Sekretaris Sang CEO

Sekretaris Sang CEO
Tangan Kanan CEO


__ADS_3

Setelah sampai di kantor Alex telah disambut oleh ratusan karyawannya, setiap ia melangkah karyawan yang dilewatinya berdiri dan menundukkan kepala mereka memberi hormat kepadanya dan mengucapkan selamat pagi, namun ia tidak membalas ucapan mereka semua ia terus berjalan dengan langkah panjangnya menuju ke ruang kerjanya.


Suasana hati Alex sangat senang saat ini, terlebih lagi setelah masuk ke ruang kerjanya ia disambut dengan senyuman hangat oleh sekretarisnya itu, ada sedikit rasa ragu dalam hati Alex namun ia tidak memperdulikannya.


"Selamat pagi tuan muda Alex" ucap Yuri dengan ceria dan berbeda dengan karyawan lain yang menundukkan kepala Yuri trrus menatap Alex dengan senyuman manisnya, Alex yang tadinya merasa ragu kini menjadi Alex yang terheran-heran dengan sikap Yuri.


Alex menuju meja kerjanya dan langsung menjatuhkan diri untuk duduk di kursi putar, lalu ia bersandar dan memainkan kursi tersebut. Ia enggan untuk membalas senyuman dari Yuri, ia mencari-cari sesuatu dalam benaknya, apa alasan Yuri bersikap seperti itu. Alex memainkan meja dengan mengetuk meja dengan jari-jarinya yang lentik seperti ia memainkan piano.


"kamu kenapa?" tanya Alex singkat, dengan langsung menoleh ke arah Yuri.


Yuri yang hendak melanjutkan pekerjaannya pun mengurungkan niatnya, dan balik menatap Alex, ia hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Yuri merasa ragu untuk bicara kepada bosnya ini.


.....


(beberapa menit sebelum Alex tiba di kantor)


Yuri yang asik membersihkan debu di atas meja Alex mendapatkan pesan dari kakak tingkatnya yang tidak lain yakni Cindy. Melihat nama kontak di ponselnya membuat Yuri heran sekaligus senang "Yuri kamu tidak kangen kepadaku? Ayolah cuti sehari saja dan ajak aku jalan-jalan di ibu kota 😋" begitulah isi pesan dari Cindy.


"emot macam apa itu" Yuri berdecak kepada dirinya sendiri sekaligus terkejut


Tangan kanan Yuri dengan lihainya menari-nari di atas keypad ponselnya lalu segera mengirimkan balasan pesan dari Cindy.


"apa kakak di ibu kota, sejak kapan, dimana kakak sekarang dan kenapa tidak bilang padaku😒" seru Yuri dengan memberi emot kesal kepada Cindy


"iya aku baru kemarin kesini, kebetulan aku ada penelitian dan ingin menemui saudara jauhku disini" balasan dari Cindy


Yuri lalu meletakkan kemocengnya dan langsung kedua tangannya kembali memainkan keypad ponselnya membuat suatu kalimat untuk membalas pesan dari Cindy


"hhmmm baiklah aku akan meminta cuti sehari, doakan semoga aku diijinkan oleh atasanku, aku kangen kakak dan tentunya banyak hal yang ingin aku ceritakan, aku kembali bersih-bersih dulu kak ya sebelum bos rese datang, bye kak😊" Yuri mengakhiri pesan tersebut, ia kembali membersihkan meja Alex, sedangkan Cindy yang hanya membaca pesan dari Yuri hanya bisa menggelengkan kepalanya.


.....


Setelah beberapa lama diam Yuri pun memberanikan diri untuk berbicara

__ADS_1


"hhhm aku..emm aduh gimana caranya ngomongnya ya"


Alex yang mulai antusias hanya diam dan menganggukkan kepalanya yang menandakan Yuri harus segera menyelesaikan pembicaraannya.


"apa boleh aku ingin minta cuti sehari saja?" dengan mengangkat jari telunjuknya dengan mata yang memelas Yuri memohon kepada Alex.


Membuat Alex kaget dan tentu saja permintaan Yuri langsung ditolak olehnya, Yuri pun mempertanyakan alasan kenapa ia tidak boleh cuti, dengan santainya Alex menjawab kalau Yuri tidak ada siapa yang akan menyelesaikan dokumen-dokumen di meja Yuri dan tentunya dokumen-dokumen itu akan bertambah banyak esok harinya. Alasan yang logis menurut Yuri, namun tidak dengan Alex itu hanya sekedar alasannya agar Yuri terus berada di sampingnya pada saat jam kerja.


Yuri nampak kesal dan juga sedih, namun Alex tidak memperdulikannya. Untuk pertama kalinya Yuri meminta sesuatu dan memang seharunya ia tidak pernah meminta apapun dari atasannya itu, namun kenapa perasaan Yuri sangat kesal dengan Alex sampai-sampai tak henti-hentinya Yuri mengumpat dalam hati, bahkan mengutuk Alex.


Beberapa menit berlalu, tidak ada yang memulai pembicaraan, Alex masih jengkel dengan Yuri yang sudah merusak suasana hatinya dengan meminta cuti secara tiba-tiba dan begitu juga dengan Yuri yang tak kalah kesalnya dengan Alex yang menolak permintaan kecilnya itu tanpa ingin tahu alasannya meminta cuti terlebih dahulu.


Satu jam berlalu namun mereka berdua masih diam seribu bahasa, tidak ada yang ingin memulai pembicaraan. Hingga Jordan mengetuk pintu dan masuk ke ruangan tersebut, mencairkan suasana mencekam di dalam ruangan. Alex dan Jordan kini sudah berada di sofa panjang berwarna hitam, Office girl juga sudah menyuguhkan minuman dan beberapa buah yang sudah dipotong dengan rapi di meja dekat sofa itu. Mereka berdua kemudian membicarakan sesuatu yang tidak diketahui oleh Yuri, suara mereka samar-samar karena terhalang oleh pembatas kaca.


Sesekali Yuri melirik mereka berdua, ia nampaknya sangat penasaran akan pembicaraan CEO dan bodyguard itu, terlebih lagi Jordan memegang sesuatu seperti kartu undangan berwarna hitam. Yuri melihatnya, ia pikir bahwa kartu itu adalah kartu undangan pernikahan, bahkan pikirannya sekarang semakin jauh ia mengira bahwa Alex alah yang akan menikah.


Alex menyadari bahwa Yuri curi-curi pandang kepadanya dan juga Jordan membuat Alex menoleh ke hadapan Yuri, namun dengan sigap Yuri langsung berpaling dan menyibukkan diri di depan layar komputernya, membuat Alex tersenyum sinis. Setelah cukup berbincang-bincang dengan Jordan Alex pun menyelipkan benda berwarna hitam itu ke dalam jas yang ia kenakan. Ia lalu berdiri tepat di hadapan Yuri dan menyuruh Yuri untuk mengikutinya.


"hari ini kamu adalah tangan kananku" ucap Alex


"kita mau pergi kemana?" tanya Yuri, menatap Alex dengan serius


"kita akan pergi ke butik" jawab Alex tenang, Yuri hanya menganggukkan kepalanya, ia tidak mau tahu urusan bosnya itu. Alex pun hanya bisa berdehem dan tersenyum sinis


" dia memang tidak suka ikut campur urusan orang lain" batin Alex


Setelah sampai di butik, Alex dan Yuri turun dari mobil dan berjalan menuju butik ternama di ibu kota, namun tidak dengan Jordan, ia masih diam di dalam mobil dan menunggu kedua orang itu kembali.


Alex menyuruh Yuri untuk memilih beberapa baju yang ia sukai, pertama Yuri ragu dan penuh akan pertanyaan dibenaknya namun ia menuruti kata Alex.


"apakah ia akan bertunangan sebentar lagi?" batin Yuri


Ia memilih dress panjang berwarna ungu muda polos dengan pita kecil melingkar di pinggang namun nampak elegan. ia lalu menggunakan dress tersebut lengkap dengan aksesoris kalung senada dengan dress dan high heels. Yuri nampak cocok mengenakan pakaian itu, ia terlihat cantik sampai-sampai mata Alex terbelalak dan tidak berkedip sedikit pun.

__ADS_1


"apakah ini cocok?" tanya Yuri dengan penuh keraguan


"dia sangat manis, ayah aku ingin memilikinya segera siapkan pesta pernikahan untukku" batin Alex


Melihat Alex tidak berkedip Yuri pun mendekatinya dan menepuk pundak Alex


"jangan bengong aja, coba katakan sesuatu" bisik Yuri


"eh emm kamu sangat cocok mengenakannya, baiklah saya ambil semua yang ia kenakan" sahut Alex dengan cepat


Sekarang giliran Yuri yang matanya terbelalak dan tidak berkedip dama sekali "hah dia langsung menyetujui apa yang aku pilih? gadis yang akan diberikan pakaian dan aksesoris itu sangatlah beruntung, ini semua merek ternama harganya juga aku lihat semua sangatlah fantastis, dia memabng benar-benar orang kaya" Yuri berdecak kagum dalam hati.


Setelah selesai membayar merekapun pergi meninggalkan butik, dan kembali ke perusahaan. Sesampainya mereka di basement perusahaan, Yuri yang hendak membuka pintu mobil namun tangannya ditahan oleh Alex.


"kamu memang suka menahan tangan sembarang orang ya" sahut Yuri kesal.


"apa tidak ada hobi lain selain marah-marah dan diam padaku?" tanya Alex tidak kalah kesal


Yuri hanya diam tak berbicara, membuat Alex menarik nafas panjang. setelah beberapa detik mereka diam Alex merogoh sesuatu di dalam jasnya, yang merupakan sesuatu yang ingin diketahuinya dari tadi yaitu sebuah kartu undangan ulang tahun Alex berwarna hitam yang sudah berisi nama Yuri dengan tulisan pena emas yang memiliki kesan mewah nan elegan.


" ooh jadi dia ulang tahun, aku kira itu kartu undangan resepsi pernikahannya untukku" Yuri tertawa pelan dan tanpa sadar di dengar oleh Alex


"kenapa kamu tertawa? hhm pasti kamu sedang memikirkan sesuatu untuk menjahiliku kan?" Alex yang nampak mulai menggoda Yuri


Yuri menggelengkan kepalanya, lalu Alex menyodorkan tas yang berisi pakaian dan aksesoris lengkap dengan high heels yang dipilih Yuri tadi.


Yuri menaikkan sabelah alisnya, ia nampak kebingungan


"ini untukmu, sudah aku bilang kan hari ini kamu adalah tangan kananku itu artinya kamu sekretaris kepercayaanku, pakailah dress ini di hari ulang tahunku jangan menolaknya dan datanglah tepat waktu" Alex tersenyum kepada Yuri


Yuri yang tidak bisa berkata-kata hanya menganggukkan kepalanya, ia tidak percaya barang-barang bermerek ini menjadi miliknya dan gadis beruntung yang tadi ia pikirkan adalah dirinya sendiri.


"terima kasih" Yru menatap Alex dengan sangat dalam, begitu juga dengan Alex yang terhanyut dalam pandangan mereka saling melemparkan senyuman manis, membuat orang yang brrada di depan mereka hanya bisa tersenyum.

__ADS_1


"apakah kisah cinta mereka baru saja dimulai?" batin Jordan lalu tersenyum tipis melihat mereka berdua dari cermin di hadapannya.


__ADS_2