
Cuaca pada siang hari di Kantor sungguh panas, matahari sudah di atas kepala orang-orang yang berjalan di luar kantor. Mereka bahkan harus menggunakan pakaian tertutup mereka agar tidak terlalu kena sengatan matahari, dan tentunya agar kulit mereka tidak gosong.
Ya, memang karyawan kantoran tidak memandang laki-laki ataupun perempuan, mereka sangat menjaga kulit mereka.
Sebuah mobil mewah berwarna hitam dengan plat mobil bernomor 9 AX, telah parkir di depan pintu masuk perusahaan itu, dengan disinari mentari yang amat sangat terik membuat mobil itu terlihat sangat megah bak mobil seorang pangeran dan terlebih lagi hanya mobil itu yang berani parkir di depan pintu masuk perusahaan. Semua karyawan yang melihatnya pun menoleh ke arah mobil tersebut secara bersamaan.
Benar saja, mobil itu merupakan mobil pribadi anak konglomerat sekaligus CEO perusahaan itu, namun tentu saja yang membawa mobil itu bukan orang sembarangan.
tentu saja yang membawa mobil itu tidak lain dan tidak bukan ialah bodyguard kepercayaan tuan muda pemilik perusahaan ini, walaupun belum menjadi pemilik sah namun ia sudah dari 2 tahun lalu mengontrol dan mengambil alih perusahaan ini.
Salah satu security perusahaan pun berlari dan mendekati mobil itu, ia lalu membukakan pintu mobil itu, dan terlihat kaki yang panjang menggunakan celana panjang muncul dari dalam mobil, dengan menggunakan setelan jas berwarna hitam lengkap dengan kemeja berwarna putih Jordan telah berdiri di depan pintu masuk perusahaan tersebut
Ia lalu memberikan kunci mobil itu kepada security itu lalu berjalan kearah pintu masuk perusahaan.
Semua karyawan yang dekat dengan pintu masuk pun berlarian ke arah pintu masuk, mereka berbaris menjadi dua bagian, salah satu staf karyawan berjaga di depan pintu masuk sampai bodyguard itu memasuki perusahaan, lalu karyawan lainnya menundukkan kepala mereka setelah bodyguard tuan muda itu memasuki ruangan. selama ia berjalan menuju lift semua karyawan tidak berani untuk menegakkan kepalanya.
"selamat siang tuan" seluruh karyawan berbicara berbarengan, Jordan yang berjalan dengan gagahnya dan tidak menjawab ucapan seluruh karyawan itu
"ada apa itu, apa ada orang kaya lain yang ditakuti oleh para karyawan disini?" Yuri melihat pemandangan itu dari kejauhan dan penuh dengan tanda tanya, ia sangat penasaran siapa orang itu, saking penasarannya sampai-sampai ia menjinjitkan kakinya agar nampak lebih jelas pemandangan di bawah.
"wait wait hah itu kan bodyguarnya si bos rese, kenapa mereka segitunya sekali, hhhmm orang-orang disini yang aneh apa peraturan disini yang aneh" Yuri terus menggeleng-gelengkena kepalanya, melihat pemandangan yang menurutnya tidak wajar ini.
"hei kalian semua dibodohi sama orang itu, lihat sikapnya seperti anak kucing yang jinak di hadapan tuan mudanya namun dengan staf karyawan dia arogan sekali" ya sekarang dia mengetahui sisi lain dari Jordan, namun yang ia bingungkan kenapa bodyguard atasannya itu selalu bersikap baik dan menghormatinya, bahkan pada saat dia belum mengenal Alex.
seseorang dari belakang Yuri mengagetkan gadis itu, Yuri langsung refleks membalikkan badannya, betapa terkejutnya ia, orang yang mengagetkannya tidak lain dan tidak bukan ialah Candra
"astaga kak, aku kira siapa"
Candra hanya bisa tertawa melihat ekspresi kaget dari Yuri, "hahaha ya abis kamu serius banget dik, lagi liatin apaan sih?" Candra yang mulai penasaran
"aku lagi fokus kak" jawab Yuri
__ADS_1
"ya aku tahu kamu lagi fokus, tapi fokus liatin apa?" Candra yang sudah mulai kesal dengan Yuri
"cieee yang kesal sendiri hahahaha" Yuri mulai menggodanya
"hhhm mulai deh, emang lagi liatin apa sih?" Candra yang sudah penasaran setengah mati, Yuri langsung menunjuk ke arah kerumunan karyawan di lantai 1.
"ooh pasti baru pertama kali lihat yang beginian ya?" tanya Candra dengan sedikit menggoda Yuri
"ya iyalah masa cuma bodyguard saja sampai segitunya banget" Yuri yang mengerutkan keningnya tidak percaya
"haha iya dik, dia bukan bodyguard sembarangan, dia itu bodyguard kepercayaan keluarga pemilik perusahaan ini"
"ooh jadi begitu, tapi kenapa para karyawan kenapa menghormati bawahan pemilik perusahaan ini kak? apa lagi hanya seorang bodyguard" tanya Yuri penasaran
"kalau itu panjang ceritanya dik" Candra yang kebingungan mau bercerita dari mana hingga menggaruk kepalanya walau tidak gatal
"diringkas dong kak, simpel kan?" gurau Yuri sambil mendorong Candra dengan bahunya
Melihat Yuri yang bergurau dengannya membuat Candra tertawa sambil mengusap rambut Yuri pelan.
Kembali ke Jordan....
Jordan segera memasuki lift yang sudah terbuka itu, lalu ia mengambil ponselnya dan memberi pesan kepada tuan mudanya, "hhhmm saya akan segera melaporkan semuanya dalam beberapa jam saja tuan" gumam Jordan di dalam lift
Pintu lift sudah terbuka Jordan dengan terburu-burunya keluar dari lift, selama di perjalanan staf karyawan yang melihatnya walaupun sesibuk apapun karyawan itu menundukkan kepalanya di hadapan Jordan sampai ia pergi, belum sampai di tujuan Jordan melihat Yuri dan Candra di hadapannya yang sedang bersenda gurau, begitulah ia melihat keduanya.
"Apa orang ini yang dimaksud tuan muda?" Jordan bahkan melihat kejadian dimana Candra mengusap kepala Yuri dengan sangat lembut, membuat ia geram
"siapa kau berani-beraninya bikin tuan mudaku marah dan cemburu" Jordan memaki dalam hati
Melihat Jordan di hadapannya membuat Yuri dan Candra menghentikan tawa candaan mereka dan memberi jalan kepada Jordan, Candra menundukkan kepalanya namun tidak dengan Yuri, ia malah melontarkan senyuman manis kehadapan Jordan. Namun Jordan tidak menghiraukannya, ia langsung pergi begitu saja tanpa menyapa sekretaris baru tuan mudanya itu.
__ADS_1
"Sombong sekali" Yuri bergumam pelan, Jordan yang sudah melalui Yuri pun berbalik badan, ia mendengar perkataan Yuri walaupun terdengar sangat pelan sekali
"hei, kau karyawan baru ya?" tanya Jordan, mendengar Jordan berbicara membuat Candra menegakkan kepalanya dan Yuri tampak kebingungan, ia melihat kanan kirinya dan juga ke belakang tidak ada seorang karyawanpun di dekatnya, lalu ia menunjuk dirinya sendiri "sa...saya?" tanya Yuri
"iya kamu siapa lagi, ikut aku ke ruangan tuan muda sekarang" sahut Jordan
sebelum meninggalkan tempatnya Yuri dan Candra hanya bisa saling menatap kebingungan, Candra menganggukkan kepalanya mengisyaratkan bahwa Yuri harus mengikuti Jordan dan ia juga ingin bilang bahwa tidak apa-apa sedangkan bibir Yuri sudah manyun menandakan malas untuk ikut bodyguard bosnya itu.
Akhirnya setelah beberapa detik saling menatap, Yuri mengikuti langkah Jordan, setelah beberapa langkah berjalan ia menoleh kembali ke arah Candra, ia melambaikan tangannya dan Candra mengepalkan tangannya ke atas memberi semangat kepada Yuri.
Langkah Yuri semakin cepat mengkuti langkah Jordan yang semakin cepat, setelah di ruang kerja Alex, Jordan menundukkan kepalanya memberi hormat kepada tuan mudanya, sedangkan Yuri yang tepat di belakang hanya melihat pemandangan itu.
"hei sekretaris mana dokumen yang aku mint?" tanya Alex
"dokumen?" ia berpikir beberapa detik sampai akhirnya ia teringat bawa ia keluar dari ruang kerja karena disuruh mengambil dokumen-dokumen di ruang administrasi.
"arrghh bodoh" Yuri memaki dengan suara yang sangat pelan dan memukul kepalanya pelan
"emm...maaf aku lupa hehehe" Yuri mengernyit kehadapan Alex
"kerja saja tidak becus, sekarang bawakan dokumen-dokumen itu sayang" perintah Alex
"ah baiklah...tunggu apa kamu bilang?" tanya Yuri yang menemukan sebuah kata yang janggal yang Alex katakan, namun Alex tidak memperdulikan pertanyaan Yuri, ia hanya menggoyangkan jari jemarinya menyuruh Yuri untuk keluar dari ruangannya, akhirnya pun Yuri pergi.
Jordan yang mendengar pembicaraan mereka tadi hanya bisa terdiam, setelah Yuri pergi Alex baru berbicara membicarakan laki-laki dekat dengan Yuri di kantor, namun belum Alex berbicara Jordan lebih dahulu berbicara
"saya sudah bertemu dengan laki-laki itu, tadi saya melihat mereka berdua mengobrol berdua di depan tuan" Jordan menundukkan kepalanya
"sial,,pantas saja dia lupa membawa dokumen yang aku pinta" muka Alex sudah merah padam menahan amarahnya
"tenangkan diri anda tuan, nona tidak boleh mengetahui keadaan tuan seperti ini" Jordan menenangkan Alex
__ADS_1
"izinkan saya mengerahkan bawahan saya untuk mencari informasi mengenai laki-laki itu cukup beberapa jam saja"
"untuk selanjutnya serahkan semua kepada saya tuan" lanjut Jordan, Alex hanya menganggukkan kepalanya sambil masih mengepalkan tangannya.