Sekarang,Aku Bukan Wanitamu Yang Dulu.

Sekarang,Aku Bukan Wanitamu Yang Dulu.
26. Vino


__ADS_3

"Good morning my beautiful mom,Vino berangkat dulu Mom,Dad"Ucap Vino yang telah berumur 19 tahun sambil membawa sepotong roti bakar.Anak laki-lakiku ini tumbuh sangat pesat,Badannya yang tinggi,kekar,hidungnya yang mancung dan bulu alisnya yang tebal mirip dengan Max apalagi di tambah kulitnya yang putih menambah kesan tampan pada dirinya.Sekarang dia bersekolah di universitas terbaik di Amerika.


"Vino...minum dulu susumu..ist..anak itu..jangan ngebut-ngebut."Ucapku melihat Vino mencium pipiku dan bergegas pergi sebelum meminum susu membawa mobil sportnya.Setiap pagi aku usahakan membuatkan makanan sehat buat Vino.Mungkin karena dia sudah sebesar ini,dia selalu menolak dan tidak menyentuh susu yang ku buatkan.


"Sayang..Vino sudah besar,dia bukan anak kecil lagi."Ucap suamiku Max yang masih menikmati sarapannya bersamaku.Ya,memang Vino sudah besar,tapi apa salahnya hanya meminum susu.Toh,susu yang kubuatkan untuk umur Vino.


"Ya Dad..."Ucapku membetulkan dasy suamiku.


Suamiku hanya tersenyum lebar kepadaku.


"Dad.."Ucapku ketika suamiku mencium lembut bibirku dengan singkat.


"Mom..papa berangkat dulu ya.I love you."Ucap Max suamiku berlalu pergi.


"I love you to..hati-hati pa."Jawabku yang dijawab dengan anggukan dan senyuman.

__ADS_1


Lihatlah mereka berdua sangat mirip.Aku sangat mencintai mereka.Aku berhasil membuka hati untuk Max.


Prov Vino


Hai..Namaku Vino,aku anak dari ibuku yang cantik,Alicia dan ayahku yang tampan,Max.Lihatlah diriku yang tampan gabungan dari mereka.Ah kebiasaan percaya diriku katanya ibu,mirip dengan ayahku.Memang kenyataan kok,saya tampan.


Buktinya aku sangat terkenal di kalangan para wanita.Apalagi di kampusku,sudah berapa wanita yang ingin mendekatiku.Tapi hanya satu yang sulit aku dekati.Dia seorang wanita dari Indonesia.Memang benar orang Indonesia terkenal dengan orangnya yang manis-manis.


Dia sangat Manis,rambutnya yang hitam pekat dan berkilau berbeda dengan wanita yang lainnya,yang kebanyakan berwarna coklat.Kulitnya berwana sawo matang,dia sama seperti Ibuku terdapat lesung di pipinya menambah kesan manis dan cantik di wajahnya.Wajahnya sungguh mirip dengan ibuku.


"Vin,how about that girl, you were rejected again!


(Vin,bagaimana dengan cewek itu,kamu di tolak lagi!)".Ucap temanku yang bule bernama Jakson,membuatku semakin menantang dan malu di jadikan sebagai bahan ejekan temanku ini.


"Soon I can also get the girl, be patient man."

__ADS_1


(Ah..sebentar lagi aku juga bisa dapetin cewek itu,sabar bro.)"Ucapku.Padahal aku sudah sering sekedar menyapa atau mengajaknya untuk pulang bareng.Tapi dia benar-benar sulit buat di dekati.Apa dia sudah punya pacar?Tapi masak aku bisa kalah sih sama pacarnya.Emang dia setampan apa atau dia sekaya apa bisa ngalahin aku.


"You don't talk sweet enough. Let's do it Vin, we will be warned. You only have a week. If you can get him ... pour my pocket a week for you.(Lo kurang manis sih bicaranya.Gini aja deh Vin,kita taruhan.Waktu lo hanya seminggu.Kalau bisa dapetin dia..uang saku gue seminggu buat lo.gimana?)"Tantangnya.


"How much is your allowance a week? Twice more than my allowance a day.) "(Yaelah uang saku lo seminggu cuman berapa.Dua kali lebih uang saku gue sehari.)"Ucapku.Memang benar ayahku selalu memenuhi kemauanku.Berbeda dengan ibuku yang selalu membatasi kemaunku.Katanya sih biar aku gak manja dan terlalu tergantung dengan kekayaan ayah.


"Geez vin, how about my watch, you know my watch is only one in the world and this is my favorite watch.(Dasar loh vin,bagaimana kalau jam tangan gue ini,lo tau kan jam tangan gue ini hanya ada satu di dunia dan ini jam tangan kesayangan gue.)"Ucapnya memperlihatkan jam tangan yang melekat di pergelangan tangannya.


"How much is the price of a watch. Okay, no problem. I'm also curious about this girl. It's really hard to be told about me as cool as this. It's not man.(Harga jam tangan loh gak seberapa.Okelah gak masalah.Gue juga penasaran dengan ni cewek.susah banget sih di deketin gue yang sekeren ini.Ia gak bro.)"


Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan gadis yang aku mau.Namanya jane.Aku sudah lama memperhatikannya.Dia selalu sempat untuk pergi ke perpustakaan yang tidak terlalu aku sukai.Aku lebih suka nongkrong bersama teman-temanku atau hanya sekedar balapan mobil sport.


"Hy..jane..Bolehkah aku mengantarmu hari ini?"Ucapku menghentikan mobil lamborghiniku di sebelah jane yang sedang berjalan kaki bersama dengan teman wanitanya.Aku memang menyapanya dengan memakai bahasa Indonesia.Karena aku tau dia adalah wanita asli indonesia.Walaupun aku di lahirkan di Amerika.Tapi Ayah dan ibuku selalu berbahasa Indonesia di selingi bahasa inggris denganku dirumah.Ya..di Mix lah,biar kita gak lupa dengan bahasa nenek moyang kita.


"Tidak perlu,aku ingin pulang bersama teman-temanku ini."Ucapnya menolakku kembali.Susah banget sih di deketin,membuat aku makin penasaran.Hanya dirimu Jane yang berani menolakku.Coba lihat teman-temanmu sudah mulai tersenyum kepadaku.Sedangkan Jane jutek banget.

__ADS_1


"Hy..Vino?"Ucap teman-temanya berebut melambaikan tangan ke arahku.Aku hanya tersenyum dan kembali melihat Jane yang sulit aku taklukkan.Bahkan tidak sedikitpun dia menoleh ke arahku.


__ADS_2