Sekretaris Sang Prsedir

Sekretaris Sang Prsedir
Bab 26


__ADS_3

Mereka pun membalikkan kertas yang ada di tangan mereka masing-masing yang ternyata bertuliskan, would you be my wife, yang artinya mau kah kau menjadi istri ku?


"Aku, aku,aku mau."Ucap Kirana sedikit gugup sambil menyeka air mata nya.


Sontak Firgo berdiri dan memeluk erat Kirana dengan air mata bahagia,ia tidak menyangka jika Kirana akan menerima nya tanpa rasa ragu.


"Berikan jari mu."Ucap Firgo mengambil tangan Kirana dan kemudian memasangkan cincin itu di jadi manis Kirana.


Dengan begitu artinya Kirana sudah resmi menjadi tunangan dari seorang Presdir kaya raya.


Semuanya nya bertepuk tangan bahagia menyaksikan momen bahagia dan mengharukan ini.


"Terima kasih banyak, kau adalah laki-laki terbaik yang pernah aku temui,aku mencintaimu."Ucap Kirana kembali memeluk Firgo.


Setelah suasana haru itu, mereka pun melanjutkan makan malam romantis mereka.


Sementara itu Fey dan Nora hanya bisa menonton dari Vidio yang sudah tersebar,oleh restoran itu.


"Hiksss, Kirana akhirnya kau menemukan belahan jiwa mu."Ucap Nora menangis sambil menonton dari ponsel Fey.


"Hey,bodoh,kau menangisi apa?"Tanya Fey sambil mengelap air mata Kirana.


"Aku sedih setelah ini dia pasti tidak akan punya banyak waktu untuk ku lagi."Sedih Nora.

__ADS_1


"Apa-apaan kau ini? Setelah sembuh kau akan segera pindah ke rumah depan villa nya Kirana,apa kau lupa?"Tanya Fey tak habis fikir.


"Oh iya ya, aku harus segera sembuh, agar aku bisa memberikan selamat untuk sahabat ku itu."Tutur Nora.


"Makanya, kau harus semangat, jangan biasanya menyemangati orang saja."Ucap Fey sambil mencubit hidung Nora gemas.


Beberapa hari pun berlalu.


Berita mengenai pertunangan antara Kirana dan Firgo pun menyebar luas ke segala penjuru, tidak sedikit orang yang tau tentang itu.


"Sayang, apa kau sudah siap?"Tanya Kirana sambil membawa dasi untuk di pakaian ke Firgo.


"Sayang, aku sangat gugup."Ucap Firgo sambil memeluk Kirana dan menyimpan wajah nya di pundak Kirana.


Ya hari ini Kirana dan Firgo akan bertemu dengan mama nya Kirana,mama Lita.


"Sama seperti mu, sekarang aku juga sangat gugup."Ucap Firgo merasa tidak percaya diri.


"Sudah,ayo cepat, jangan membuat mama menunggu."Ucap Kirana yang kemudian memasangkan dasi itu kepada Firgo.


Setelah selesai bersiap-siap, mereka pun bergegas keluar dari villa, dan masuk ke dalam mobil.


Firgo menyalakan mesin mobil nya dan kemudian melaju menuju kediaman mama Lita,mama nya Kirana.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di sana.


"Ini rumah ku, maaf tidak sebesar villa mu."Ucap Kirana kepada Firgo.


Saat ini mereka berdua sudah berdiri di depan rumah mama Lita.


"Apa yang kau katakan? Menurut ku besar atau kecil itu tidak penting, yang penting nyaman."Ucap Firgo bijaksana.


Kirana pun mengangguk bangga dan kemudian mengetuk pintu rumah itu.


Tok ... Tok ... Tok.


Suara ketukan di luar pintu rumah mama Lita.


Mama Lita yang mendengar itu pun buru-buru membuka nya.


"Astaga, Kalian sudah datang."Ucap mama Lita yang masih mengunakan celemek.


Seperti nya mama Lita sedang masak untuk menyiapkan makan siang Kirana dan Firgo.


"Selamat siang bibi."Ucap Firgo kepada mama Lita.


"Bibi apa nya? Pangil aku mama."Ucap mama Lita dengan senyum manisnya.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2