
Prov Vino
Seharian ini aku tidak melihat Jane dan tidak bisa di hubungi.Sepulang kuliah aku terus langsung ke rumah Jane.Pemandangan apa yang sedang kulihat kali ini.Semua tumpukan barang yang berada diluar rumah,seakan seisi rumahnya telah berada di luar rumahnya dengan sangat berantakan.Dan Jane yang sedang menangis terisak.
"Jane..ada apa?"Tanyaku menghampiri Jane.
"Aku di usir,katanya ada pengganti penghuni rumah ini yang membayar lebih mahal.Padahal ayah tak pernah telat membayar sewa rumah."Jelasnya.Rumah ini tidak layak di tempati,ruangan yang sesak dan sempit bagaimana Jane bisa betah dengan rumah ini.
"Jangan menangis Jane,Sekarang tenangkan dirimu dulu.Ikut aku kerumah ya."Ucapku yang di sertai anggukan dari Jane.
***
"Mom..."Ucapku memanggil mom yang sedang di pijat di bawah tenda tepi kolam.
"Vin.."Mom menoleh dan sedikit terkejut dengan kedatangan Jane yang membawa koper.
"Ada apa Jane?kenapa dia menangis Vin?"Tanyanya lagi.
__ADS_1
"Jane di usir dari kontrakannya mom"Jelasku.
"Apa??ya sudah kamu tinggal dirumah tante aja ya ."Ucapnya,yang membuat aku senang.Baru saja aku ingin mengatakan kepada mom agar Jane tinggal di rumahku.Masalahnya bukan aku tidak mau menolong membayar rumah kontrakan Jane.Bahkan aku bisa memberi harga tinggi dari penghuni baru yang katanya membayar lebih tinggi.Rumah kecil sempit seperti itu tak layak di tinggalin.Lebih baik di rumahku yang besar ini kan.Apalagi rumahku sebesar ini ditinggali oleh keluargaku,pelayan dan bodyguard Daddy.Masih banyak kamar kosong lainnya.
"Jane gak mau tan..Jane sudah bilang sama ayah,ayah bakalan ngurusin permasalah uang sewa."Jelasnya sambil menangis.Sungguh aku tidak tega melihat wanita menangis.
"Kenapa Jane?kau lebih baik tinggal di sini bersama kami.Rumah tante masih banyak kamar kosong kok."Ucap mom.
"Tapi Jane,gak mau repotin tante.Jane sudah banyak repotin Vino dan tante."Ucapnya lagi.Mengapa Jane selalu menolak.Di suruh tinggal di sini,gratis lagi pakek nolak segala.Jadi heran dengan Jane yang tidak terlena dengan uang.
"Udah Jane kau tinggal di sini aja,apalagi rumahmu gak layak di tempati.Terlalu sempit,masak mom rumah Jane sebesar kamar mandi Vino.Lebih besar kamar mandi Vino lagi."Ucapku.
***
Prov Jane
Aku banyak berhutang budi kepada keluarga Vino,dari mengantar jemput,kasih sayang bahkan mereka memperbolehkanku tinggal di rumahnya.
__ADS_1
Kasur yang empuk bahkan kamar dengan interior mewah seperti hotel bintang lima,di luar kepalaku bisa menempati ruangan semewah ini.
Aku mendengar ponselku berdering dan segera ku angkat.
"Hello..ayah."Suara yang sangat kurindukan di jauh sana.
"Sayang bagaimana,ayah tidak bisa membujuk pemilik rumah,dia lebih tergiur dengan harga yang lebih tinggi."Suara nadanya begitu resah.Ayahku sangat cemas.Dan sudah kuduga pasti pemilik rumah tidak bisa di bujuk.
"Aku pernah cerita kan ayah,ada seorang pria yang sangat baik bahkan keluarganya,sekarang Jane bersama mereka.Jane tinggal dirumah mereka."Jelasku.
"Benarkah Jane..ayah berhutang budi kepada mereka.Di lain waktu ayah ingin bertemu dengan mereka kalau ayah bisa menjengukmu di sana."Ucapnya,cemasnya hilang menjadi lega.
"Ia ayah,apalagi orang tua Vino menganggap Jane sebagai anaknya.Dia begitu baik dengan jane"Jelasku lagi.
"Apa boleh ayah bicara dengan mereka?"Tanya ayahku.Pasti ayah akan mengucapkan banyak terima kasih kepada mereka.Tapi baru saja tante Alicia dan om Max keluar.
"Mereka baru saja keluar,lain waktu saja ya ayah."Ucapku.
__ADS_1
"Padahal ayah ingin mengenal keluarga Vino..siapa nama orang tuanya?"Tanya ayahku.
"Namanya tante A..(tu...tut...tut..)licia "Jawabku dan sambungan terputus.Baru saja aku mau menjelaskan,tapi sepertinya jaringannya tidak cukup baik.