Sekretaris Sang Prsedir

Sekretaris Sang Prsedir
Bab 15


__ADS_3

"ouh,ini? Firgo mengatakan jika aku bebas mengunakan pakai nya."ucap Masya yang kemudian pergi dari sana.


Satu masalah ini sudah membuat Kirana mulai sadar akan posisi nya di hati Firgo bukan lah apa-apa.


Di tambah lagi kejadian tadi malam.


Flashback on


"Malam ini apa kau ada waktu? Temani aku nonton bola ya."Ucap Firgo kepada Kirana yang sedang membuat teh di dapur vila.


"Oh malam ya, aku lihat-lihat dulu ya, soalnya belakangan ini aku agak sibuk."Jawab Kirana cuek tidak seperti biasanya.


"Baik lah."Tutur Firgo.


Sore itu juga Kirana buru-buru masuk ke dalam kamar nya dsn belajar banyak tentang sepak bola agar dia bisa menemani Firgo nonton bola nanti malam.


Malam pun tiba.


Firgo dan Kirana kini duduk di depan tv sambil memakan beberapa cemilan dan juga minum colla.


"Ehh, boss itu namanya apa? Dia memegang bola nya."Ucap Kirana menujuk televisi itu.


"Itu ... " Belum sempat Firgo menerus kan ucapan nya, Masya malah datang dan menggeser posisi Kirana, ia pun duduk di tengah-tengah antara Kirana dan Firgo.


"Kau seperti nya tidak banyak mengerti tentang bola, masih saja berniat belajar mengetahui tentang sepak bola."Sindir Masya yang saat ini sudah duduk di antara Firgo dan Kirana.


"Aku ambil minum dulu."Ucap Firgo yang kemudian berdiri dari duduknya dan kemudian berjalan ke dapat villa.


"Sebenarnya yang suka bola itu aku, bukan Firgo, karena aku suka bola, jadi dia juga ikutan suka, dia juga belajar banyak tentang sepak bola,dan asal kau tau dia melakukan semua itu demi aku,dia suka aku sudah dari kecil."Ucap Masya dengan penuh percaya diri.


"Hmm,dia suka dirimu pas kalian masih kecil,itu bukan berarti dia suka kamu sekarang kan?"Ucap Kirana yang kemudian berdiri dari duduknya dan meningal kan Masya sendiri di ruang tv.


Terlihat wajah Masya yang kesal akan ucapan Kirana tadi.


Flashback off.


Kirana pun hanya menatap kepergian Masya dari villa itu.


Dia pun kembali beres-beres dan kemudian pergi ke kantor.


Seperti biasanya Kirana kembali bekerja, meskipun pikiran nya agak sedikit kacau dia tetap fokus kepada pekerja nya.

__ADS_1


Saat sedang sibuk memainkan laptop nya, Fey datang menghampiri Kirana.


"Kirana!"Pangil Fey dengan senyum mengembang.


"Apa?"Tanya Kirana kebingungan.


"Kau harus tau satu rahasia penting, hari ini boss meminta ku membeli hadiah, dia bilang dia akan memberikan nya kepada wanita yang dia sukai."Ucap Fey menujuk sebuah kotak kecil merah jambu dengan kalung emas permata berlian di dalam nya.


"Hmm, kau tidak seharusnya mengatakan itu pada ku."Jawab Kirana sekilas menatap kalung itu dan kembali menatap layar laptop nya.


"Bukan nya besok adalah ulang tahun mu ya? Boss pasti akan menyatakan perasaannya kepada mu."Ucap Fey yang tau akan isi hati Firgo.


"Mana mungkin."Jawab Kirana tak percaya karena hati nya sudah mulai ragu.


Namun tiba-tiba ada notifikasi masuk ke ponsel nya.


Kiranya pun buru-buru melihat notif tersebut yang ternyata adalah pesan dari Firgo.


isi pesan:


"Nanti malam, makan bareng dengan ku di restoran xxx setelah pulang kerja."Isi pesan dari Firgo.


"Apa aku bilang."Ucap Fey ikut bahagia.


"Sudah lah, jangan mengangu ku,aku akan bekerja."Tutur Kirana kembali bersemangat.


Fey pun berjalan pergi dari sana menuju ruangan Firgo.


Sementara Kirana buru-buru menyelesaikan pekerjaan nya.


Malam pun tiba.


Kini, Kirana dan juga Firgo sudah duduk di dalam sebuah restoran mewah yang seperti nya sengaja di siapkan oleh Firgo untuk menyambut ulang tahun Kirana.


Setelah kerja tadi siang selesai, Firgo pun buru-buru mengajak Kirana bersiap-siap dan tidak pulang mereka langsung ke restoran itu saja.


"Kirana, selamat ulang tahun ya!"Ucap Firgo mengeluarkan sebuah boks pipih panjang dari saku celana nya.


Alangkah kagetnya Kirana, karena yang di keluarkan oleh Firgo itu bukan lah kado yabg tadi siang di tunjukkan Fey kepada nya.


"Kirana, apa kau tidak suka dengan kado nya?"Tanya Firgo.

__ADS_1


"Ah,iya boss, suka,suka sekali, terimakasih."Tutur Kirana menahan air matanya agar tidak jatuh.


Ternyata kado yang di siapkan oleh Firgo untuk nya hanyalah sebuah ponsel iPhone saja.


"Bagus lah kalau kau suka, ayo tiup lilin dan makan kue."Tutur Firgo sambil tersenyum.


Kirana yang sudah tidak enak hati pun hanya bisa tersenyum hambar dan menuruti Firgo, sungguh dia benar-benar kecewa akan harapan nya sendiri.


Satu jam pun berlalu.


"Boss, kau tidak pulang?"Tanya Kirana yang saat ini sudah masuk ke dalam taxi yang di pesan Firgo untuk mengantarkan nya kembali ke villa.


"Aku masih ada pekerjaan,kau pulang lah terlebih dahulu."Ucap Firgo lagi.


Dan akhirnya Kirana pun pulang duluan ke villa, sementara itu Firgo kembali ke kantor karena ada pekerjaan lain.


Tidak butuh waktu lama,dia pun akhirnya tiba di villa Firgo.


Kirana berjalan gontai turun dari taxi dan masuk ke dalam villa.


"Eh, Kirana? Kau sendirian? Firgo di mana?"Tanya Masya yang sudah menunggu di ruang tengah dan menghampiri Kirana.


"Boss, dia masih ada pekerjaan."Ucap Kirana.


"Ouh!"Jawab Masya sambil memegang dadanya.


Terlihat kalung yang sama persis dengan yang di tunjukkan oleh Fey di kantor tadi kepada Kirana.


"Kalung itu ..."Tunjuk Kirana tak menyangka jika itu di berikan oleh Firgo kepada Masya.


"Kalung ini? Ini Firgo yang memberikan nya kepada ku, sekarang kau tau perasaan nya pada ku kan? Mungkin dia hanya baik dengan mu karena aku tidak ada,dan sekarang aku sudah kembali dan kau tidak ada nilainya lagi."Ucap Masya sambil tersenyum dan kemudian berjalan pergi ke kamar nya.


Tak terasa bulir bening itu menetes membasahi pipi Kirana, harapan nya, perasaan nya,kini sudah hancur berkeping-keping, seperti nya rasa sakit kali ini lebih sakit dai yang dia rasakan sebelumnya.


Dia pun menyeka air matanya,dan berjalan masuk ke dalam kamar.


"Ternyata aku ini hanya pelampiasan dan pengganti wanita lain."Batin nya mulai mengambil koper dan membereskan baju dan jugak barang-barang nya yang lain untuk segera pergi dari villa itu.


Malam itu juga Kirana keluar dari villa Firgo, dia menyeret koper nya pergi dari vila itu berjalan sejauh mungkin.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2