
Tok...tok...tok.
Suara ketukan di luar pintu ruang kerja Firgo.
"Masuk."Ucap Firgo singkat.
"Sayang, apa aku boleh pulang duluan? Aku ingin melihat rumah yang akan di tinggali Nora nanti."Ucap Kirana berjalan masuk ke dalam ruangan kerja Firgo.
"Emm, aku rasa, jangan hari ini sayang, aku malam ini akan mengajakmu bertemu klien,ada makan malam bersama klien."Ucap Firgo.
"Benar kah? Mengapa tidak bersama Fey saja?"Tanya Kirana kepada Firgo.
"Fey sedang sibuk perjalanan bisnis, jadi aku tidak bisa mengajak nya, kau saja yang pergi dengan ku ya."Ucap Firgo.
"Baik lah kalau begitu tidak masalah."Jelas Kirana menuruti apa yang di katakan oleh Firgo.
Kiranya pun akhirnya tidak jadi pulang untuk melihat rumah yang akan di berikan kepada Nora.
Malam harinya.
"Sayang, maaf kan aku ya, setelah pulang dari kantor aku harus langsung mengajak mu bertemu klien."Ucap Firgo lagi.
__ADS_1
Sebenarnya Firgo berbohong untuk mengalihkan perhatian Kirana kepada Nora, dia tidak ingin Kirana tau Nora sedang sakit karena itu lah dia berusaha mengalihkan perhatian Kirana agar tidak memikirkan Nora.
"Tidak apa-apa,aku adalah pacar sekaligus sekertaris mu, jadi apa salah nya kau membutuhkan aku di sisi mu."Jawab Kirana sambil tersenyum.
"Kau adalah wanita terbaik dalam hidup ku, dan kau tidak lagi boleh merasakan sakit hati."Batin Firgo sambil mengemudi mobil nya.
Tidak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di sebuah restoran khas Cina.
"Mewah sekali? Restoran nya, ini pasti klien besar ya?"Tanya Kirana kagum setelah dia turun dari mobil Firgo.
"Ayo sayang, tunggu apa lagi, ayo masuk."Ucap Firgo sambil tersenyum.
Firgo yang mengerti pun akhirnya memgendeng tangan Kirana untuk berjalan masuk ke dalam restoran tersebut.
Restoran yang cukup besar,tapi tidak ada satu orang pun pengunjung di sana.
"Sayang, restoran sebesar ini, mengapa tidak ada satu orang pun pengunjung?"Tanya Kirana kepada Firgo.
"Karena aku sudah memboking restoran ini untuk kita."Ucap Firgo dengan senyum manisnya.
"Apa? Bukan kah kita ke sini akan bertemu klien?"Tanya Kirana kebingungan.
__ADS_1
"Sayang, maaf kan aku, sebenarnya aku sengaja membohongi mu untuk malam ini,ada sesuatu yang ingin aku bicarakan kepada mu."Ucap Firgo yang kemudian kembali berjalan menuju sebuah meja yang sudah di hiasi banyak lilin dan juga bungga.
Di sana ada beberapa pelayan restoran yang berdiri dengan memegang beberapa lembar kertas putih yang di sebaliknya bertuliskan sesuatu.
"Ini semua? Untuk ku?"Ucap Kirana benar-benar kagum.
"Selamat malam nyonya Kirana Larasati!"Ucap mereka serempak dengan wajah bahagia.
"Se, selamat malam."Tutur Kirana dengan keadaan yang masih kaget.
Namun rasa kaget itu mungkin belum sampai di situ saja, tiba-tiba Firgo berlutut di depan nya dan mengeluarkan sesuatu dari saku jas nya.
"Kirana, mau kah kau menjadi ibu dari anak-anak ku kelak?"Tanya Firgo kepada Kirana dengan wajah penuh harapan.
Sontak Kirana menutup mulut nya, air mata nya mulai menetes seakan tidak percaya jika saat ini Firgo sedang melamar nya.
Terlihat sebuah cincin berlian DR yang ada di dalam kotak yang di pegang oleh Firgo.
"ayo."Kode Firgo kepada para pelayan di restoran tersebut.
Bersambung ....
__ADS_1