Sekretaris Sang Prsedir

Sekretaris Sang Prsedir
Bab 10


__ADS_3

Sementara Firgo yang menatap tingkah laku nya hanya bisa menahan tawa.


Tiga jam pun berlalu.


Kini Firgo dan juga Kirana sudah berada bandara, pesawat mereka berhasil mendarat dengan selamat di kota C.


"Boss, kita akan tidur di mana?"Tanya Kirana sambil menyeret koper nya.


"Di hotel, mana mungkin kita tidur di jalan, ayo cepat naik."Ucap Firgo kepada Kirana.


"Boss, ini mobil mu? Perasaan aku tidak melihat mobil mu ikut dengan kita naik pesawat."Tutur Kirana dengan semua kepolosan nya.


"Ini mobil sewaan, kau mau naik atau tidak? Jika tidak aku akan meningal kan mu."Ucap Firgo yang kemudian masuk ke dalam mobil itu duluan.


"Sewa mobil lengkap dengan sopir nya ya?"Batin Kirana.


Dia pun akhirnya ikut masuk ke dalam mobil tersebut, meskipun banyak hal yang tidak bisa dia mengerti.


Mobil itu pun melaju meningal kan bandara.


Tidak butuh waktu lama, mereka pun tiba di sebuah hotel, yang sederhana.


"Boss, aku rasa kau adalah orang terkaya di kota sana, tapi mengapa kita tidur di hotel bintang dua seperti ini?"Tanya Kirana saat mereka sudah berada di dalam kamar hotel itu.


"Ini tempat kamu, aku tinggal di hotel bintang lima."Ucap Firgo dengan smrik nya.


"Apa?"kaget Kirana.


Namun tiba-tiba saja ponsel Firgo berdering, menandakan ada sebuah panggilan masuk.


Firgo pun dengan segera mengambil ponsel dari saku nya.


Call on.


"Hallo."Ucap Firgo dengan menempelkan ponsel itu ke kuping nya.


"Hallo, pak Firgo, ini kami resepsionis hotel, maaf sekali pak, hotel kami saat ini sudah penuh dan kamar yang anda pesan sudah terisi orang lain."Ucap resepsionis hotel tersebut dari sebrang telpon.


"Apa!?"Ucap Firgo kaget.


"Kami benar-benar minta maaf ya pak."Ucap resepsionis hotel tersebut.


Firgo yang kesal pun mematikan telepon itu secara sepihak.


Call of.


"Ha-ha-ha!"Gelak Kirana yang mendengar semua percakapan antara Firgo dan resepsionis hotel tersebut.


"Kita satu kamar saja, kau di lantai dan aku di kasur!"Ucap Firgo yang malah melampiaskan kekesalannya kepada Kirana.

__ADS_1


"Mana bisa seperti itu,kan di hotel ini masih banyak kamar yang bisa di pesan."Ucap Kirana marah.


"Aku boss mu, aku yang mengatur semuanya."Tutur Firgo lagi.


"Astaga! Menyebalkan sekali manusia ini."Umpat Kirana.


"Aku masih bisa mendengar mu! Cepat mandi!"Ucap Firgo kepada Kirana.


"Ma, mandi? Boss, jangan macam-macam aku bisa Teriak!"Ucap Kirana sambil merapatkan baju nya.


Firgo menatap Kirana dengan tatapan bingung.


"Aku menyuruh mu mandi,agar kau bisa lebih segar, berkas-berkas ini,harus selesai sebelum jam tiga subuh."Ucap Firgo menujuk berkas-berkas penting yang sedang dia pegang.


"Ti, tidak perlu, aku tidak mandi juga tetap segar, siap bekerja sampai pagi."Tutur Kirana dengan tatapan takut nya.


"Baik lah,aku pegang ucapan mu."Tutur Firgo yang kemudian berjalan keluar dari kamar itu.


Kirana pun memanfaatkan waktu itu untuk memulai pekerjaan nya, dia duduk di meja dalam kamar itu sambil mulai mengetik laptop nya untuk mengerjakan tugas penting tersebut.


Beberapa jam pun berlalu.


Firgo kembali masuk ke dalam kamar tersebut dengan sebuah map biru di tangan nya.


"Memang tidak bisa di andalkan."Ucap nya menatap Kirana yang sudah tertidur pulas di keyboard laptop.


"Tidak perlu! Aku sudah menyelesaikan nya di luar."Ucap Firgo memperlihatkan berkas yang ada di dalam map biru itu kepada Kirana.


"Mengerjakan nya? Bukan kah ini tugas ku? Mengapa boss mengerjakan pekerjaan ku?"Tanya Kirana kebingungan.


"Karena kau tidak bisa di andalkan."Jawab Firgo.


"Maaf kan aku boss."Jawab Kirana sedih.


"Cepat tidur, besok ada rapat penting, kita tidak boleh terlambat, kau tidur di atas saja, badan ku alergi dengan kasur buruk seperti itu."Ucap Firgo yang kemudian berlalu mengambil selimut dan bantal kemudian berbaring di bawah.


Kirana tercengang melihat itu.


"Seharusnya dia lebih alergi lantai."Batin Kirana.


Namun Kirana tetap menuruti apa yang di katakan oleh Firgo dan tidur di ranjang.


Keesokan harinya.


Kirana dan juga Firgo saat ini sudah berada di dalam mobil yang mereka sewa, namun di pertengahan perjalanan, mobil itu tiba-tiba mati total dan tidak bisa di hidup kan lagi.


"Pak, maaf, mobil nya mogok."Ucap sang sopir kepada Firgo.


"Astaga? Mengapa bisa?"Tanya Firgo gelisah sambil menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan nya.

__ADS_1


"Boss, gawat, sebentar lagi rapat nya sudah akan di mulai, mobil ini malah mogok, kita akan terlambat."Ucap Kirana sambil melihat ke luar jendela.


Namun, belum sempat Firgo menjawab ucapan Kirana, dia pun melihat seseorang yang sedang mengemudi sepeda motor.


"Boss, ayo ikut aku!"Ucap Kirana mengambil tas nya dan turun dari mobil.


"Kirana, kau mau kemana?"Tanya Firgo iku turun dan mengejar Kirana.


Sementara itu Kirana memberhentikan seseorang yang tadi mengunakan sepeda motor.


"Pak aku bayar satu juta jika kau meminjamkan sepeda motor mu."Ucap Kirana menghadang pengemudi sepeda motor tersebut.


"Kirana! Apa kau sudah gila?"Ucap Firgo kaget ketika Kirana hampir tertabrak.


"Pak,ini satu-satunya cara agar kita bisa pergi ke perusahaan tuan A untuk rapat!"Ucap Kirana kepada Firgo.


"Baik lah."Ucap Firgo menurut dan mengeluarkan uang lebih dari satu juta dan memberikan kepada pengendara motor yang sedari tadi hanya tercengang melihat pembicaraan mereka.


"Tunggu di sini pak, kami tidak akan lama, dan ini uang sewa motor nya."Ucap Firgo.


"Baik-baik."Jawab pemilik motor itu dengan mata berbinar.


Setelah pengemudi sepeda motor itu turun, Kirana pun mengambil alih motor nya.


"Boss, cepat naik!"Ucap Kirana.


"Aku?"Tanya Firgo dengan wajah panik nya.


"cepat lah!"Jerit Kirana.


Mau tidak mau Firgo pun akhirnya meniki sepeda motor yabg di kemudikan oleh Kirana.


Mereka pun melaju dengan cepat menuju kantor kolega bisnis Firgo.


"Astaga ini memalukan sekali."Batin Firgo sambil melihat sekeliling nya, dia baru kali ini naik motor dan motor nya malah di kemudian oleh seorang perempuan.


Jatuh lah harga diri Firgo demi proyek sepuluh milyar ini.


Tidak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di perusahaan kolega bisnis Firgo.


"Kita masih ada waktu sepuluh menit, dan itu artinya kita tidak terlambat boss, ayo cepat masuk lah."Ucapan Kirana kepada Firgo.


"Tunggu aku di luar."Ucap Firgo yang kemudian masuk ke dalam perusahaan itu.


"Boss! Semangat!"Teriak Kirana sambil melambai kan tangan nya.


Firgo tersenyum dan kembali melanjutkan langkahnya masuk ke dalam perusahaan itu.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2