Sekretaris Sang Prsedir

Sekretaris Sang Prsedir
Bab 34


__ADS_3

"Kirana,kau sangat cantik,aku bangga dengan mu."Ucap Kakek yang saat itu menjadi pengiring Kirana.


"Hari ini kakek juga sangat tampan."ucap Kirana sambil tersenyum.


Kakek nya Firgo pun menyerah kan Kirana kepada Firgo setelah tiba di atas altar.


Firgo mengengam erat tangan Kirana dan menatap nya penuh haru.


Acara pernikahan pun di mulai.


"Baik lah kita akan memulai acara nya sekarang."Ucap pak pendeta.


"Tuan Firgo, apakah anda bersedia menjadi suami dari nona Kirana Larasati, siap menemani nya saat sakit,tua, dan seterusnya?"Tanya pendeta tersebut yang membuat semua orang terharu.


"Aku sangat bersedia."Jawab Firgo.


"Nona Kirana Larasati, apakah anda bersedia menjadi istri dari tuan Firgo, siap menemani nya saat sakit,tua, dan seterusnya?"Tanya pendeta tersebut yang membuat semua orang terharu.


"Aku benar-benar bersedia."Ucap Kirana sambil tersenyum.


"Baik lah mulai kalian sekarang kalian berdua sudah sah menjadi sepasang suami istri, selanjutnya silahkan tuan Firgo mencium sang istri."Ucap pendeta tersebut dengan kelucuan nya.


Semua orang pun bersorak.

__ADS_1


"Cium! Cium! Cium!'Sorak Nora.


"Nora kau sangat antusias nak."Ucap mama kita yang ada di samping Nora.


"Hehe, bibi bisa saja."Ucap Nora sedikit malu.


"Kirana sudah menemukan kebahagiaan nya, sekarang tingal kau."Ucap mama Lita.


Nora tidak menjawab dia hanya tersenyum sambil menatap Fey yang ternyata juga menatap nya.


"Kirana ayo cepat lempar bungga nya!"Ucap Nora kembali berteriak.


Saat ini tiba lah di mana proses melempar bunga.


Namun alih-alih melempar nya, Kirana turun dari altar dan berjalan mendekati Nora.


Nora yang awalnya benar-benar kuat menahan air mata pun kini lebih dulu menetes kan air mata nya untuk Kirana.


Sekali lagi suasana haru terjadi.


Nora mengambil bunga yang di berikan oleh Kirana kepada nya dan kemudian memeluk Kirana dengan erat.


"Hikss, aku sangat bahagia melihat kau bahagia."ucap Nora menagis.

__ADS_1


"Kau menangisi apa, kau juga sebentar lagi akan bahagia bukan?"Ucap Kirana sambil mengelus punggung Nora.


"Kau ini bisa saja."Ucap Nora dengan wajah kesal nya.


Suasana pesta pun semakin hangat,di penuhi dengan rasa bahagia,haru.


"Selamat boss, kau akhirnya menemukan belahan jiwa mu."Ucap Fey menghampiri Firgo.


"Dan kau, kau mau menunggu apa lagi?"Tanya Firgo kepada Fey.


Firgo hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Firgo.


Sementara Kirana sibuk dengan Nora,kakek,mama nya dan juga tamu-tamu lain.


Setelah satu hari berlalu, akhirnya acara pernikahan itu pun selesai, tentu saja ini adalah malam yang paling di tunggu Firgo dan Kirana.


Sat ini mereka berdua sedang berada di dalam kamar, Firgo sudah selesai mandi dan saat ini terlihat Kirana yang keluar dari kamar mandi dengan tubuh di baluti handuk.


"Sayang, kau tidak lupa kewajiban mu kan?"Ucap Firgo yang seperti nya sudah tidak tahan lagi.


"Jangan menggangu aku, aku sangat lelah."Tutur Kirana.


"Tapi aku menginginkan mu malam ini, kau harus memberikan aku seorang anak kecil atau dua sekaligus juga bisa."Ucap Firgo memeluk Kirana dari belakang sambil mencium leher Kirana.

__ADS_1


Ya Kirana tau ini kewajiban nya, dan dia tidak mungkin lagi bisa menolak permintaan dari suaminya itu.


Bersambung ....


__ADS_2