Sekretaris Sang Prsedir

Sekretaris Sang Prsedir
Bab 16


__ADS_3

Malam itu juga Kirana keluar dari villa Firgo, dia menyeret koper nya pergi dari vila itu berjalan sejauh mungkin.


Namun tidak lama kemudian, Firgo pun kembali ke villa.


Dia berjalan masuk ke dalam villa dengan perasaan yang tidak enak.


"Di mana Kirana?"Tanya Firgo kepada Masya yang saat itu duduk di depan tv sambil menonton.


"Di villa ini, hanya ada sisa kita berdua, orang menyebalkan itu sudah pergi."Ucap Masya sambil memegang tangan Firgo.


Dengan cepat Firgo menepis nya dan menatap wajah Masya dengan tatapan marah.


"Sudah berapa kali aku mengatakan kepada mu, kita berdua itu hanya teman masa kecil,aku hanya menyukai Kirana bukan kau!"Bentak Firgo.


Flashback on.


Hari itu setelah Kirana pergi kerja, Masya juga datang ke kantor Firgo dengan mengunakan jas Firgo.


"Masya, apa yang kau lakukan? Mengapa kau memakai pakaian ku? Cepat lepaskan,aku tidak mau Kirana salah paham!"Marah Firgo saat Masya menemui nya di ruang kerja nya.


"Mengapa kau sangat galak pada ku?"Ucap Masya yang kemudian melepaskan jas itu dan mengembalikan nya kepada Firgo.


"Jangan hanya karena keluarga kita bersahabat kau bisa berbuat seperti ini, aku tidak suka, aku mengijinkan mu tingal di villa karena aku menghormati keluarga mu, jika kau terus seperti ini, sebaiknya kau pergi saja."Marah Firgo sambil melempar kan jas nya ke tempat sampah.


"Emm, jangan marah dulu,kau bukan nya suka menonton bola? Aku ada tiket nya, ayo nonton bersama."Ucap Masya masih tidak menyerah untuk mendekati Firgo.


"Tidak perlu!"Jawab Firgo dengan mata sedikit memerah menahan marah.


"Firgo! Aku itu menyukai mu! Sudah sejak lama! Karena kau suka bola aku tiap hari belajar tentang bola, kenapa sekarang kau malah suka Kirana!"Ucap Masya tidak terima.


"Karena Kirana apa adanya, tidak seperti dirimu, semuanya terlalu di paksakan."Jawab Firgo dengan tegas.


"Tapi ... "ucap Masya masih tidak mau kalah.


"Dan satu lagi, kalung ini, milik Kirana, berani-beraninya kau mencuri nya, sekarang juga angkat kaki dari villa ku, jika tidak kau akan masuk ke dalam penjara!"marah Firgo yang saat itu juga langsung merampas kalung ya g di pakai Masya dengan kasar.


"Firgo! Kau pasti akan menyesal!"Ucap Masya sambil menangis.


"Ya, aku sudah menyesal Sekarang,aku menyesal kenapa tidak dari kemarin aku mengusir mu!"Ucap Firgo menujuk wajah Masya.


"Aku sudah menyukai mu sejak lama, dan sekarang jika ada wanita seperti Kirana yabg menyukai mu, itu pasti karena dia melihat mu yang berduit!"Marah Masya.

__ADS_1


"Kalau benar dia cinta aku karena uang, aku seharusnya bahagia, karena aku kaya,dan aku akan berusaha menjadi lebih kaya lagi, dengan begitu dia biasa lebih mencintai aku."Ucap Firgo yang kemudian berjalan pergi dari hadapan Masya.


"Firgo! Argh!"Geram Masya.


Karena takut, Masya pun akhirnya bergegas mengambil koper dan membereskan pakaian nya kemudian di Usir oleh penjaga di villa itu.


Suasana vila pun jadi hening, setelah semuanya berakhir.


Dua hari kemudian.


"Kirana, sudah lah, sekarang jangan pikir kan dia lagi, hari ini kau harus mendapatkan laki-laki lain."Ucap Nora.


Saat ini Nora dan Kirana sedang berjalan di sebuah taman.


"Kirana ayo makan, permen ini, kau bisa lebih rileks dan melupakan pak Firgo."Ucap Nora memberikan sebuah permen kepada Kirana.


"Tidak Nora, aku tidak mau, aku tidak sakit hati,aku sekarang sedang sakit gigi, tolong jangan berikan permen pada ku."Ucap Kirana memegang pipi nya.


"Astaga kau ini."Ucap Nora menepuk jidatnya.


Sementara itu terlihat seseorang yang sedang memotret mereka berdua.


Kirana yang menyadari itu buru-buru menghampiri laki-laki itu dan segera mengambil ponsel nya dan menarik tangan laki-laki itu ke belakang.


"Ahh! Sakit! Nona lepas kan aku, aku memoto istri ku, bukan kalian."Ucap laki-laki tersebut.


"Istri apanya?"Tanya Kirana.


"Nona, motor yang di belakang kalian itu adalah istri ku."Ucap laki-laki tersebut.


Sontak saja Kirana kaget dan langsung melepaskan tangan laki-laki tersebut.


Dia pun melihat ponsel laki-laki itu, benar saja, yang di foto adalah motor ninja yang ada di belakang mereka bukan mereka.


Ya istri yang di katakan oleh laki-laki itu adalah motor ninja nya sendiri.


"Wahh, benar, istri mu cantik sekali ya semoga kalian selalu saling cinta."Ucap Kirana yang perlahan mundur dari sana.


"Ayo kita kabur!"Ucap Kirana yang kemudian menarik Nora berlari dari tempat itu.


"Dia imut juga."Ucap laki-laki itu sambil tersenyum.

__ADS_1


Sementara itu setelah agak jauh Kirana dan Nora pun berhenti berlari.


"Kau ini ya, cepat sekali salah paham, lihat sekarang,kita terkena masalah, bagaimana jika dia dendam?"Tanya Nora sambil mengatur nafas.


"Sudah lah, jangan berfikir begitu, ayo pulang, nanti aku akan ke dokter untuk cabut Gigi."Tutur Kirana kepada Nora.


Mereka pun pulang ke kosan Nora dengan rasa Lelah karena berlari.


Ya,sejak malam itu keluar dari villa, Kirana kini menumpang di kosan sahabat nya, Nora.


....


"Suster, cabut Gigi itu sakit ya?"Tanya Kirana yang saat ini sudah tiba di dalam ruangan cabut gigi.


"Tenang, dokter ya g menangani mu cukup profesional kok."Ucap suster tersebut sambil memegang tangan Kirana.


"Hallo, aku dokter mu,Liam."Ucap sang dokter membuka masker nya dan tersenyum manis.


"Kamu! Aku tidak jadi cabut Gigi!"Ucap Kirana takut, karena dokter itu adalah laki-laki yang tadi memotret motor ninja sebagai istri nya.


Ini sebuah kebetulan yang luar biasa dokter muda dan sangat tampan itu ternyata orang yang tadi Kirana tarik tangan nya.


"Jangan bergerak, tenang saja, ini tidak sakit!"Ucap suster itu memegang tangan Kirana.


"Belum tentu, karena hari ini tangan ku sedikit cedera,aku tidak yakin ini akan berjalan lancar."Ucap dokter Liam sambil memasang sarung tangan nya.


"Mampus."Batin Kirana ketakutan.


Tiga puluh menit kemudian.


"Ini sudah?"Tanya Kirana sambil memegang pipi nya.


"Ya."Jawab dokter Liam.


"Kau ternyata benar-benar profesional, ini tidak sakit, kau keren sekali dokter."Ucap Kirana mengacungkan dua jempol nya.


"Jangan seperti anak kecil lagi, dengar kan aku, kau sekarang tidak boleh minum alkohol,dan ini, ini adalah emoji bahagia untuk anak baik dan tidak menangis saat cabut gigi."Ucap dokter Liam memberikan sebuah emoji dan menempelkan di tanah Kirana.


"Tapi kan, aku bukan anak kecil."Ucap Kirana tercengang.


Namun dokter Liam hanya tersenyum manis.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2