
Alex menggelengkan kepalanya, ia nampak tidak percaya sekaligus kesal dengan apa yang diucapkan oleh bodyguardnya.
Jordan yang mengetahui suasana hati tuan mudanya yang nampak tidak bagus, membuat ia langsung menundukkan kepalanya lalu pergi meninggalkan ruangan kerja tuan muda Alex, tanpa sepatah kata apapun bahkan Alex tidak menghiraukan kepergian Jordan, ia tetap di posisi yang sama dimana ia duduk dengan tatapan penuh emosi
Setelah beberapa menit ia duduk di meja kerjanya, Alex pun memutar tempat duduknya ke arah jendela, ia memandangi gedung-gedung pencakar langit yang berada tepat di depan matanya
Alex pun mulai menghembuskan nafas dengan panjang "haaahh, apapun yang terjadi aku akan berjuang untuk mendapatkanmu Yuri, kamu satu-satunya gadis yang aku suka dan akan selamanya seperti itu" gumamnya pelan
.......
Disisi lain Jordan sudah berada di ruang kerjanya "sudah beberapa hari aku tidak pergi ke kantor, aku merindukan suasana ruang kerjaku yang nyaman" ucap Jordan sambil berjalan menuju meja tempatnya bekerja, lalu ia mengambil koran harian yang ada di atas meja kerjanya,
tidak lama kemudian seorang di balik pintu ruang kerja telah mengetuk pintu berulang kali membuat Jordan yang sedang asik membaca koran harian menoleh ke arah pintu "masuklah" ucapnya dengan suara yang keras sehingga suaranya memenuhi ruangan itu.
tidak lama setelah itu, 2 orang pria yang nampak gagah dengan setelan jas berwarna hitam telah berdiri di hadapan Jordan, mereka lalu membawa semua dokumen-dokumen yang Jordan inginkan.
Kedua pria itu merupakan anak buah dari Jordan, mereka telah lama bekerja dengannya dan tentunya Jordan percaya akan keahlian mereka dalam mencari informasi apapun. Setelah memberikan dokumen itu kepada Jordan mereka berdua menundukkan kepalanya dan langsung pergi dari hadapan Jordan.
Jordan yang dengan masih santainya membaca koran tersebut setelah selesai membaca korannya lalu ia mengambil dokumen yang diberikan anak buahnya itu, ia membaca dokumen tersebut yang isinya mengenai profil dan seluk beluk karyawan laki-laki bernama Candra
"hhm Candra Wibawa" gumam Jordan pelan sambil tersenyum tipis menghiasi wajahnya.
Setelah selesai membaca ia langsung bergegas kembali ke ruangan Alex tentunya dengan membacawa dokumen itu.
tok..tok...tok!!
Jordan mengetok pintu ruangan Alex dengan pelan namun masih bisa terdengar ketukannya dari dalam
"masuklah" jawab Yuri, Yuri yang melihat Alex tidak menghiraukan suara ketukan pintu itu karena sibuk berkutik dengan laptopnya membuat ia yang mempersilahkan orang itu masuk ke ruang kerjanya
"kenapa nona yang menjawab?" batin Jordan
Jordan pun langsung membuka pintu, lalj ia berjalan menghampiri tuan mudanya itu
"selamat sore pak" sapa Yuri kepada Jordan
__ADS_1
"aku benar kan memanggilnya dengan sebutan pak? tapi kenapa rasanya dia lebih muda dariku ya" batin Yuri sambil memperlihatkan tampang sedihnya
Jordan yang hanya melirik Yuri pun ingin rasanya ketawa namun ia menahannya
"nona panggil saja Jordan" Jordan melihat Yuri dengan tersenyum tipis, dan senyumnya pun di balas dengan Yuri
"maaf nona tadi saya memanggilmu karyawan baru dan saya harus berpura-pura tidak mengenal anda terlebih dahulu mengingat anda bekerja disini pada saat saya tidak berada di kantor" tambah Jordan
"ah, iya tidak kenapa Jordan, saya sangat senang melihat anda disini" Yuri terus melontarkan senyuman kepada Jordan
Setelah dirasa cukup berbincang-bincang dengan Yuri, Jordan langsung menghadap tuan mudanya yang masih sibuk dengan layar laptopnya.
"bagaimana caranya memberikan informasi ini kepada tuan muda sekarang" batin Jordan, ia yang melihat tuan mudanya yang masih sibuk berkutik dengan laptopnya pun menyodorkan begitu saja dokumen yang ia bawa ke meja Alex
Alex melirik dokumen itu lalu menegakkan kepalanya "sejak kapan kau disini?" tanya Alex
"maaf tuan saya..." belum sempat Jordan menjelaskan kepada Alex, Yuri sudah memotong pembicaraannya
"udah dari tadi" ucap Yuri
"ooh maaf aku hanya membantu Jordan untuk menjawab pertanyaanmu itu" sahut Yuri yang masih berkutik dengan Komputernya
"kalau bicara dengan atasan yang sopan sedikit" gerutu Alex
"ini sudah sopan sejak kapan aku berbicara kurang ajar denganmu?" tanya Yuri
"berbicara namun tidak menatap orang yang berbicara dan menyela pembicaraan atasan apa itu semua tidak sopan namanya?" Alex yang terus memandangi Yuri yang asik menatap layar komputernya dengan serius
Yuri pun langsung menatap Alex, "iya aku salah aku minta maaf, aku juga banyak kerjaan sama denganmu namun aku masih bisa mendengar ketukan pintu, tetapi kamu tidak mendengar orang lain mengetuk pintu, samapi-sampai aku yang harus menyuruhnya masuk, dengan artian aku telah membantumu setidaknya berterima kasihlah padaku" jawab Yuri
"disini yang jadi bos itu dia atau aku sih" gerutu Yuri pelan namun masih terdengar oleh Alex
Jordan yang melihat pemandangan di depannya hanya bisa diam dan menghembuskan nafas panjang
"mereka seperti anjing dan kucing, namun yang menjadi anjing bukanlah tuan muda tetapi nona Yuri" Jordan pun menahan tawa dengan apa yang ia pikirkan
__ADS_1
setelah selesai pertengkarannya dengan Yuri, ia membuka dokumen yang diberikan Jordan, Alex membaca sekilas isi dari dokumen yang Jordan berikan
"eemm Sekretaris Yuri ambilkan 2 cangkir kopi dan juga buah buatku dan bodyguardku ini" perintah Alex dengan senyuman manis kepada Yuri
"hhm baiklah" Yuri menjawab tanpa memperhatikan Alex lalu ia pergi keluar begitu saja
"sangat tidak sopan" gerutu Alex dengan memperlihatkan senyumannya yang sinis
"kalau tidak sopan kenapa dipertahankan menjadi sekretaris tuan muda" batin Jordan dengan senyuman tipisnya
"kenapa kau tersenyum?" tanya Alex
"ah!! tidak tuan" jawabnya
Alex lalu membaca dokumen itu sampai habis, dengan tatapan yang serius
"pengetahuan IT-nya sangat bagus, pantas saja diterima di perusahaanku, apa aku harus memecatnya sekarang juga?" tanya Alex kepada Jordan
"itu terserah tuan muda saja" jawab Jordan
"hanya ini yang kau dapatkan?" tanya Alex sambil melemparkan dokumen itu ke arah meja kerjanya
"ada satu hal lagi yang tidak tertera disana tuan, eemm Candra memiliki gadis yang sangat dia cintai namanya Gita"
"jadi dia tidak menyukai Yuri?" tanya Alex
"tidak tuan, mereka hanya berteman saja, layaknya seorang kakak yang menyayangi adiknya" sahut Jordan
"hhhm kakak dan adik ya, menarik juga sepertinya Yuri dikelilingi orang-orang yang baik dan sayang padanya" ujar Alex sambil memutar kursinya ke arah jendela
"sama seperti tuan, yang selalu memiliki orang baik dan sayang kepada tuan muda" sahut Jordan dengan sangat tegas
"Aku merasa lega bahwa orang itu bukanlah sainganku" gerutu Alex
Setelah berbicara mengenai Yuri mereka pun duduk disofa dan melanjutkan pembicaraan mereka, banyak hal yang mereka bicarakan mulai dari kinerja para karyawan, tingkat keuntungan perusahaan dan rencana perekrutan karyawan.
__ADS_1
.....