Sekretaris Sang Prsedir

Sekretaris Sang Prsedir
Bab 21


__ADS_3

Fey pun akhirnya masuk ke dalam kosan Nora untuk minum teh dulu,dia memanfaatkan waktu ini untuk mengenal Nora lebih jauh.


Sementara itu di sisi lain.


"Apa harus sekarang?"Tanya Kirana kepada Firgo.


Saat ini mereka sudah berdiri di depan mansion keluarga Firgo, di dalam tentunya ada kakek nya Firgo, dan saudara Firgo lain nya.


Ya, sebenarnya sore ini Firgo dan Kirana memutuskan untuk pergi ke mansion, bertemu dengan keluar Firgo.


"Mengapa? Kau gugup?"Tanya Firgo lagi.


"Tapi aku tidak punya persiapan."Ucap Kirana kepada Firgo.


Firgo sudah Yatim-piatu sejak kecil dan dia hanya memiliki seorang kakek dan beberapa orang bibi.


"Ini hanya pertemuan biasa, untuk memperkenalkan kau kepada keluarga ku, sayang jangan khawatir ataupun gugup kehadiran mu saja sudah Bagus."Ucap Firgo menyemangati Kirana.


"Baik lah."Jawab Kirana yang masih gugup.


Mereka pun akhirnya keluar dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam mansion besar itu.

__ADS_1


"Hallo, selamat siang "Ucap Kirana kepada keluarga Firgo yang ternyata sudah menunggu nya di ruang tengah.


"Selamat siang, astaga, mengapa baru pertama kali datang sudah telat saja?"Tanya bibi nya Firgo.


Kirana tercengang dan sedikit Bingung harus menjawab apa.


"Bibi jangan buru-buru,pas sekali aku ingin kenalkan dia kepada kalian semua,ini Kirana dia pacar ku,kalau dia bersedia kedepannya dia akan menjadi istri ku,aku ini sudah sangat lama menyukai nya, Semoga keluarga ku ini bisa seperti aku juga, mengajrahai nya."Ucap Firgo yang tau kepedasan mulut bibi nya.


Sementara sang kakek tersenyum puas dan lega karena wanita yang di pilih Firgo benar-benar Kirana.


"Yasudah,ayo duduk, makanan nya sudah selesai di hidang kan."Ucap kakek nya Firgo.


Namun tiba-tiba ponsel Firgo berdering menandakan ada sebuah panggilan masuk.


Dia pun merogoh saku baju nya dan mengambil ponsel itu.


Call on.


"Hallo."Ucap Firgo sambil menempelkan ponsel itu ke telinga nya.


"Pak ada proyek baru yang harus di bahas bisa datang ke kantor sekarang?"Tanya orang di sebrang telpon tersebut.

__ADS_1


"Baik-baik, aku paham."Ucap Firgo yang kemudian mematikan telepon secara sepihak.


Call off.


"Kau ikut aku saja ya, aku ada proyek penting yang harus di bahas bersama klien,jika tinggal di sini kau pasti akan sangat cangung."Ucap Firgo berdiri dari duduknya sambil memegang tangan Kirana.


"Astaga, urus saja pekerjaan mu, biar kan dia tinggal di sini,kami tidak akan memakan nya."Marah bibi nya Firgo.


"Tidak apa-apa,kau pergi saja, aku baik-baik saja di sini."Jawab Kirana merasa tidak enak dengan bibi nya Firgo.


"Baik lah, Kalau begitu aku pergi dulu."Ucap Firgo yang terlihat sangat buru-buru.


Setelah kepergian Firgo,bibi bermulut pedas itu pun kembali angkat bicara.


"Pakaian yang kau gunakan ini, pasti tidak sampai sepuluh juta kan, kedepannya masuk dalam keluarga kami kau harus pakai yang mahal sedikit ya."Ucap bibi itu menyindir Kirana.


"Emm, maaf ya semuanya,aku hari ini Setelah pulang kerja langsung datang ke sini,jadi aku tidak sempat ganti baju."Jawab Kirana sopan.


Semuanya menatap Kirana dengan tatapan suka kecuali bibi pedas itu.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2