
Setelah Cabut Gigi selesai, Kirana pun berjalan keluar dari klinik itu, terlihat Nora yang sudah menunggu nya di luar klinik.
"Kirana, sudah jam 07:00, ayo kita hari ini tidak usah pulang, bagaimana aku bawa kau ke bar kita minum bir, agar kau tidak sedih lagi."Ucap Nora sambil menggandeng tangan Kirana.
Mereka berjalan menyusuri jalan setapak di pinggir jalan raya.
"Kata dokter nya, aku tidak boleh minum bir."Ucap Kirana lagi.
"Yasudah, kau tidak perlu minum, kita ini ke sana cari cowok, kau tidak mungkin masih belum bisa melupakan Firgo itu kan? Meskipun baru beberapa hari."Ucap Nora sambil tersenyum.
"Eh jangan rendahkan aku ya, ayo kita pergi siapa takut."Ucap Kirana dengan semangat membara.
Mereka pun pergi ke bar untuk bersenang-senang dan mencari cowok seorang yang di inginkan oleh Nora.
Tidak butuh waktu lama mereka pun tiba di bar itu.
Akan tetapi baru lima menit di bar, mereka malah kembali keluar.
"Laki-laki di dalam bar itu, semuanya jelek, tidak ada ganteng-ganteng nya."Ucap Kirana kesal.
"Alah, yang ganteng itu adalah boss nya,kalau mereka mah tidak ada apa-apa nya."Ucap Nora berjalan di samping Kirana.
"Terus di mana boss nya?"Tanya Kirana kebingungan.
"Boss nya hari ini tidak ada, aku ke WC dulu kau tunggu di sini."Ucap Nora yang kemudian berlari menuju toilet.
"Baik lah, jangan lama-lama."Ucap Kirana.
Setelah Nora ke toilet, datang seorang laki-laki yang seperti nya sedang mabuk berat, dia mendekati Kirana.
"Cewek! Sendirian aja ni?"Tanya laki-laki tersebut mengoda Kirana.
Kirana yang merasa risih pun hendak kabur dari sana, namun tangan nya di tahan oleh laki-laki tersebut.
"Kau mau ke mana? Temani aku yuk."Ucap nya.
"Jangan sentuh aku!"Ucap Kirana menepis tangan laki-laki itu.
"Perempuan jika menolak itu artinya dia mau."Jawab laki-laki mabuk itu lagi.
"Sana! Menjauh lah dari ku!"Marah Kirana karena laki-laki itu semakin mendekati nya.
"Kenapa marah?"Ucap nya memegang dagu Kirana.
Namun tepat di saat itu, ada seseorang yang datang dengan motor nya, lampu dari motor itu mampu membuat mata Kirana dan mata laki-laki mabuk itu silau.
"Di bar ku tidak boleh menindas wanita!"Marah laki-laki tersebut sambil membuka helem nya.
Karena takut, laki-laki mabuk itu pun berlari kabur.
"Dokter Liam? Kenapa kau ada di mana pun?"Ya ya Kirana kebingungan.
__ADS_1
Liam pun turut dari motor nya dan menghampiri Kirana.
"Kau ini, baru saja selesai cabut gigi, sudah ke bar lagi, aku sudah bilang jangan minum alkohol."Marah Liam kepada Kirana.
"Tapi aku tidak minum,aku sudah ingat apa yang dokter katakan."Jelas Kirana kepada Liam.
"Coba kau sebut kan satu persatu."Ucap Liam lagi.
"Jangan makan yang keras, jangan minum alkohol, jangan makan permen."Ucap Kirana dengan wajah imut seorang anak kecil.
"Bagus, tapi aku tidak punya hadiah untuk ku berikan kepada mu."Tutur dokter Liam sambil tersenyum.
"Tidak apa, aku tidak mau hadiah."Jelas Kirana hendak berlalu pergi.
Namun Liam malah menahan tangan nya.
"Bagaimana, hadiahi kamu, pacar yang tinggi,jago berkelahi, seorang dokter."Ucap Liam dengan senyum memikat nya.
"Siapa?"Tanya Kirana.
"Aku."Jawab Liam dengan santai nya.
Mereka pun saling pandang, Kirana tidak menyangka secepat itu ada laki-laki yang mengungkapkan perasaan kepada nya, dua puluh empat jam saja belum habis, dokter Liam sudah suka dengan nya.
"Aku ... "ucap Kirana gugup.
"Kiranya!"pangil seseorang dari arah belakang Kirana.
Kirana dan dokter Liam pun menoleh, dan terlihat Firgo di belakang mereka.
"Firgo."Lirih Kirana.
"Kirana,ada yang ingin aku bicarakan."Ucap Firgo kepada Kirana.
Sementara itu, dokter Liam malah merangkul pundak Kirana.
"Kau ingin bicara apa?"Tanya Kirana lagi.
"Dia siapa?"Tanya Firgo.
"Aku pacar nya Kirana."Tutur dokter Liam.
"Aku hanya ingin bilang pertemuan kantor semua karyawan wajib ikut."Ucap Firgo dengan wajah datar nya.
"Boleh bawa pacar nya kan?"Tanya Liam.
"Terserah."Tutur Firgo yang kemudian berlalu pergi.
Sementara itu, setelah melihat Firgo pergi Kirana cepat-cepat menjaga jarak dengan Liam.
"Dia yang membuat mu sakit hati kan? Tidak apa-apa,biar aku bantu kamu membalas nya."Ucap dokter Liam ambisius.
__ADS_1
Sementara itu Kirana hanya diam saja sambil menatap kepergian Firgo.
"Boss, sebenarnya ada apa dengan Kirana? Waktu anda dengar dia ijin sakit,anda langsung mencari kan dokter untuk nya,eh hasil nya, hasil nya dia malah punya pacar."Ucap Fey mengomel di dalam mobil Firgo.
"Sudah lah."Jawab Firgo lemah.
"Tapi ada pacar juga tidak apa-apa boss,kita rebut saja."Ucap Fey yang terlihat sangat bersemangat.
Sementara Firgo hanya menatap nya dalam.
Malam selanjutnya.
Tiba lah di mana malam pertemuan karyawan kantor, yang di adakan di sebuah restoran mewah.
Kirana benar-benar datang bersama dengan dokter Liam.
"wahh, Kirana ada pacar ternyata."Bisik teman-teman kantor Kirana.
Sementara itu Firgo dan Fey hanya menatap sinis dokter Liam.
"Kirana, aku pesan kan milk Thea untuk mu ya."Ucap Liam kepada Kirana.
"Oke."Jawab Kirana.
Namun saat kaki dokter Liam hendak melangkah untuk pergi, Fey pun menjulurkan kakinya, sehingga membuat dokter Liam terjatuh.
"Kaki lembek sekali, boss!"Kode Fey kepada Firgo.
"Oke, Kirana,biar aku saja."Ucap Firgo.
Dan pada akhirnya, dokter Liam dan Firgo pun sama-sama keluar dari ruangan itu untuk membeli milk Thea untuk Kirana.
Beberapa menit kemudian, dokter Liam membawa satu milk Thea itu, sedang kan Firgo tak membawa apapun.
"Wahh, pacar nya Joy masih muda, jalan nya cepat, tapi pak Firgo kembali dengan tangan kosong ada apa ya?"Bisik mereka yang melihat itu.
Perselisihan antara Kirana, dokter Liam dan juga Firgo pun semakin menjadi-jadi saja.
Setelah selesai makan malam itu semua nya pun bubar dari restoran tersebut.
"Terima kasih sudah menemani aku akting."Ucap Kirana sambil berjalan beriringan dengan dokter Liam.
"Sebenarnya,aku tidak mau akting seperti ini."Lirih dokter Liam.
Kirana yang mendengar itu pun memberhentikan langkah nya dan menatap dokter Liam.
"Terima kasih sudah suka dengan ku, tapi kalau dia tidak suka aku,aku masih menyukai nya."Jelas Kirana dengan jujur.
"Huh,baik lah, aku bilang ya, dia itu sebenarnya sangat menyukai mu."Ucap Liam mulai menceritakan semuanya pada Kirana.
"Sebenarnya aku tau alasan dia duduk menjauh dari mu, karena dia tau di mana tempat yang dingin dan di mana tempat yang hangat."Jelas Liam.
__ADS_1
Jujur saat semua orang sedang asik berbincang, Liam mendengar dan memperhatikan Firgo.
Bersambung ....