Sekretaris Sang Prsedir

Sekretaris Sang Prsedir
Bab 11


__ADS_3

"aku harap rapat nya berjalan dengan lancar."Tutur Kirana sambil duduk menunggu Firgo selesai rapat.


Satu jam pun berlalu.


Terlihat Firgo berjalan keluar dari perusahaan itu dengan wajah murung.


"Boss, gagal?"Tanya Kirana dengan wajah cemas.


"Hmm, kita sudah berusaha semaksimal mungkin, dan hasil nya ..."Ucap Firgo menggantung kan Kalimat nya.


"Sudah lah boss, tidak apa-apa,ayo kita kembalikan motor ini, pemilik nya pasti sudah menunggu."Ucap Kirana dengan wajah sedih.


"Dan hasilnya, kita ... Kita berhasil mendapatkan proyek sepuluh milyar ini!"Ucap Firgo dengan wajah bahagia.


"Astaga! Boss,kau membuat aku khawatir!"Ucap Kirana memukul pelan lengan Firgo.


"Semua ini karena kau, kau pantas mendapatkan hadiah, kau mau apa?"Tanya Firgo terlihat sangat senang.


"Aku mau makan roti, katanya di kota C ini ada roti terkenal yang sangat lezat, aku mau itu."Ucap Kirana dengan penuh semangat.


"Hanya roti!"Tanya Firgo kaget.


"Ya, ayo sebelum membeli roti, kita kembalikan dulu sepeda motor ini."Ucap Kirana.


"Ba,baik."Jawab Firgo masih dalam keadaan kaget karena dia sempat berfikir jika Kirana akan meminta sesuatu yang mahal, ternyata hanya sebuah roti.


Mereka pun kembali ke tempat sebelumnya mereka meminjam sepeda motor itu.


Setelah itu mereka pun berjalan kaki menuju toko roti terkenal yang kebetulan dekat dari sana.


"Wahh, boss, ini enak sekali."Ucap Kirana sambil berjalan berdampingan dengan Firgo.


"Kau tidak mau yang lain lagi? Hanya roti?"Tanya Firgo kepada Kirana.


"Hanya ini bos."Jawab Kirana dengan mulut penuh roti.


Mereka pun terus berjalan dengan menikmati pemandangan indah kota C di sore hari.


"Ayo naik kuda ayo papa pegang tangan mu!"Ucap seorang laki-laki yang pada saat itu sedang bermain dengan anak nya di halaman rumah dengan sebuah kuda mainan.


"Dia."Ucap Kirana berhenti melangkah.


"Siapa?"Tanya Firgo ikut memberhentikan langkah nya.


"Papa."Lirih Kirana dengan tatapan nanar.

__ADS_1


Firgo pun menatap arah pandangan Kirana.


"Dia papa mu? Kau benar-benar tidak tau di tingal di kota ini?"Tanya Firgo kepada Kirana.


Flashback on.


"Pa, aku sudah mau naik kudanya,ayo kita main!"Ucap Kirana memegang tangan papa nya.


"Aku mau pergi,kau tinggal lah bersama ibu mu!"Ucap papa nya Kirana sambil menepis tangan Kirana yang memegang nya.


"Mas! Apa yang kau lakukan? Kau ingin bersama dengan selingkuhan mu itu? Anak sendiri pun kau sudah tidak mau?"Ucap mama Lita memegang tangan papa nya Kirana.


"Minggir!"Ucap papa nya Kirana menepis tangan mama Lita dan kemudian menarik koper nya keluar dari rumah itu..


"Papa! Papa jangan pergi pa!"Teriak Kirana yang tidak di pedulikan oleh papa nya.


"Mama! Papa ke mana ma? Papa tidak meningal kan kita kan?"Tanya Kirana dengan air mata yang mengalir.


"Sayang sudah lah, ada mama,ada mama di sini."Ucap mama Lita memeluk Kirana.


Flashback off.


"Boss,aku tidak menyangka dia akan ada di kota ini, ini kebetulan sekali."Tutur Kirana dengan mata berkaca-kaca.


"Kau mau menemui nya?"Tanya Firgo.


"Kirana ... "Lirih Firgo yang masih belum sempat menyelesaikan ucapannya.


"Boss ayo kembali ke hotel, jam delapan ada perayaan dan membutuhkan pidato mu, dan besok kita harus pulang."Ucap Kirana yang kemudian meneruskan langkah kaki nya.


Firgo pun mencoba mengerti dengan perasaan Kirana, dia pun berjalan mengikuti Kirana dari belakang.


Dia juga tau jika saat ini Kirana berusaha kuat dan menutupi kesedihannya.


Mereka pun berjalan kembali ke hotel untuk siap-siap.


Malam pukul 07:50


Firgo turun dari mobil nya, begitu juga dengan Kirana.


"Lah boss, bukan kah ini taman bermain? Bukan nya, kita akan ke gedung perayaan?"Tanya Kirana kebingungan.


"Kau mau naik kuda terbang kan? Ayo lihat lah, di depan sana ada permainan yang kau suka, tunggu apa lagi."Ucap Firgo menujuk wahana kuda terbang yang ada di taman bermain tersebut.


"Wahhh! Kagum Kirana melihat keindahan wahana kuda terbang tersebut, begitu banyak orang di taman bermain itu, anak-anak kecil juga berlari-lari ke sana ke mari dengan bahagia nya.

__ADS_1


"Bengong kenapa? Apa kau ingin menunggu ku berubah pikiran?"Tanya Firgo lagi.


"Tidak-tidak, aku akan ke sana untuk main!"Ucap Kirana terlihat sangat bahagia.


Kirana pun bermain kuda terbang itu beberapa putaran dengan senyum bahagia bersama beberapa anak kecil di sekeliling nya.


Sementara itu, Firgo tersenyum manis menatap Kiara yang sudah seperti anak kecil saja.


"Aku senang kau bahagia."Batin Firgo terus mengawasi Kirana.


"Dulu aku sempat mengira jika pak Firgo itu adalah laki-laki galak yang tidak bisa mengontrol emosi nya, tapi ternyata kenal dengan nya membuat kehidupan ku jadi lebih berwarna, meskipun terkadang dia menyebalkan,tapi dia memiliki rasa simpati yang luar biasa kepada ku."Batin Kirana sambil menatap Firgo dari jauh.


Setelah satu jam, Kirana pun selesai dengan permainan nya.


"Boss, terima kasih banyak sudah mau menghibur ku, aku tidak menyangka akan sebahagia ini setelah beberapa bulan hidup dalam rasa sakit hati dan kecewa."Ucap Kirana kembali menghampiri Firgo.


"Bagus lah, kau suka, anggap saja ini balasan untuk kecerdasan mu siang tadi membantu ku dengan cepat pergi ke kantor kolega untuk rapat penting."Tutur Firgo meletakkan tangan nya di pundak Kirana.


"Eh,emm, sekarang kita pulang ke hotel?"Tanya Kirana kepada Firgo.


"Em,ayo, ini juga sudah larut."Tutur Firgo agak sedikit cangung.


Mereka pun saling tersenyum dan k


Berjalan kembali ke mobil untuk segera pulang ke hotel karena besok mereka sudah seharusnya kembali ke kota mereka.


Namun di perjalanan, telpon Firgo kembali berdering, menandakan ada sebuah panggilan masuk.


Firgo pun meraih ponsel nya dan menatap layar ponsel, tertara nama Fey di layar ponsel itu.


Dengan cepat Firgo mengeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan tersebut.


Call on.


"Boss, apa semua nya lancar?"Tanya Fey di sebrang telpon.


"Ya, ada apa kau menelpon ku?"Tanya Firgo bingung, karena biasanya Fey tidak akan menelpon jika tidak mendesak apalagi dia tau Firgo dinas di luar kota.


"Boss, bisa kah malam ini kembali ke kota? Ada masalah di perusahaan yang tidak bisa aku selesai kan sendiri."Tutur Fey lagi.


"Astaga, sebesar apa?"Tanya Firgo kebingungan.


"Kau akan tau setelah kau pulang boss,ayo lah datang bantu aku,aku sudah kewalahan."Tutur Fey.


"Baik lah, malam ini juga aku akan kembali ke kota."Ucap Firgo yang kemudian mematikan telepon tersebut secara sepihak.

__ADS_1


Call of.


Bersambung ....


__ADS_2