
"Kak?" Pria itu nampak kebingungan.
"Eh, kakak tidak ingat denganku?" Tampang Yuri yang kecewa.
"Ternyata aku dilupakan olehnya." Pikir Yuri sambil memperlihatkan wajahnya yang kecewa.
" Hehe maafkan aku. Kalau boleh tahu, nama kamu siapa?" Pria itu mengernyit sambil memandangi Yuri, ia nampak kebingungan.
"Aku Yuri kak, dulu aku sekolah di SMP Anak Negeri, aku adik kelas kakak dulu. Kak candra masa lupa?"
Nama pria itu Candra Wibawa, ia sering dipanggil Candra. Dulu di sekolah ia memang sangat populer di kalangan gadis-gadis di sekolahnya. Semua gadis mengaguminya, karena parasnya yang menawan, pintar, dan dia juga menjabat sebagai ketua osis di sekolahnya.
Bukan hanya gadis-gadis di sekolahnya saja yang mengaguminya, namun gadis-gadis di sekolah lain pun rela melewati sekolah mereka hanya untuk bisa memandangi laki-laki itu dengan jelas. Walau dari kejauhan sekalipun, termasuk Yuri.
Setiap jam istirahat, ia selalu memilih tempat duduk yang dekat dengan tempat dimana Candra duduk. Candra yang selalu nongkrong di kantin pada saat jam istirahat dengan anak-anak osis dan teman sekelasnya, sambil bercanda dan membicarakan hal-hal seru.
Pada saat jam istirahat, memang gerombolan itu selalu dipandangi dan menjadi pusat perhatian gadis-gadis di sekolah itu. Dan tentunya, kebanyakan adik kelas yang memandangi mereka. Lebih tepatnya memandangi parasnya Candra yang tampan.
Hingga suatu hari, Yuri pergi ke toko buku. Ia ingin membeli beberapa buku komik kesukaannya, setelah di kasir ia pun membayar buku yang sudah dibelinya.
Namun sialnya, ia lupa membawa dompet. Yuri pun nampak kebingungan, dan tidak disangka, seorang pria tiba-tiba menyodorkan buku yang ia beli ke kasir dan meminta tolong kepada kasir itu, untuk menghitung total belanjaannya dan juga total belanjaan Yuri.
Sontak membuat Yuri terkejut. Ia mengenali suara itu, dan ia membenarkan dugaannya setelah membalikkan badannya dan melihat pria itu.
Tidak disangka laki-laki itu Candra, memang benar bahwa laki-laki itu adalah idola semua anak gadis di sekolahnya bahkan juga di sekolah lain, karena kejadian itulah, Yuri mulai dekat dan akrab dengan Candra
"Yuri?"
Yuri menganggukkan kepala dengan penuh harap, agar Candra mengenalinya.
"Ah iya Yuri Anastasia kan? Yang dulu pernah sekolah di SMP Anak Negeri. Benarkan?"
"Iya kak, akhirnya kakak ingat juga. Aku kira aku udah dilupain." Yuri nyengir memperlihatkan giginya yang rapi.
Sontak membuat Candra tertawa terbahak-bahak "Apa kabar Yuri, kamu udah gede ya. Tapi tetep aja pendek." ledek Candra kepada Yuri, membuat Yuri salah tingkah.
"Jangan bilang gitu dong kak, gini-gini badan aku tuh sudah tinggi cuma ya. Cuma kak candra aja yang melampaui batas." Jawab Yuri tidak mau kalah
"Hahaha baiklah, kamu manang deh dik." Candra yang masih terbahak-bahak mendengar jawaban dari Yuri
"Kamu kerja disini dik?"
"Hehe iya kak, aku gak nyangka kakak kerja disini juga"
"Kamu kerja di bagian mana dik?"
"Aku jadi sekretaris CEO disini kak, eh salah lebih tepatnya aku jadi sekretaris tuan muda Alex."
"Wah serius? Sumpah, selama aku bekerja disini aku baru tahu tuan muda memerlukan sekretaris, trus perempuan lagi. Biasanya dik ya, dia itu hanya mengandalkan bodyguardnya saja loh." Tutur Candra kepada Yuri.
__ADS_1
"Ooh gitu kak ya, mungkin bodyguarnya udah bosen kali dijadiin sekretaris. Terus berhenti kerja karena gak kuat." celetuk Yuri sambil ketawa terbahak-bahak.
"Iya juga ya, dari tadi aku tidak melihat si bodyguardnya bos rese itu, Apa dia benar-benar selesai bekerja ya?" Pikir Yuri dalam hati.
"Udah selesai ngegosipnya, nanti ketahuan mati kita dik." ucap Candra sembari tertawa bersama dengan Yuri.
"Iya iya. Nanti ketahuan bos resek bisa-bisa aku gak di kasi gaji lagi." Yuri melanjutkan ketawanya, tanpa sadar ia menyebut Alex dengan sebutan bos rese.
"*bos resek?"
"Maksudnya anak ini tuan muda kan?" Pikiran Candra penuh akan pertanyaan.
"Kamu berani sekali bilang bosmu itu resek dik. Awas ketahuan kamu bisa diseret keluar loh sama bodyguarnya." gurau Candra sambil melanjutkan ketawanya.
Setelah beberapa lama mereka mengobrol dan bersenda gurau, akhirnya mereka pun bertukar nomor telepon.
****
(Di ruang kerja Alex!!)
"Kenapa Yuri lama sekali ke toiletnya, buat resah saja anak itu." Alex bergumam sendirian
Ia rerus menyibukkan diri dengan memainkan pulpen dan sekali-kali ia memainkan keyboard laptopnya dengan jari-jarinya yang lihai mengetik.
Ia melihat jam tangannya, dan memandangi pintu ruang kerjanya. Namun nihil, Yuri tidak muncul juga.
Karena ia sudah mulai gelisah, dan pikirannya mulai kemana-mana mengenai Yuri. Alex pun mulai memberanikan diri untuk menelepon Yuri.
"Oke Alex. Hilangkan rasa takutmu dan ayo kita coba untuk menelponnya. Ingat Alex kau bosnya disini." Alex terus bergumam sendiri seperti orang yang sudah kehilangan akal sehatnya.
Setelah menekan nomor telepon Yuri, tiba-tiba pintu ruang kerja Alex ada yang mengetuk dan tanpa perintah dari Alex, orang membuka pintu ruang kerja Alex dan langsung masuk begitu saja tanpa permisi.
*ceklek*!!
Ternyata Yuri yang membuka pintu ruang kerja Alex. Setelah melihat Yuri, Alex pun merasa lega.
"Kemana saja kamu?" Dengan tatapan dan memperlihatkan wajah yang sok seriusnya.
"Aku habis dari toilet." Yuri yang menjawabnya tanpa basa basi.
"Ya aku tau kamu dari toilet, namun kenapa lama sekali?" tanya Alex lagi sambil tangannya mengetuk meja kerjanya.
"Memamngnya ada peraturan tidak boleh berlama-lama di toilet ya di perusahaan segede ini?" Yuri yang kebingungan dan terlihat kesal terhadap pertanyaan dari Alex.
"Apa yang harus aku jawab ya, kalau dia tau bahwa aku bertemu dengan kakak kelasku apa aku akan segera dipecat?" Pikir Yuri yang mengada-ngada.
"Hei kenapa bengong, ayo jawab. Ah atau jangan-jangan kamu tidur di toilet karna kekenyangan habis makan ya?" Ledek Alex kepada Yuri
Yuri semakin dibuat jengkel dengan apa yang dikatakan Alex.
__ADS_1
"Sama sekali tidak, kamu kalau bicara suka mengada-ngada, dan aku benci itu, sudah aku bilang jangan ikut campur urusanku." Sambil berjalan menuju meja kerjanya dengan muka masamnya itu
"Aku hanya bertanya dan kenapa jawabanmu seperti itu?" tanya Alex kembali
"Sudah selesai bicaranya? Sekarang mari kita kerjakan pekerjaan kita masing-masing tanpa ada yang berbicara, Oke!!" Yuri yang mulai emosi mendengar ocehan dari Alex.
"Aku hanya bertanya. Kenapa dia marah? Apa salahnya bertanya? dan kenapa aku tetap menyukainya walau dia mudah sekali marah." Alex berpikir demikian sambil menggelengkan kepalanya, ia akhirnya memilih diam dan melanjutkan pekerjaannya.
"Aneh padahal aku marah-marah padanya tapi kenapa dia tidak merespon sama sekali, padahal dia bosnya disini namun dia tidak berbuat apa-apa kepadaku." Pikir Yuri dalam hati
Yuri yang memang tidak pernah menyadari bahwa Alex sudah menyukai dia dari pertama kali mereka bertemu, dan anehnya lagi Alex tidak pernah mengungkapkan perasaannya kepada Yuri dengan serius.
Waktu cepat sekali berlalu, tidak terasa hari sudah mulai gelap. Yuri dan juga Alex masih berkutik di komputer dan laptop mereka masing-masing, tanpa berbicara sedikit pun. Ruang kerja itu terasa seperti kuburan, hanya terdengar suara ketikan keyboard yang dihasilkan oleh jari-jari terampil mereka. Sampai suara notif chat membuyarkan konsentrasi Yuri.
"Hai Yuri, apakah kamu lembur hari ini?" Begitu isi pesan dari chat masuk dari ponsel Yuri.
Yuri terlihat mengernyitkan dahinya, sambil berpikir siapa yang memiliki nomor telepon tersebut.
"Ini siapa ya?" Jawab Yuri dan langsung mengirimkan pesan tersebut.
"Ini aku Candra, wah kamu hebat baru tadi bertukar nomor ponsel, namun kamu tidak menyimpan nomor kakakmu ini?" begitu isi pesan tersebut.
"Hah mati aku karna terburu-buru aku lupa menyimpan nomornya kak Candra." Batin Yuri
"Haha maaf kak, aku lupa menyimpan nomornya kakak. Sekali lagi aku minta maaf." Yuri mulai merasa bersalah.
"Ah tidak apa-apa santai saja sama aku, eh kamu tidak pulang?"
Setelah membaca pesan tersebut, Yuri melihat jam pada layar komputernya.
"Astaga sudah jam segini." Sontak Yuri terkejut dan Alex yang mendengar Yuri teriak juga ikutan terkejut.
"Kamu kenapa lagi sih?" tanya Alex.
"Aku boleh pulangkan sudah hampir malam, dan seharusnya aku sudah dari tadi pulang kan?" tanya Yuri kepada Alex sambil memandangi Alex.
Alex yang melihat Yuri pun tersenyum, dan memalingkan wajahnya dari Yuri, ia melihat jam ditangannya dan memang sudah hampir jam setengah 7 malam.
"Hah baiklah, kamu sudah bekerja cukup keras hari ini. Pulang dan istirahatlah sekretarisku." Jawab Alex.
"Baiklah, aku membereskan ini dulu. emm kamu tidak pulang?" tanya Yuri
"Tidak. Ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan." Jawab Alex yang kembali berkutik di depan laptopnya.
"Ooh baiklah, semangat tuan muda." Yuri yang memberikan semangat kepada Alex sambil mengepalkan kedua tangannya dan menekuk tangannya ke atas. Dan Alex pun menjadi salah tingkah dibuatnya.
"Nanti ketemu di parkiran ya." Sebuat chat masuk dari Candra.
Yuri tersenyum tipis setelah membaca isi pesan dari Candra.
__ADS_1