Sekretaris Sang Prsedir

Sekretaris Sang Prsedir
Bab 09


__ADS_3

Firgo menatap nya dalam, semakin hati rasanya dia semakin tertarik dengan perempuan itu.


Namun tiba-tiba saja Kirana menatap marah ke arah pot bunga keramik yang ada di hadapannya.


"Kirana? Kau masih sadar kan?"Tanya Firgo khawatir.


"Dasar laki-laki berengsek, dia ya g selingkuh malah aku yang di hujat! Aku harus memberikan pelajaran untuk nya!"Ucap Kirana berdiri sambil sempoyongan dan mengambil pot bunga keramik tersebut.


"Kirana, itu harga nya miliaran."Tutur Firgo yang tau saat ini kesadaran Kirana sudah hilang sepenuhnya.


"Tapi dia harus di hajar boss,dia membuat keluarga ku malu,aku membenci nya!"Ucap Kirana menatap tajam pot bunga keramik yang kini sudah dia anggat.


"Astaga,baik lah."Tutur Firgo menyerah.


Dengan senyum tipis nya Kirana mengangkat pot bunga keramik itu tinggi-tinggi dan melemparkan nya ke lantai.


Prang ...


Suara pot bunga keramik yang pecah di atas lantai ruang tengah villa.


"Aduh."Leguh Firgo sambil memejamkan mata nya saat menatap pot bunga keramik mahal nya sudah hancur berkeping-keping.


"Hahaha! Hahaha!"Gelak tawa Kirana mengelegar.


Keesokan harinya.


"Aduh, kepala ku pusing sekali."Ucap Kirana sambil memegang kepala nya.


Ia membuka mata nya sambil melihat sekeliling,saat ini dirinya sedang berada di kamar, tapi bukan kamar nya.


"Aku ada di kamar siapa? Astaga aku melupakan semua yang terjadi."Ucap nya buru-buru turun dari ranjang dan keluar dari kamar tersebut.


Kirana pun berjalan menuju ruang tengah villa.


Namun dia begitu kaget, melihat botol bir berserakan dan juga pot bunga keramik mahal milik Firgo sudah pecah berantakan.


"I,ini semua? Karena aku?"Tanya nya kepada Firgo yang duduk santai di sofa dengan sebutan buku di tangan nya.


"Hmm, menurut mu?"Tanya Firgo balik.


"Pot bunga keramik itu? Pasti, palsu kan?"Ucap Kirana dengan jantung yang sudah berdegup kencang.


"Semua yang kau lihat di dalam villa ini, tidak ada yang palsu, semuanya asli."Tutur Firgo sambil berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Kirana.


"Boss, aku,aku tidak tau semuanya akan jadi seperti ini, boleh diskon kan?"Tanya Kirana takut.


"Kau, kau tidak mungkin lupa dengan kejadian tadi malam kan?"Tanya Firgo mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Sontak Kirana terdiam dan menatap wajah Firgo dengan tatapan kaget.


Flashback on.


Setelah tertawa terbahak-bahak melihat pot bunga keramik yang hancur, Kirana pun berjalan mendekati serpihan pot bunga itu dan mengangkat kaki hendak menginjak nya.


"Kirana! Jangan bercanda!"Ucap Firgo berdiri dari duduknya.


"Dia harus di injak,agar semua tulang nya patah."Tutur Kirana di luar kesadaran nya.


Namun saat hendak menginjak pot bunga keramik yang sudah pecah itu, dia kehilangan keseimbangan nya dan hendak terjatuh.


"Kirana! Hati-hati!"Ucap Firgo yang menghampiri nya dan menangkap tubuh Kirana yang hendak terjatuh.


Saat itu lah, mereka pun saling menatap satu sama lain.


"Boss, apa aku tidak akan menikah dan tidak akan ada yang mencintai ku?"Tanya Kirana dengan keadaan yang masih di peluk oleh Firgo.


"Kau pantas mendapatkan yang lebih baik "Tutur Firgo sambil menatap wajah cantik Kirana.


Namun tanpa basa-basi lagi, Kirana malah menarik kerah baju Firgo, dan mencium lembut bibir Firgo.


Firgo membulat kan mata nya menatap Kirana yang sudah mabuk dan mengambil inisiatif begitu cepat.


Flashback off.


"Cepat mandi dan beres-beres."Perintah Firgo kembali mengalihkan pembicaraan dengan Kirana.


"Boss, anda ingin mengusir saya?"Tanya Kirana kaget, karena setau nya kesalahan yang dia perbuat kini sudah benar-benar fatal.


"Usir apanya? Aku ingin aku ikut dengan ku untuk dinas keluar kota beberapa hari."Ucap Firgo.


"Ah,hehe,baik lah boss, siap!"Ucap Kiara yang kemudian berlari kembali ke kamar nya untuk mandi dan siap-siap.


Satu jam pun berlalu.


"Fey, aku pergi dulu."Ucap Firgo kepada Fey yang saat itu mengantarkan Kirana dan dirinya ke bandara.


"Baik boss."Ucap Fey dengan wajah sedih.


"Fey, kau cengeng sekali!"Ucap Kirana sambil tertawa.


"Kau!"Marah Fey kesal sambil menujuk Kirana.


"Maaf tuan."Ucap Kirana takut melihat wajah marah Fey.


"Aku hanya pergi dua hari Fey."Tutur Firgo mengeleg kepala.

__ADS_1


"Baik lah, hati-hati di perjalanan."Tutur Fey sambil tersenyum.


"Iya."Jawab Firgo yang kemudian menarik koper nya ke dalam bandara.


Setelah membeli tiket, mereka pun masuk ke dalam pesawat, karena sebentar lagi pesawat itu akan segera lepas landas menuju kota (C)


"Boss, aku takut."Tutur Kirana dengan tangan yang berkeringat dingin.


"Takut apanya? Apa kau baru pertama kali baik pesawat?"Tanya Firgo menatap Kirana kaget.


Kirana tidak menjawab nya, dia hanya tersenyum dan mengangguk kan kepala.


"Astaga, sudah lah, jangan takut."Ucap Firgo yang sebenarnya baru tau jika Kirana baru kali ini naik pesawat.


Kini tiba lah di mana pesawat akan segera berangkat menuju kota C, Kirana merasa semakin takut, tangan nya mulai gemetar dan menatap ke arah luar jendela pesawat.


"Jika kau takut, jangan menatap arah luar."Ucap Firgo menutup kedua mata Kirana dengan tangan nya tepat saat pesawat melaju semakin naik ke atas langit.


"Boss!"Jerit Kirana memegang kuat tangan Firgo yang menutup mata nya.


"Benar-benar wanita aneh."Batin Firgo yang merasakan rasa takut luar biasa di diri Kirana.


Sepuluh menit pun berlalu, suasana sudah aman, pesawat bergerak sebagai mana mestinya dengan sangat aman.


"Sudah."Ucap Firgo melepaskan tangan nya dari Kirana.


Kirana pun menoleh menatap luar jendela pesawat.


"Wahh, sangat indah, boss jendela nya bisa di buka tidak?"Tanya Kirana memegang jendela yang ada di sebelah nya karena terpesona akan keindahan dari atas pesawat.


"Kau mau mati?"Tanya Firgo meraih tangan Kirana dan memegang nya erat.


"Hehe, maaf boss aku tidak mengerti itu berbahaya."Jawab Kirana dengan senyum polos nya.


"Diam dan jangan melakukan apapun, perjalanan tidak terlalu jauh, sebelum sampai kau sebaiknya tidur."Ucap Firgo yang kesal dengan Kirana.


Firgo tau jika wanita itu terus terjaga dia akan membuat kekacauan lain di dada pesawat.


"Tapi boss."Ucap Kirana tidak ingin mendengar kan Firgo yang meminta dirinya tidur.


"Bukan kah tadi kau takut? Sekarang menurut apa yang aku katakan, jika tidak aku akan melempar mu keluar dari pesawat ini."Ancam Firgo yang sudah kewalahan dengan Kirana.


"Apa? Di lemparkan keluar? Aku akan mati."Ucap Kirana yang kemudian langsung memejamkan mata nya.


Sementara Firgo yang menatap tingkah laku nya hanya bisa menahan tawa.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2