
"mas, sudah lah, percaya kepada ku, rencana kita akan berhasil, sebaiknya besok kau datang ke kantor tempat nya bekerja, bawakan dia makanan."ucap mama tiri Kirana sambil duduk menatap papa nya Kirana Mondar-mandir di depan nya.
"Kau benar, ya aku tidak boleh menyerahkan sebelum mendapatkan kan uang dari laki-laki yang akan menjadi suaminya Kirana itu."Ucap papa nya Kirana.
Keesokan harinya.
Hari ini Kirana akan kembali ke kantor Firgo, tapi bukan untuk bekerja, dia akan membagikan surat undangan untuk karyawan kantor Firgo tersebut.
"Selamat siang semuanya."Ucap Kirana kepada seluruh karyawan yang sedang bekerja.
Melihat kedatangan Kirana semua yang duduk pun berdiri dan membeli salam hormat kepada Kirana.
"Selamat siang nyonya Presdir."Ucap mereka sambil menunduk memberi kan tanda hormat.
"Astaga, ini pasti ulah Firgo, mereka malah buru-buru memangil ku nyonya Presdir."Batin Kirana sedikit gugup dan malu.
"Hmm, maaf aku sudah menganggu waktu kerja kalian, aku datang ke sini hanya untuk memberikan undangan pernikahan ku dan Firgo."Ucap Kirana sambil tersenyum dan kemudian membagikan surat undangan tersebut.
__ADS_1
"Terima kasih banyak calon nyonya Presdir kami."Ucap mereka secara bersamaan.
"Sama-sama, sungguh suatu kehormatan bila kalian bisa datang."Jelas Kirana dengan senyum tulus nya.
"Tentu saja kami akan datang, rugi jika kami tidak datang."Ucap mereka terlihat sangat bahagia dengan undangan dari Kirana.
"Baik lah, kalau begitu aku permisi dulu,masih ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan, jangan lupa datang."Pesan Kirana yang kemudian melangkah pergi.
Setelah selesai membagikan kan surat undangan pernikahan nya itu, Kirana pun kembali keluar dari kantor.
Namun baru saja keluar dari kantor lagi-lagi dia di kaget kan oleh papa nya yang datang menghampiri nya dengan membawa segelas milk tea.
"Aku tidak pesan milk tea."Ucap Kirana tidak mempedulikan nya.
"Papa dengar-dengar,anak muda seperti kalian,suka minum milk tea,jadi papa belikan ini untuk mu, jika kau tidak mau ya sudah,maaf papa menganggu mu."Ucap orang tua licik itu dan kemudian pergi dari sana.
Kirana terdiam sambil menatap bekas luka di tangan papa nya dari jauh.
__ADS_1
Ia kembali mengingat di mana papa nya menyelamatkan nya dari air panas dan akhirnya papa nya kah yang terluka, ini membuat Kirana sedikit iba.
Kirana pun mengejar nya karena benar-benar tidak tega.
....
Kini Kirana dan papa nya duduk di kursi pinggir tanam untuk mengobrol.
"Kapan papa kembali ke kota ini?"Tanya Kirana.
"Dua Minggu lalu."Jawab papa nya sambil mengeluarkan botol obat dari saku jaket nya.
"Mengapa tiba-tiba kembali ke sini?"Tanya Kirana dengan wajah datar nya.
"Papa sudah sakit, tidak ada uang untuk biayai operasi, hidup di sana juga mahal, dan akhirnya papa kembali ke sini, sudah mau mati seperti ini, papa pikir siapa tau akan bertemu kau dan ibu mu untuk minta maaf,papa baru sadar kesalahan terbesar papa itu tidak menjaga mu dengan baik, papa minta maaf ya."Ucap pap nya Kirana dengan wajah sedih nya.
Sementara itu Kirana benar-benar sudah terpengaruh akan akal jahat sang papa yang ingin menipu nya.
__ADS_1
Bersambung ....