
Sepertinya Jane menjauhiku akhir-akhir ini,sudah sepekan ini dia menolak penawaranku untuk mengantarnya pulang bersama.Aku rasa karena ciuman itu dia jadi berubah menjadi jutek kembali.Sepulang dari kampus aku mencegat Jane,ingin mendengar penjelasannya mengapa sepekan ini dia menjauhiku.Apa salahku?apakah hanya sebuah ciuman?apakah dia semahal itu.Aku tidak habis fikir,hanya Jane satu-satunya wanita yang sulit di dekatin.
"Jane.."Ucapku meraih pergelangan tangannya.Sebelumnya dia telah menyadari kehadiranku dan ingin berlari dari hadapanku.
"Vin,lepaskan.Aku masih ada urusan penting."Ucapnya.Benarkah urusan penting?Apakah urusan itu menjadikanku rumit bertemu denganmu.
"Gak mau,sebelum kamu jelasin,kenapa sepekan ini kamu berubah dan menjauh dariku."Tanyaku.
"Aku tidak menjauhimu,aku hanya sibuk akhir-akhir ini."Ucapnya.Sibuk apa,yang membuat dirimu menjadi takut melihatku.
"Benarkah?atau karena aku menciummu?"Tanyaku langsung ke intinya.Aku menaikkan salah satu alisku mencari kebenaran yang baru aku ucapkan.
"Vin lepasin aku,gak enak di lihat orang."Ucapnya.Kenapa jadi gak enak?ini Amerika,akupun bisa menciummu kembali disini Jane.Di hadapan orang banyak.Ciuman itu membuatku tidak bisa berhenti,dan rasanya ingin mengulangi kembali.
"Tidak,ikutlah pulang bersamaku,momku sedang merindukanmu."Ucapku beralasan.Tapi alasanku memang benar.Mom selalu menanyakan mengapa sepekan ini Jane tidak terlihat.Seperti kehilangan anaknya.Jika Jane itu seorang pria,aku tidak akan sudi dia dekat dengan Momku.Tapi karena Jane seorang wanita apalagi orang yang aku suka ya tak masalah.
"Baiklah Vin."Pasrah Jane.
Prov Jane.
__ADS_1
Aku terpaksa ikut pulang bareng sama Vino,kenapa sih aku gagal terus setiap ingin menjauhinya.Dari kejadian dia menciumku,aku sudah seharusnya tidak lagi melangkahkan kakiku lebih jauh,niatku datang ke Amerika hanya ingin mencapai cita-citaku yang akan segera terwujud.Tentu aku sejauh ini bersekolah, tidak mau gagal menjadi sukses.Skripsiku akan segera terselesaikan.Tapi Vino sebenarnya telah mengganggu pikiranku,apalagi di tambah ciuman itu.Aku gak bisa melupakannya.
Aku masih mampir dulu kerumah Vino karena aku memang merindukan tante Alicia.Aku masih mengamati seisi rumah untuk mencari keberadaan tante Alicia.Tapi hanya ada pelayan dan bodyguarnya di sana.
"Vin,tante Alicia kemana?"Tanyaku.
"Entahlah,Aku juga tidak tau.Aku akan menghubungi mom."Ucap Vino terus melangkahkan kakinya.
Aku mengikuti Vino,yang sepertinya menuju kamar tidurnya.
"Vin aku tunggu di luar ya diruang tamu."Ucapku ketika sampai di pintu kamar Vino.Berhenti mengikuti Vino yang lebih dulu masuk.
"Masuk aja Jane,aku gak bakalan ngapa-ngapain kamu kok.Ini kamarku."Ucap Vino.
Aku melihat figuran yang menghiasi dinding kamar Vino.Aku terkekeh melihat masa kecil Vino yang menggemaskan dan tampan,bawaan lahir vino ternyata dari kecil sudah tampan.
"Kau lagi lihat apa jane?"Tanyanya selesai meletak bagnya.
"Kau ternyata sudah tampan dari kecil ya Vin."Ucapku yang tak kusadari.Mengapa aku bilang Vino tampan.Ia memang Vino sangat tampan,tapi kan gak perlu di jelasin juga.
__ADS_1
"Oh..ternyata menurutmu aku tampan juga."Ucapnya sambil tersenyum.
"Eh maksudku..kamu masih kecil tampan,pas udah gede.."Aku menatap Vino.
"Pas udah gede tambah tampan kan,Ayo ngaku kamu Jane..bilang aja kamu suka sama aku."Ucapnya menggelitikku sehingga aku terkekeh sampai terbaring di ranjang Vino.Kita pun terdiam cukup lama ketika tubuh Vino yang sudah berada di atas tubuhku dengan mata yang saling menatap.Mengapa aku berada di posisi ini.Hatiku berdegup sangat kencang ketika tiada jarak.aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang memburu.Dan lagi-lagi Vino menciumku dengan lembut.Tangannya yang mulai berada di pinggangku dan semakin lama ia ******* bibirku,lidahnya ingin menerobos bibirku yang mengatup.Aku hanya bisa memejamkan mataku,hingga lidahnya berkeliaran di dalam mulutku.Aku sudah cukup kuat mengatup bibirku,tapi rasanya lidahku juga ingin menggulat.Sudah cukup lama ciuman panas itu terjadi dan tiba-tiba ada suara memanggil Vino.
"Vin.."Suara tante Alicia terdengar dari luar.
Aku langsung menolak tubuh Vino hingga terlempar kesebelahku.Aku langsung membuka kamar Vino.
"Jane.."Tante Alicia memelukku.Bagaimana aku tidak merindukan wanita ini?lihatlah perlakuannya yang menganggap aku adalah anak perempuannya.Bukan dia menanyakan,kenapa aku berada dikamar Vino?malah tante Alicia memelukku seakan-akan sudah lama tidak bertemu.Padahal baru sepekan.
"Jane mengapa kau sepekan ini tidak datang ke sini,tante sangat merindukanmu."Ucap Tante Alicia.
"Jane sangat sibuk membuat skripsi tante..baru ada waktu datang ke sini."Ucapku beralasan.Bagaimana aku bisa menjauhi Vino,Tante Alicia sangat menyayangiku.
"Skripsi apanya,bukan Mom dia.."Ucap Vino dan aku menginjak kakinya.Apa kau akan bilang juga kalau aku menjauhimu karena sebuah ciuman.
"aw..Jane kakiku.."ucap Vino kesakitan ketika kakiku menginjaknya.
__ADS_1
"Apa kalian ada masalah?ayo Jane kita makan dulu?kalau Vino buat masalah denganmu,bilang sama tante."Ucapnya.seraya berjalan menuju ruang makan mewahnya.
Aku pasti kesini gak luput dari makan.Hidangan dari koki terkenal memang berbeda.Lezat banget.Ingin rasanya membawa pulang sebagian makanan yang tersisa.Tapi aku juga punya malu.Tapi sayang gak sih makanan di buang-buang.Sedangkan mereka hanya tinggal bertiga dengan rumah bagaikan istana dan meja makan yang begitu panjang dengan berbagai hidangan.Lucunya tante Alicia hanya makan salad dari berbagai hidangan lezat lainnya.Tapi lihatnya badan tante Alicia walaupun sudah tidak muda lagi tapi masih sangat sexy.Sedangkan aku makan pas-pasan di negara orang mau makan apa saja masuk.Dan berat badanku segini-gini saja.Bersyukur juga punya badan yang tetap langsing walaupun makan apapun masuk.