Sekretaris Sang Prsedir

Sekretaris Sang Prsedir
Bab 18


__ADS_3

Jujur saat semua orang sedang asik berbincang, Liam mendengar dan memperhatikan Firgo.


"Maksud mu?"Tanya Kirana kebingungan.


"Ya, aku dengar jika dia tidak ingin duduk di tempat hangat karena ingin kau yang duduk di sana, dia takut kau kedinginan."Ucap Liam lagi.


"Lalu?"Tanya Kirana penasaran.


"Lalu soal minuman tadi, itu dia yang membeli kan nya untuk mu,dia bilang malam ini cuaca dingin dan tidak ingin kau minum minuman dingin."Ucap Liam menjelaskan.


"Ja,jadi?"Ucap Kirana membulat kan mata nya.


"Ya, dia suka pada mu, aku pergi dulu, perjuangan hubungan kalian."Ucap Liam yang ternyata cukup baik dan mengerti.


Kirana pun berlari cepat sambil menelpon Firgo.


Call on.


"Firgo! Kau suka aku?"Tanya nya tudepoin sambil menempelkan ponsel itu ke telinga nya.


"Ya."Jawab Firgo singkat.


"Apa maksud mu, suka aku dan suka wanita lain juga? Kau ingin aku menjadi simpanan?"Marah Kirana.


"Aku tidak pernah suka orang lain."Ucap Firgo yang saat itu juga berjalan cepat sambil mencari keberadaan Kirana.


"Dan mengapa saat aku pergi kau tidak mencari ku?"Tanya Kirana lagi.


"Kau yang membelokir ku, aku selalu mencari keberadaan mu."Jawab Firgo.


"Dan kenapa kau tidak bilang jika kau mencari ku?"Tanya Kirana.


"Karena kau punya pacar."Lirih Firgo.


"Kalau aku punya pacar, kenapa kau masih baik kepada ku?"Tanya Kirana lagi.


"Itu karena aku mencintai mu!"Ucap Firgo dengan kuat.


Tepat sekali saat itu Kirana berdiri di depan nya dengan ponsel yang masih di tempel kan di telinga.


"Lalu kenapa kamu tidak inisiatif hah!"Ucap Kirana marah.


Firgo tidak ingin lagi menyia-nyiakan kesempatan itu,dia menarik Kirana dan mencium lembut bibir nya.


"Sekarang sudah ada inisiatif kan?"Tanya Firgo kepada Kirana.


Kirana tersenyum dan kembali menarik kerah baju Firgo dan mencium nya.


Seminggu kemudian.


Kini Firgo dan Kirana sudah benar-benar berbaikan, mereka bahkan menjalani hubungan romantis setiap hari nya.


"Pak boss,ini berkas yang anda minta."Ucap Kirana meletakkan beberapa berkas di meja kerja Firgo.

__ADS_1


"Terima kasih."Ucap Firgo sambil tersenyum.


"Aku keluar dulu."Tutur Kirana sambil tersenyum kecil.


Namun baru saja berbalik, Firgo malah menarik tangan Kirana dan akhirnya Kirana terhuyung dan terduduk di pangkuan Firgo.


"Jangan pergi."Ucap Firgo hendak mencium Kirana.


Namun tiba-tiba kepala menejer yang menyukai Firgo itu datang dan masuk ke dalam ruangan tersebut.


"permisi."Ucap kepala menejer itu berjalan masuk.


Dengan cepat Kirana berdiri dari duduknya dan membenarkan dasi Firgo.


"Boss, begini cara pakai dasi yang benar."Ucap Kirana seolah dia sedang membantu membenarkan dasi Firgo.


Kepala menejer yang melihat itu pun berfikir jika Kirana sedang menggoda Firgo.


"Pak ini dokumen dari paman saya."Ucap kepala menejer.


"terima kasih,kau boleh pergi."Jawab Firgo singkat.


Kepala menejer dengan rasa kesal pun berjalan keluar dari ruangan itu.


"Mencari perhatian boss? Lihat saja bagaimana aku membalas nya."Batin kepala menejer.


"Kita kan sudah pacaran, kenapa harus pura-pura?"Tanya Firgo kepada Kirana.


"Kau itu boss ku,kalau mereka tau,aku bagaimana mengerjakan pekerjaan ku?Aku tidak mau orang-orang kantor melihat ku dengan tatapan aneh."Jelas Kirana merasa khawatir dengan posisi nya.


"Hmm,oke!"Ucap Kirana bersemangat dan berjalan keluar dari ruangan Firgo.


Siang hari nya.


"Aduh, mengapa perut ku jadi sakit?"Tanya Kirana pada dirinya sendiri.


Brak ... Beberapa dokumen di hempas kan oleh kepala menejer di hadapan Kirana.


"Kerjakan semua ini dan lembur."Ucapan nya kepada Kirana.


"Atas dasar apa kau menyuruhku lembur?"Tanya Kirana kebingungan.


"Kirana,kau tidak tau ya, paman dia itu klien besar kita, lagi ada proyek sepuluh milyar dengan perusahaan kita,kau tahan saja ya."Ucap karyawan di sebelah Kirana berbisik.


Ya, ternyata orang yang saat ini menjalankan proyek dengan Firgo itu adalah paman nya kepala menejer.


Sementara itu Firgo di ruang rapat nya merasa begitu gelisah.


"Harga saham naik drastis, tapi mengapa boss jadi sedih?"Tanya para karyawan yang ikut rapat.


"Tidak ada apa-apa."Jawab Firgo.


Ternyata Firgo sedih karena baru saja melihat pesan dari Kirana yang mengatakan jika malam ini dia tidak bisa jalan-jalan berdua karena dia harus lembur.

__ADS_1


Satu jam pun berlalu.


Rapat pun akhirnya selesai.


Firgo mengutus salah satu karyawan untuk membuat pengumuman kepada seluruh karyawan kantor.


"Hay semuanya! Sudah lah, hentikan pekerjaan kalian,boss bilang malam ini tidak ada yang boleh lembur, semuanya boleh pulang."Ucap karyawan tersebut kepada semua karyawan.


Semuanya bersorak termasuk Kirana.


Mereka pun masing-masing membereskan barang-barang untuk segera pulang termasuk Kirana.


Sementara itu kepala menejer mendecak kesal karena keputusan Firgo ini.


Kirana berjalan keluar dari perusahaan, terlihat Firgo yang sudah menunggu nya.


"Kali ini,bisa jalan-jalan dengan ku kan?"Tanya nya sambil tersenyum.


Kirana mengganguk kan kepala nya sambil tersenyum manis dan kemudian masuk ke dalam mobil.


Malam itu mereka habiskan dengan jalan-jalan bersama, makan malam dan menikmati suasana malam yang dingin.


Keesokan harinya.


"Apa kau sudah siap?"Tanya Firgo kepada Kirana.


"Sudah ayo!"Ucap Kirana sambil memgendeng tangan Firgo.


Hari ini mereka akan pergi ke pameran lukisan, tidak hanya mereka, karyawan kantor lain nya juga pasti akan datang.


Kirana dan Firgo masuk kedalam mobil dan buru-buru pergi ke tempat pameran itu.


Tidak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di sana.


Sudah banyak sekali orang di dalam gedung pameran lukisan tersebut, termasuk kepala menejer.


"Ternyata pak Firgo datang bersama dengan Kirana, kurang hajar, seharusnya aku yang ada di samping pak Firgo sekarang."batin kepala menejer emosi.


"Kirana,aku akan bertemu beberapa kolega bisnis,kau tunggu di sini ya."Ucap Firgo kepada Kirana.


Kirana mengganguk kan kepala nya dan kemudian berjalan sambil melihat pameran lukisan yabg lumayan bagus.


"Eh maaf!"Ucap kepala menejer yang dengan sengaja menabrak Kirana sehingga baju yang di pakai Kirana terkena tumpahan minuman.


", Kepala menejer!"Marah Kirana.


"Apa? Mau marah ya? Aku pikir baju mu ini hanya dua puluh ribu aku transfer ya untuk ganti ruginya!"Ucap kepala menejer sambil tersenyum miring.


Kirana tak kuasa mencari masalah lagi, dia pun bergegas pergi dari sana dan menuju toilet untuk membersikan baju nya.


Sementara itu, Fey melihat nya dan buru-buru mengatakan kepada Firgo.


"Suruh orang beli gaun baru."Ucap Firgo kepada Fey.

__ADS_1


"Baik boss."Ucap Fey bergegas.


Bersambung ....


__ADS_2