rey datang menjumpaiku.Aku dan Rey akan pergi ke rumah orang tuaku.Dua tahun lamanya aku tidak mendengar kabar darinya.


Dua tahun aku berpisah dari orang tuaku karena Max.


Aku sudah tidak tahan menyimpan rindu terlalu dalam untuk kedua orangtuaku.


Seorang wanita paruh baya duduk di pavilliun dan terlihat sangat kurus.Air mataku tak terbendung lagi,aku segera turun dari mobil Rey dan menangis memeluk ibuku.


"Apakah kau Alic,anakku"Ucapnya mengetahui aku adalah putrinya,memang benar batin seorang ibu tidak pernah salah.


Padahal aku sudah berubah drastis,bahkan Max mantan suamiku tidak mengenaliku.Tapi ibuku langsung mengenaliku.Aku sangat bersyukur bisa melihat ibuku lagi.Dan aku mengangguk.


"Kau pergi darimana anakku,kenapa kau bisa berubah secantik ini.aku sudah lama mencarimu"Ucap ibuku menangis deras.


Aku tau rasanya kehilangan seorang anak,apalagi bayiku telah meninggalkanku.Ibuku bilang kalau Max benar-benar mengantarkan surat percerain.Aku sangat prihatin dengan ibuku karena dia keluar masuk rumah sakit karena memikirkan keberadaanku.


Ayahku yang mengetahui aku adalah anaknya juga memeluk hangat.Aku menceritakan keberadaanku yang sangat baik.Karena Rey pria disebelahku.Mereka menyambut Rey dengan baik.Dan sangat menyesal telah menikahkanku dulu dengan Max.Mereka tidak menyangka Max mantan suamiku seperti itu.Karena dia sangat mengenal kedua orang tuanya dengan baik.Mereka bersahabat lama.Namun karena kabar 2 tahun yang lalu persahabatan mereka hancur.


Aku berjanji kepada mereka akan selalu mengunjunginya,aku tidak bisa tinggal di rumahku sendiri saat ini.Aku bilang kepada mereka akan niatku membalas dendam.Tak menyangka mereka sangat setuju apalagi saat mereka tau aku pernah hamil dan keguguran karenanya.Aku tau hati mereka lebih sakit dariku.

__ADS_1


__ADS_2