
"Ada apa boss?"Tanya Kirana kepada Firgo.
"Buat kan aku kopi."Tutur Firgo sambil memainkan bulpen nya.
"Apa? Itu kan bukan tugas ku, bukan kah aku ini adalah sekretaris mu, aku ini bukan OB mu."Ucap Kirana membantah.
"Karena kau sekretaris ku, kau lakukan apa yang aku perintahkan, cepat, aku tidak ingin berlama-lama."Tutur Firgo yang seperti nya sangat senang membuat Kirana kerepotan.
"Baik-baik!"Jawab Kirana dengan ketus, dan kemudian berjalan keluar dari ruang kerja Firgo untuk segera membuat kopi di dapur perusahaan.
"Aku sudah lama tidak minum kopi, bagaimana cara membuat kopi?"Tanya Kirana dengan dirinya sendiri.
"Nona Kirana, ada apa?"Tanya Fey yang kebetulan juga ada di dapur tersebut.
"Hmm, boss, meminta ku untuk membuat kan kopi, tapi aku lupa bagaimana caranya membuat kopi."Ucap Kirana.
"Apa? Jadi boss memagil mu ke ruangan nya hanya ingin menyuruh mu membuat kan kopi untuk nya?"Tanya Fey.
"Iya."Jawab Kirana masih memegang gelas dan sendok.
"Sini, bair aku bantu."Ucap Fey yang seperti nya memiliki akal jahil.
"Benar kah? Terima kasih banyak pak asisten Fey."Ucap Kirana salah menerima niat baik Fey.
Fey pun mengangguk kan kepala nya dan kemudian mulai membuat kopi itu.
"Ehh, pak Fey, mengapa anda memasukkan garam? Itu garam,bukan gula."Tutur Kirana menahan tangan Fey.
"Sudah lah, kau baru bekerja di sini, kau tidak tau boss kita suka kopi dan garam bukan dengan gula."Ucap Fey begitu jahil nya.
"ohh, begitu."Ucap Kirana Tampa menaruh curiga sedikitpun.
"Baik lah, sudah selesai, sekarang bawa lah kepada boss."Tutur Fey dengan senyum jahil nya.
"Terima kasih pak Fey."Ucap Kirana sekali lagi dan kembali berlalu pergi ke ruang kerja Firgo.
"Boss, maaf kan aku."Batin Fey sambil menahan tawa.
Sejujurnya Fey dan Firgo adalah sahabat baik, sejak lulus sekolah, Fey memilih tetap bekerja bersama dengan Firgo karena hanya itu lah yang dapat dia lakukan untuk membalas semua kebaikan Firgo yang selalu membantu nya semasa sekolah maupun kuliah.
....
"Boss, ini kopi nya."Ucap Kirana sambil memberi kan kopi itu kepada Firgo.
Firgo pun mengambil kopi tersebut dari tangan Kirana dan langsung meneguk nya.
__ADS_1
"Puffft!" Sontak Firgo menyembur kan air kopi itu keluar dari dalam mulutnya.
"Kirana!"Ucap Firgo dengan wajah memerah menahan marah.
"B,boss ada apa?"Tanya Kirana polos.
"Ada apa kata mu? Ini kopi atau kecap asin?"Tanya Firgo terlihat sangat marah.
"Lah, bukan kah tadi pak Fey yang mengatakan jika boss suka kopi dengan garam?"Tanya Kirana kebingungan.
"Fey? Awas saja dia."Umpat Firgo yang sudah tau jika ini adalah kejahilan Firgo.
"Saya keluar dulu pak Presdir, maaf, masih banyak pekerjaan!"Ucap Kirana yang merasa suasana sudah semakin buruk dan buru-buru kabur dari ruang kerja Firgo.
"Beraninya Fey, mengerjai aku, dia pikir ini waktu nya main-main?"Batin Firgo kesal.
Sementara itu Kirana melanjutkan pekerjaan nya dengan tenang, dia tau ini bukan kesalahan nya, namun dia juga kesal dengan Fey yang sudah membuat nya hampir di terkam oleh Firgo.
Hari pun mulai sore, kini sudah tiba saatnya Fey pulang dari kantor karena pekerjaan nya sudah selesai semua.
Ia pun tampa basa-basi lagi membereskan tas dan kemudian berjalan keluar dari kantor.
"seperti nya pak Presdir galak itu masih di kantor, aku pulang sendiri saja."Tutur Kirana dengan penuh semangat kembali berjalan kaki.
"Siapa ya?"Batin Kirana buru-buru mengambil ponsel yang ada di dalam tas nya.
Kembali terlihat nama mama, di layar ponsel nya.
"Mama? Mengapa menelpon lagi ya?"Batin Kirana kebingungan.
Dia pun tetap mengeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan tersebut.
Call on
"Hallo ma, ada apa? Aku baru saja pulang kerja, jika ada yang ingin di bicarakan nanti saja."Ucap Kirana yang pada saat itu cukup lelah karena berjalan kaki.
"Tidak Kirana, mama hanya ingin mengingatkan mu, malam ini jangan lupa datang di pesta pertunangan kakak sepupu mu, bibi mu mengundang kita."Ucap mama nya Kirana dari sebrang telpon.
"Astaga, iya ma, aku hampir lupa, kalau begitu aku akan cepat-cepat pulang dan bersiap-siap, aku matikan dulu telpon nya."Ucap Kirana yang kemudian mematikan telepon secara sepihak.
Call off.
"Astaga anak itu."Batin sang mama masih belum habis bicara.
Sementara Kirana melanjutkan jalan nya ke villa Firgo untuk bersiap-siap hadir ke pesta pertunangan kakak sepupu nya.
__ADS_1
Malam harinya.
"Mengapa pak Firgo belum pulang juga? Begini bagaimana aku pamit nya?"Batin Kirana.
Namun Kirana yang sudah tidak bisa menunggu karena takut terlambat pun akhirnya pergi dari villa itu tanpa mengatakan apapun kepada Firgo karena dia tidak memiliki kontak nya.
Dia pun memesan taxi untuk pergi ke pesta pertunangan itu, dengan pakaian dres dan sepatu Haq tinggi.
"Astaga, tidak nyaman sekali, mengapa perasaan ku jadi tidak enak ya?"Batin Kirana sambil menatap ke arah jalan raya.
"Mau ke mana nona?"Tanya sang sopir taxi.
"Ke gedung xx pak."Ucap Kirana.
Sopir taxi itu pun mengangguk kan kepala nya dan kemudian melaju kencang menuju gedung xx.
Tidak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di gedung xx.
Setelah membayar ongkos taxi, Kirana pun berjalan masuk ke dalam gedung.
Acara nya cukup besar, namun tamu-tamu yang datang hanya lah kerabat dekat saja.
"Kirana!"Pangil mama nya Kirana yabg ternyata sudah ada di sana.
"Ya ma."Jawab Kirana singkat dan menghampiri mama nya yang saat itu sedang duduk bersama dengan teman dan bibi nya Kirana.
"Eh, Kirana juga datang ya?p"Ucap teman nya mama "Lita" mama nya Kirana.
"Ya, tentu saja."Jawab mama Lita sambil tersenyum.
"Ayo Kirana silahkan duduk dan mengobrol."Ucap bibi nya Kirana.
"iya."Jawab Kirana singkat dan kemudian duduk di samping mama nya.
"Kirana,kakak sepupu mu sudah mau menikah, kau kapan lagi? Usia seperti mu sudah harus menikah juga."Ucap sang bibi kepada Kirana.
"Maaf ya jeng, sebelum nya aku melihat isu tentang Kirana yang gagal nikah, malang sekali calon suaminya berhianat sehari sebelum acara pernikahan nya."Ucap teman-teman nya mama Lita.
"Bisa tidak jangan bahas itu lagi? Aku sudah tau dari awal jika laki-laki itu tidak baik untuk putri ku."Ucap mama Lita merasa marah karena setiap pertemuan seperti ini, orang-orang selalu berusaha menyingung dia dan anak satu-satunya ya itu Kirana.
"Oh iya Kirana, jika kau mau, bibi bisa mengenal kan mu dengan seseorang."Ucap bibi nya Kirana yabg prilakunya sama saja.
Sementara itu Kirana berusaha menahan emosi nya dengan mengepal kan tangan.
Bersambung ....
__ADS_1