Sekretaris Sang CEO

Sekretaris Sang CEO
Makan Malam


__ADS_3

(Di parkir motor Perusahaan)


Candra sedang bediri dan bersandar di motornya, sambil terus memainkan ponselnya, dan nampaknya sedari tadi ia telah menunggu Yuri.


"Kak." Suara yang nyaring dan terdengar tidak asing bagi Candra.


Ia pun menoleh kearah suara tersebut dan benar saja itu Yuri yang sedang melambaikan tangan dan melontarkan senyuman manisnya dengan riangnya Yuri menghampiri Candra. Ia pun membalas lambaian tangan dari Yuri, tentu saja ia senang melihat adik tingkatnya itu.


"Udah lama kak?" ucap Yuri bertanya kepadanya.


"Eemm ...Baru saja aku kesini." Candra secara sepontan menjawab sambil menggaruk kepalanya walau tidak terasa gatal.


"Kamu sekarang mau pulang dik?" tanya Candra.


Yuri hanya menganggukkan kepalanya, yang mengisyaratkan "iya" kepada Candra.


"Ooh, ya sudah kalau begitu. Hhmm bagaimana kalau kita makan dulu sebelum pulang?" ajak Candra dengan penuh semangat.


"Ide bagus tuh kak, kebetulan sekali aku sangat lapar." Yuri pun menjawab tidak kalah semangatnya dari Candra


"Tapi mau makan dimana kak?" tanya Yuri.


"Hhm benar juga ya, kira-kira enaknya makan dimana ya?" Candra berpikir dengan keras.


"Ahh, gimana kalau kita makan di tempat biasa aku nongkrong aja dik. Selain murah, makanannya juga enak-enak. Pokoknya kamu gak akan menyesal kalau kesana." Ajak Candra sambil menaiki motornya.


"Hhm.... Boleh juga tuh kak, aku ikutan deh. Sekali-kali aku pergi jalan-jalan di kota ini. Siapa tahu aja nemu gebetan." Yuri menggoda dirinya sendiri sambil tertawa.


Lalu Yuri membalikkan badannya menuju ke arah parkir motornya dengan wajah yang sudah terlihat merah padam.


Candra yang mendengar langsung tertawa pelan, agar Yuri tidak mengetahuinya.


Setelah mereka menghidupkan motor mereka masing-masing, mereka pun pergi meninggalkan parkiran kantor.


Candra yang mendahului Yuri, dan Yuri membuntutinya dari belakang.

__ADS_1


"Wah, memang benar-benar, kak Candra bawa motonya keren banget." Yuri yang nampak kagum melihat caranya Candra membawa motor, terlebih lagi ia membawa motor ninja berwarna merah.


Setelah beberapa lama mengendarai motor, mereka pun akhirnya sampai di tempat yang Candra katakan tadi. Yuri yang melihat sekeliling, dan tempat yang Candra maksud jauh berbeda dari tempat yang Yuri bayangkan. Tempat itu sangat instagramable banget, dan tentunya cocok buat tongkrongan anak-anak muda sekarang ini.


"Hei Yuri sini masuk." Titah Candra yang tanpa Yuri sadari masih bengong di luar.


Mendengar ia dipanggil, membuat Yuri pun tersadar dari lamunannya dan langsung menghampiri Candra yang sudah duduk di kursi tempat nongkrong tersebut.


"Hah aku jadi rindu tempat kerjaku dulu nih. Huaaa kak Cindy aku kangeeen." Gerutu Yuri pelan sambil jalan ke arah Candra, dengan memperlihatkan wajahnya yang sedih.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Candra kepada Yuri sambil melihat buku menu yang berada di atas meja.


"Aku mau pesan makanan ringan aja kak." Jawab Yuri cepat, tanpa melihat buku menu yang sudah disodorkan Candra kepadanya.


Setelah memilih menu makanan dan juga minuman Candra memanggil pelayan dengan mengangkat tangan kanan menandakan ia akan segera memesan. Setelah selesai memesan makanan, mereka berbincang-bincang mengenai kehidupan mereka masing-masing. Tentunya tidak luput dari perbincangan mengenai mantan dan juga gebetan Candra.


Tentu saja Yuri sangat antusias untuk mendengarkan ocehan dari kakak kelasnya yang menawan itu. Setelah beberapa lama mereka berbincang-bincang, makanan yang mereka pesan akhirnya datang juga


"Ah laparnya dari tadi gak dapat nyentuh yang nama nasi." Ucap Candra yang mengeluh.


"Kakak dari tadi pagi tidak makan? terus enggak makan siang juga kak? kan di kantor ada jam makan siang?" Yuri langsung melontarkan beberapa pertanyaan sekaligus kepada Candra.


Candra pun menyelesaikan aktivitas makannya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan dari Yuri.


"Jadi gini, tadi aku ada beberapa kerjaan yang harus aku selesaikan saat itu juga. Saking sibuknya bekerja aku lupa waktu istirahat siang, alhasil aku hanya memakan roti bekal dari rumah aja dik." Candra bicara sambil mengernyit.


"Aahh jadi begitu, ya sudah buruan makan biar kenyang, trus sampai di kost tidur deh." Yuri pun ikutan mengernyit.


Selama mereka makan, mereka sama sekali tidak berbicara sepatah kata pun, tempat duduk mereka terasa seperti kuburan, hening dan sepi, berbeda dengan tempat lain yang penuh akan pembicaraan dan candaan.


Disela-sela makannya, Yuri melihat sekeliling caffe tersebut "Wah aku tidak menyangka, ada tempat sebagus ini. Huaa aku kangen tempat nongkrongku jadinya." Pikir Yuri sambil menunjukkan wajah yang cemberut.


"Makanannya juga enak. Pas sekali buat anak-anak kuliahan, seandainya dari dulu aku tau tempat ini. Mungkin aku setiap datang ke kota ini tempat ini lah yang akan menjadi tempat favoritku." Yuri tetap melamun sambil memakan makanannya


tok...tok...tok !!

__ADS_1


Sadar akan ketukan meja yang dibuat Candra, Yuri pun langsung menatap Candra, dan berhenti makan.


"Ada apa kak?" Yuri bertanya kepada Candra.


"Kenapa melamun? Apa yang kamu pikirkan?" Candra bertanya balik kepada Yuri.


"Kalau makan, makan saja jangan isi bengong, makan sambil bengong." Gerutu Candra sambil memperlihatkan senyum sinisnya kepada Yuri.


"Aku gak tuli kak, walau kakak berbicara pelan tapi tetap terdengar oleh telingaku, dan berhentilah menggerutu didepanku." Yuri yang mendengar pun berbicara kepada Candra dan tidak kalah sinisnya dengan senyumnya Candra.


"Baik-baik aku minta maaf, aku kira kamu tidak dengar dik." Canra pun langsung melontarkan senyum manisnya membuat Yuri tersenyum tipis.


"Terus kamu kenapa bengong? Apa kamu tidak menyukai tempat ini?" tanya Candra menaikkan nada bicaranya.


"Sssttt, jangan keras-keras kak nanti pemilik caffe atau pelayannya tahu, jangan sampai kita diusir dari sini gara-gara kakak." Yuri refleks menempelkan jari telunjuk tangan kanannya di bibirnya,


Setelah mengingatkan Candra ia pun langsung memukul lengan kanan Candra dengan pelan, sontak membuat Candra terkejut.


"Apaan sih dik." Ucap Candra kepada Yuri


"Makanya jangan bicara seperti itu, apalagi omongan kakak tadi lumayan keras." Sahut Yuri sinis.


"Hhmmm ....Aku suka tempat ini kak, sepertinya ini akan menjadi tempat favoritku di kota ini. Suasananya nyaman dan makanannya enak, terus nilai plusnya yaitu semua menu disini murah-murah hehehe." Yuri melanjutkan pembicaraan sambil memasang senyum lebar yang dibuat-buat.


"Ooh baguslah, kita bisa setiap hari kesini." ucap Candra sambil pandangannya menyapu sekeliling Caffe.


Yuri hanya menganggukkan kepalanya, dan langsung menghabiskan makanan miliknya, begitu juga dengan Candra. Setelah selesai makan, candra dan juga Yuri pun pulang ke rumah mereka masing-masing.


(Di rumah Alex !!)


Alex sedari pulang kantor terus tidak bicara, bahkan pada saat makan bersama keluarga pun ia tidak berbicara sepatah kata pun. Ia terus berpikir, apa yang membuat Yuri seperti itu? Senyumnya yang tipis membuatnya senang dan takut.


"Apa yang salah dengannya, kenapa sikapnya aneh?"


Sekeras apapun ia berpikir, tidak ada hasilnya dan hanya membuat ia semakin pusing. Akhirnya ia mencoba untuk tidur, dan menenangkan pikirannya namun tidak bisa juga.

__ADS_1


"Kenapa kau membuatku seperti ini?" Alex berbicara sendiri dengan nada yang cukup keras membuat ruangan tersebut penuh akan suaranya.


__ADS_2