
Sementara itu Kirana dan Firgo sudah keluar dari restoran itu menuju mobil.
"Apa aku tadi terlihat sok kaya?"Tanya Firgo sambil menggandeng Kirana.
"Emmm,agak seperti itu, tapi ... Boss keren sekali!"Ucap Kirana bahagia karena sudah membalas orang yang menjatuhkan harga diri nya.
Mereka pun akhirnya pulang ke villa dengan hati yang begitu bahagia.
Sementara itu Kirana sudah yakin jika saat ini dirinya sedang jatuh cinta kepada boss nya itu.
"Apa ini tidak terlalu cepat? Seperti nya aku harus menemui Nora besok."Batin Kirana berbunga-bunga.
"Apa yang kau pikirkan? Sekarang masuk ke kamar dan tidur lah."Ucap Firgo kepada Kirana.
"Hmm, baik boss."Ucap Kirana sambil tersenyum.
Kirana pun dengan suasana hati yang begitu bahagia berjalan masuk ke dalam kamar nya.
"Dia begitu membuat aku gemas."Batin Firgo yang seperti nya juga memiliki perasaan yang sama dengan Kirana.
Malam itu kedua nya sama-sama tidak bisa tidur, menatap langit-langit kamar dengan hanyalan masing-masing.
"Kapan aku bisa mengatakan perasaan ini kepada nya?"Batin Firgo gelisah.
"Bagaimana jika ini lancang dan membuat pak boss marah?"Batin Kirana.
Larut dalam pikiran mereka masing-masing, mereka pun akhirnya sama-sama terlelap di kamar berbeda namun rasa bahagia yang sama.
Keesokan harinya.
"Bagaimana tidur mu? Apa kah sangat nyenyak?"Tanya Firgo kepada Kirana.
Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil yang sama hendak pergi ke kantor untuk bekerja seperti biasanya.
"Emm, nyaman, bagaimana dengan boss?"Tanya Kirana sambil menatap Firgo yang terlihat masih sedikit mengetuk.
"Aku,aku juga nyaman."Ucap Firgo sambil kembali fokus mengemudi mobil nya.
Tidak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di perusahaan.
"Masuk lah, ingat jika ada apay kasih tau aku,aku ada di ruangan."Tutur Firgo yang entah kenapa semakin hari semakin perhatian dan membuat jantung Kirana jadi tidak bisa berdetak normal.
"Boss, jangan lupa minum kopi nya ya."Tutur Kirana mengemaskan dan kemudian berlari kecil masuk ke dalam perusahaan.
__ADS_1
Keduanya tentu sudah saling suka, namun masih belum bisa menggungkap kan nya.
Jam makan siang pun tiba, Kirana terlihat buru-buru keluar dari perusahaan untuk menuju restoran terdekat.
" Hey! Aku di sini!"Ucap Nora yang sudah menunggu Kirana di restoran depan kantor Firgo.
"Maaf sudah membuat mu menunggu lama."Ucap Kirana menghampiri meja Nora dan duduk berhadapan.
"Ada apa? Seperti nya sangat penting sehingga mengajak ku bertemu."Tutur Nora dengan senyum manisnya.
"Emm, aku tau ini aneh, tapi sepertinya aku sudah jatuh cinta dengan boss ku."Ucap Kirana tudepoin.
"Apa?!"Kaget Nora mengeluarkan suara besar nya.
"Diam lah, jangan berisik!"Ucap Kirana menutup mulut Nora.
"Ya, maaf aku hanya kaget, lalu apa kau sudah yakin jika dia juga menyukai mu?"Tanya Nora lagi.
"Emm jadi begini ... " Kirana menjelaskan bagaimana beberapa Minggu ini hubungan nya dengan Firgo yang cukup baik.
"Astaga,kau beruntung sekali, bisa tingal satu rumah dengan boss mu."Ucap Nora tak habis fikir.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa aku sendiri yang mengutarakan perasaan ini?"Tanya Kirana kepada Nora.
"Seharusnya seperti itu, karena dia mungkin gengsi dan malu."Ucap Nora selalu berfikir fositif.
"Begini ... " Nora pun menjelaskan ide yang dia punya untuk Kirana mengungkap kan perasa kepada Firgo.
"Apa ini akan berhasil?"Tanya Kirana bingung dan. Khawatir.
"Kau belum tau jika belum mencoba nya."Ucap Nora memberikan semangat full lepas sang sahabat.
"Baik lah aku akan melakukan nya, terima kasih banyak kau sudah membantu ku."Ucap Kirana memegang tangan Nora.
Nora pun mengangguk kan kepala nya, setelah itu mereka pun mulai memesan makanan dan makan siang bersama.
Sore hari nya.
"Pak Fey, semua pekerjaan ku sudah selesai, apa aku boleh pulang sekarang?"Tanya Kirana kepada Fey.
"Tentu saja."Jawab Fey.
"Oh iya, di mana boss? Aku tidak melihat nya sejak makan siang."Turur Kirana lagi.
__ADS_1
"Boss ada urusan penting dan keluar sejak makan siang tadi,apa kau ada maslaah? Kau bisa bertanya kepada ku."Ucap Fey.
"Ah tidak ada, kalau begitu aku permisi dulu."Ucap Kirana meningal kan Fey dsn berjalan keluar dari perusahaan.
Kirana menaiki taxi untuk kembali ke villa, namun di perjalanan dia berhenti di sebuah toko coklat dan memilih satu books coklat dan membelinya.
Setelah membeli coklat tersebut, dia pun kembali masuk ke dalam taxi dsn kembali ke villa Firgo.
Tidak butuh waktu lama, Kirana pun akhirnya tiba di villa, terlihat mobil Firgo yang sudah ada di halaman depan villa.
"Boss sudah pulang? Kebetulan sekali, kalau begitu aku tidak perlu menunggu waktu lama."Tutur Kirana yang kemudian berjalan cepat memasuki villa.
Akan tetapi pemandangan di ruang tengah villa membuat dirinya mengengam erat coklat yang dia bawa.
"Baik-baik di villa,aku masih ada pekerjaan,aku kerja dulu ya."Ucap Firgo yang kemudian berjalan menuju pintu dan keluar dari villa tampa melihat Kirana sedikit pun.
"Eh, Hay! Kau tinggal di villa Firgo kan? Nama ku Masya, aku kekasih masa kecil nya Firgo dan keluarga kami lumayan dekat, aku baru pulang dari kaur negeri dan dia meminta ku untuk tingal di sini beberapa hari, kedepannya mohon bantuannya ya."Ucap perempuan bernama Masya itu kepada Kirana.
Ya perempuan itu seperti nya adalah kekasih masa kecil nya Firgo yang datang kembali dari luar negeri, tapi Kirana Bingung karena hari ini Firgo terlihat cuek dengan nya.
Sementara Kirana masih terdiam dengan hati yang begitu sakit.
"Eh, kau beli coklat ya, sayang nya seingat ku, Firgo tidak suka makanan manis."Ucap Masya sambil tersenyum.
"Oh ini, ini aku beli untuk diriku sendiri."Ucap kirana angkat bicara meskipun rasanya begitu menusuk hati.
"Aku pikir kau beli untuk Firgo."Tutur Masya seolah mengejek.
Kirana pun terdiam dan berjalan masuk ke dalam kamar nya dengan air mata yang mulai mengalir membasahi pipi nya.
Beberapa hari pun berlalu.
Setelah kedatangan Masya di villa itu, semuanya jadi berubah,dia mulai semena-mena dan akhir-akhir ini Firgo juga sangat sibuk dengan proyek sepuluh milyar nya.
Pagi ini, Kirana melihat Masya berjalan dengan memakai kemeja Firgo di badan nya.
"Ehh Masya! Tunggu!"Teriak Kirana menghentikan Masya.
Masya yang mendengar Kirana memangil nya pun berhenti dan menoleh.
"Ada apa?"Tanya nya dengan wajah datar.
"Mengapa aku memakai jas pak Firgo,bukan nya dia tidak suka pakaian nya di pakai sembarangan orang?"Tanya Kirana baik-baik.
__ADS_1
Namun bukan nya menjawab cepat, Masya malah menampilkan senyum tipis nya.
Bersambung ....